Polisi-TNI Fitnah Pedagang Bogor Jual Es Spons, Galak Saat Peras Agar-Agar, Ternyata Aman Dimakan
January 27, 2026 04:04 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pemeriksaan dagangan es kue mulik Suderajat (49) rupanya hasil dari laporan seorang pria. Kini terbukti bahwa laporan tersebut adalah fitnah.

Dalam video beredar, tampak Suderajat bersama seorang Bhabinkamtibmas dan Babinsa (Bintara Pembina Desa).

Bhabinkamtibmas Rawa Selatan Aiptu Ikhwan Mulyadi awalnya menunjukan es kue yang dijual Suderajat.

Dia menuduh es tersebut bukan terbuat dari bahan makanan.

"Kita dapat es kue jadul, nah sekarang harap hati-hati karena ini sudah rekayasa bukan bahan kue lagi atau puding melainkan bahan spons yah. Ini bahayanya spons, kalau dibakar meleleh," katanya.

Lalu Babinsa memaksa Suderajat untuk memakannya.

"Makan abisin. Yang modar biar kamu, jangan anak-anak kecil yah," katanya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap es kue yang dijual Suderajat.

Disimpulkan es kue, es gabus, agar-agar, dan cokelat meses dipastikan aman dan layak dikosumsi.

"Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memastikan hasil yang lebih pasti dan ilmiah. Kami juga mengirim sampel ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensi Polri," katanya.

Atas hasil tersebut, Aiptu Ikhwan Mulyadi meminta maaf.

Dia mengakui bahwa terlalu cepat menyimpulkan.

"Tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang," katanya.

Ia mengatakan berniat untuk mengedukasi agar tidak ada konsumen yang dirugikan.

"Dan memastikan masyarakat merasa aman dalam membeli makanan di lingkungan. Dalam situasi tersebut, kami hanya berusaha menjalankan tugas dengan cepat untuk mencegah potensi bahaya," katanya.

Pemeriksaan yang dilakukan dua aparat itu berawal dari laporan seorang pria.

Dia adalah M Arief Fadillah.

Usianya 43 tahun.

Ia tinggal di Utan Panjang III, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Arief berprofesi sebagai wiraswasta.

Sedangkan pedagang merupakan Suderajat, dia warga Kampung Panjang, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Suderajat memang rutin berjualan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Arief melaporkan Suderajat lewat call center 110 pada Sabtu (24/1/2026).

Dia menuding Suderajat menjual makanan berbahaya.

Suderajat dilaporkan menjual es kue, es gabus, agar-agar, dan cokelat meses yang sempat dibeli Arief.

Dagangan Suderajat dituduh mengandung polyurethane foam (PU Foam) atau material busa kasur atau spons.

Suderajat bercerita ketika sedang menjajakan dagangannya sekitar pukul 10.00 WIB, dia dipanggil.

"Dia bilang beli es kue. Abis itu dibejek-bejek, dilempar juga es sampai kena saya," katanya.

Ia sudah menjelaskan bahwa dagangannya merupakan produk murni buatan pabrik rumahan di Depok.

Namun hal itu tidak didengar, dia malah dilempar sampai mengalami luka di pipi.

Kini Suderajat merasa trauma dan takut untuk berdagang.

"Sudah tiga hari belum jualan gara-hara kejadian hari Sabtu ya begini," katanya.

Ia mengaku takut dikeroyok.

"Takutnya saya dikeroyokin pas ke Kemayoran," katanya.

Akibat tindakan saat itu, Suderajat mengalami luka gores di pipi dan memar di bagian bahu.

 ikami menyampaikan permhonan maaf 

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.