TRIBUNTRENDS.COM - Setelah insiden yang terjadi pada pesawat ATR 42-500, kejadian serupa hampir terjadi pada pesawat Smart Air PK SNS yang jatuh di perairan dekat Bandara Douw, Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada Selasa (27/12/2026).
Peristiwa ini terjadi sekira pukul 12.45 WIB.
Dalam banyak video dan foto yang beredar di media sosial, pesawat sudah dalam kondisi mengapung di laut dangkal.
Dikutip dari Tribun Papua, pesawat diduga mengalami gangguan mesin ketika terbang.
Hal ini telah disampaikan secara resmi oleh Kepala Pos SAR Kaimana, Silas Wopari.
Dalam keterangan tertulisnya, Silas Wopari mengungkapkan bahwa pesawat tersebut sudah lepas landas berangkat dari Bandara Douw Nabire.
Baca juga: Pendampingan Terakhir Menteri KKP untuk Korban Pesawat ATR, Sampai Pingsan: Lelah Fisik dan Mental
Beberapa saat kemudian pesawat berbelok kembali ke arah bandara untuk mendarat darurat di bibir pantai dekat bandara.
“Pesawat lepas landas dari Bandar Udara Nabire (NBX) menuju Kaimana (KNG). Sesaat setelah take off, pesawat mengalami gangguan pada engine,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/1/2026), seperti dikutip dari TribunPapuabarat.com.
"Karena thrust power (daya dorong) semakin turun, pilot in command (PIC) memutuskan mendarat darurat di bibir pantai Bandara Nabire."
Informasi serupa juga disamapaikan oleh Kapolres Nabire AKBP Samuel D Tatiratu.
"Info awal bahwa pesawat sudah sempat take-off dari Bandara Nabire namun beberapa menit kemudian pesawat berbelok kembali ke arah bandara untuk mendarat darurat namun kemudian jatuh ke laut," ujarnya seperti dikutip dari Kompas.com.
Sementara itu, Komandan Pos (Danpos) Basarnas Nabire, Tri Joko Lalang Buana menyebut bahwa insiden ini bukan dikategorikan sebagai kecelakaan jatuh.
Menurutnya, insiden tersebut merupakan kegagalan pendaratan yang menyebabkan pesawat keluar landasan.
“Sebenarnya itu tidak disebut jatuh, crash landing. Jadi, dia keluar dari landasan saja,” ucapnya, seperti dikutip dari TribunPapuaTengah.com.
Baca juga: Kenang Sosok Esther Pramugari Pesawat ATR 42-500, Paman: Pribadi Baik dan Kesayangan Ayahnya
Tri juga menyebut bahwa faktor angin kencang ikut menjadi penyebab insiden tersebut.
Pesawat Smart Air PK SNS membawa 13 orang yang terdiri dari 11 penumpang dan 2 kru termasuk pilot.
Beruntung seluruh penumpang dinyatakan selamat dalam insiden ini.
Seluruh korban dibawa ke RSUD Nabire untuk mendapatkan penanganan medis.
Sejumlah personel kepolisian bersama tim Basarnas masih bersiaga di area jatuhnya pesawat untuk mengamankan lokasi sembari membantu evakuasi barang-barang milik penumpang yang masih tertinggal di dalam kabin. (Tribun Trends/GPS)