Solusi untuk Korban Longsor Desa Sampang Kebumen, Jembatan Darurat hingga Relokasi
January 27, 2026 04:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Pemerintah Desa (Pemdes) Sampang Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen kini fokus untuk perbaikan akses serta persiapan relokasi rumah warga yang terdampak pergerakan tanah.

Akses penghubung kampung di wilayah tersebut mengalami kerusakan parah akibat adanya pergerakan tanah seiring tingginya intensitas hujan pada akhir tahun lalu. Selain itu ada beberapa rumah warga yang juga mengalami kerusakan.

Tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah melakukan kajian di lokasi tersebut.

Sebelumnya telah ada tiga jembatan darurat yang dibangun di akses penghubung kampung yang mengalami kerusakan.

Kini telah dibangun lagi dua jembatan darurat dari papan kayu dan bambu untuk memudahkan akses warga karena jembatan lama mengalami kerusakan.

Kepala Desa Sampang, Sarikun menyampaikan, ada enam rumah yang diprioritaskan untuk direlokasi karena dampak kerusakannya akibat pergerakan tanah.

"Yang sangat vital satu rumah, memang sudah dilaksanakan, lagi pasang hebel, gotong royong warga sembari kita menunggu bantuan dari pemerintah daerah," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (27/1/2026).

Pemdes bersama OPD terkait telah menggelar rapat bersama di balai desa beberapa waktu lalu. Di sisi lain, sebentar lagi kan momen lebaran tentu akan digunakan untuk kumpul keluarga.

Dari enam rumah itu, terangnya, ada dua rumah yang dikosongkan dan penghuninya tinggal di rumah saudara. Sedangkan empat rumah lainnya masih dihuni oleh pemiliknya. Dia menuturkan, lokasi bakal relokasi direncanakan berada di lahan pribadi.

"Terkait material bangunan kita sharing dengan pemda," terangnya.

Baca juga: Banjir Lumpur Gunung Slamet Bikin Mata Air Keruh, Warga Sokaraja Banyumas Susah

Selain itu, pemdes juga tengah proses perbaikan akses kampung yang biasanya dilalui warga untuk akses pendidikan maupun lainnya. Pantauan di lokasi, jalan yang semula rusak dan hanya dilalui dengan jalan kaki kini sudah bisa dilalui menggunakan sepeda motor.

"Warga gotong royong supaya bisa dilalui sepeda motor," ungkapnya.

Sarikun menambahkan, pihaknya berharap ada bantuan dari pemda untuk pengecoran jalan sepanjang 300 meter di lokasi tersebut untuk memudahkan akses warga.

Warga Sairah (35) mengatakan, warga yang mengendarai sepeda motor biasanya memutar lewat jalan lain sebelum adanya perbaikan di akses kampung pasca rusak karena tanah gerak. Dia bersyukur kini jalan tersebut sudah bisa dilalui menggunakan sepeda motor setelah warga gotong royong memperbaiki akses itu.

"Alhamdulillah udah ada kemajuan dari warga sini gotong royongnya sangat kompak," tuturnya. (Ais)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.