Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Terdata ada 182.140 pelaku usaha di 11 Kabupaten Kota di Maluku.
Angka itu berdasarkan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) dan Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT), Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Maluku.
PLT Kabid Pemberdayaan Usaha Kecil, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Provinsi Maluku, Robby de Queljoe merincikan;
Kabupaten Maluku Tengah urutan pertama UMKM tertinggi, sebanyak 61.522 pelaku usaha.
Baca juga: Pemkab SBT Tak Tinggal Diam, Abrasi Sungai Wailola Telah Diusulkan ke BNPB
Baca juga: Oknum Pegawai Kejaksaan di Maluku Terjerat Praktik Pencaloan CPNS, Diusulkan Dipecat Tidak Hormat
Sedangkan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) berada di posisi terakhir, dengan jumlah 3.712 pelaku usaha.
Jumlah ini berdasarkan sembilan kluster sebaran usaha, yakni; Sektor Pariwisata, Kuliner, Handicraft, Perumahan Rakyat, Pertambangan, Energi dan Energi Terbarukan, Kesehatan dan Kecantikan, Makanan Bergizi Gratis (MBG), Industri Olahraga, Sektor Supply Chain Otomaotif.
Lanjutnya, upaya mendorong kemajuan UMKM terus dilakukan, mulai dari sosialisasi, pelatihan hingga memberikan bantuan modal awal.
Namun, diimbau untuk memuali usaha tanpa bergantung pada pemerintah.
"Kami tetap akan berikan yang terbaik dan dukungan bagi seluruh pelaku usaha di seluruh wilayah Maluku," ujarnya saat diwawancarai TribunAmbon.com, di ruang kerjanya, Selasa (27/1/2026). (*)