TRIBUNGAYO.COM - Jalan provinsi Pereulak, Aceh Timur-Gayo Lues dilaporkan hingga kini masih lumpuh dan masih belum bisa dilalui.
Kondisi ini sangat dikeluhkan dan berharap pemerintah segera menganinya,
Padahal, bencana alam sudah 2 bulan berlalu.
Selain kepada Pemerintah Aceh, berbagai kalangan di Aceh Timur dan Gayo Lues juga berharap Satgas Penanganan Bencana Alam yang dibentuk Presiden Prabowo Subinto agar ikut membantu.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky ikut menyorot kondisi jalan dari Gayp Lues ke Aceh Timur atau sebaliknya yang sejauh ini masih belum ditangani.
Melansir Serambinews.com. Bupati meminta Pemerintah Provinsi Aceh untuk segera melakukan percepatan pembangunan pada ruas jalan lintas provinsi yang menghubungkan Peureulak, Pinding, hingga Blang Kejren.
Kondisi jalur strategis tersebut saat ini dilaporkan rusak parah akibat hantaman banjir dan tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu, sehingga mengancam stabilitas ekonomi antar-kabupaten.
Menurut Al-Farlaky, ruas jalan ini bukan sekadar jalur transportasi biasa, melainkan "denyut nadi" bagi ribuan warga di Aceh Timur dan Gayo Lues.
Jalur ini menjadi rute utama distribusi hasil bumi menuju pasar di Langsa hingga Sumatera Utara.
"Kita mendesak Pemerintah Provinsi Aceh untuk segera mempercepat pembangunan karena masih terdapat sejumlah titik longsor dan jalan amblas. Jalur ini sangat penting bagi akses masyarakat Gayo Lues dan Peureulak," tegas Al-Farlaky dalam keterangan resminya, Selasa (27/1/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, kerusakan infrastruktur membentang sepanjang 116 km, mulai dari Kecamatan Peureulak Barat hingga perbatasan Gayo Lues.
Tercatat ada 30 titik kerusakan, di mana dua titik di antaranya mengalami kerusakan sangat parah hingga badan jalan hilang total.
Selain akses jalan, infrastruktur jembatan juga dalam kondisi kritis. Terdapat empat jembatan yang rusak berat, yakni dua unit jembatan di Gampong Lokop dan dua unit lainnya di Gampong Peunaron Lama.
Kerusakan ini tersebar di beberapa wilayah mulai dari Kecamatan Peureulak Barat, Rantau Peureulak, Peunaron, hingga Serbajadi.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bergerak cepat dengan menyurati Gubernur Aceh dan Dinas PUPR Aceh untuk memohon rehabilitasi dan rekonstruksi segera.
Namun, Al-Farlaky juga menawarkan solusi jangka panjang agar masalah ini tidak terus berulang.
Ia mengusulkan agar status jalan tersebut ditingkatkan dari jalan provinsi menjadi jalan nasional.
"Kita pernah mengusulkan saat Kepala Staf Presiden (KSP) berkunjung ke Lokop agar jalan ini dialihkan ke nasional. Tujuannya jelas, agar proses percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur bisa segera terwujud sehingga Aceh bisa bangkit kembali, mulai dari pedalaman hingga perkotaan," pungkasnya.
Masyarakat berharap peninjauan langsung dari Bidang Bina Marga Dinas PUPR Aceh segera dilakukan demi menjamin keselamatan dan kelancaran arus barang yang kini terhambat.(*)
Baca juga: Arus Lalu Lintas Gayo Lues- Aceh Timur Masih Lumpuh Pascabanjir Bandang