PD IAI Aceh dan BPOM Kolaborasi, Pastikan Keamanan Obat dan Layanan Kesehatan Pascabanjir
January 28, 2026 12:35 AM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Aceh bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Banda Aceh bergerak bersama memastikan bantuan obat-obatan yang disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana memenuhi aspek keamanan, mutu, dan khasiat sesuai standar yang berlaku.

Sebagai otoritas pengawas obat dan makanan di wilayah Aceh, BPOM Banda Aceh mengambil peran strategis dalam memastikan bahwa seluruh obat-obatan yang didistribusikan dalam situasi darurat, telah melalui proses verifikasi dan pengawasan yang ketat. Hal ini menjadi sangat krusial mengingat kondisi bencana rentan terhadap peredaran obat tidak layak, kedaluwarsa, atau tidak sesuai indikasi.

Ketua IAI Aceh, apt Tedy Kurniawan Bakri MFarm menegaskan, kolaborasi dengan BPOM Banda Aceh akan terus diperkuat, tidak hanya pada fase tanggap darurat tetapi juga rehabilitasi dan pemulihan sistem kesehatan. Pihaknya memastikan bahwa setiap bantuan obat yang disalurkan kepada masyarakat berada dalam pengawasan BPOM.

“Ke depan, PD IAI Aceh akan fokus pada rehabilitasi, termasuk membantu pemulihan rumah sejawat apoteker terdampak agar layanan kefarmasian di daerah bencana dapat kembali berjalan optimal,” jelas Tedy dalam keterangannya di Banda Aceh, Selasa (27/1/2026).

Baca juga: Sekolah Rusak Akibat Banjir Bireuen Segera Dibangun Baru

Sebagai bagian dari upaya pemulihan layanan kesehatan, PD IAI Aceh juga merencanakan pengiriman mahasiswa Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) Departemen Farmasi USK  ke puskesmas-puskesmas terdampak, khususnya di wilayah Aceh Tamiang, dengan tetap berkoordinasi bersama pemangku kepentingan terkait. “Program ini diharapkan dapat memperkuat layanan kefarmasian sekaligus menjadi sarana pembelajaran nyata bagi calon apoteker dalam kondisi kebencanaan,” pungkas Tedy.

Sebelumnya, PD IAI Aceh bersama BPOM di Banda Aceh menyalurkan bantuan obat-obatan ke wilayah terdampak banjir di Bener Meriah. Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi langsung antara PD IAI Aceh dan BPOM Banda Aceh, di mana BPOM melakukan verifikasi administrasi dan teknis terhadap jenis, jumlah, serta kelayakan obat sebelum didistribusikan kepada masyarakat pada Sabtu (27/12/2025) lalu.

Kegiatan selanjutnya, Minggu (28/12/2025) berupa pelaksanaan pelayanan kesehatan dan penyaluran logistik di Desa Meriah Jaya, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah, salah satu wilayah dengan dampak bencana paling berat akibat banjir dan longsor. Tercatat sebanyak 29 rumah warga mengalami kerusakan, dan sebagian besar masyarakat harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.