Badai salju yang menyerang Amerika Serikat telah menewaskan 30 orang. Bencana itu juga memutus aliran listrik warga.
Dikutip dari AFP, jumlah korban jiwa tersebut berdasarkan laporan pemerintah negara bagian dan media lokal. Penyebab kematian beragam mulai dari hipotermia, kecelakaan yang terkait dengan lalu lintas, seluncur salju, ATV, dan mesin pembersih salju.
Badan Layanan Cuaca Nasional memperingatkan sebagian besar wilayah utara Amerika akan mengalami suhu yang terus menerus di bawah titik beku. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan sampai 1 Februari.
Suhu rendah juga akan melanda negara-negara bagian selatan. Wilayah itu tidak terbiasa dengan musim dingin ekstrem.
Hujan salju yang tidak berhenti membuat tumpukan salju begitu tinggi. Di negara bagian Connecticut ketinggain salju mencapai 56 cm. Sedangkan di Boston, Massachusetts, ketinggian salju tercatat mencapai 40,6 cm.
Listrik Putus
Sebagian besar wilayah selatan masih terdampak pemadaman listrik akibat badai salju. Tennessee, Texas, Mississippi, dan Louisiana menjadi wilayah yang paling terdampak.
Walikota Nashville, Freddie O'Connell, mengatakan pohon-pohon terus tumbang karena beratnya lapisan es di seluruh ibu kota Tennessee. Pohon yang tumbang juga menjadi penyebab pemadaman listrik.
Nashville dan kota-kota lain di seluruh negeri sedang membangun tempat penampungan darurat untuk menghangatkan diri.
Ahli meteorologi NWS, Allison Santorelli, mengatakan kepada AFP bahwa pemulihan badai ini sangat sulit karena begitu banyak negara bagian yang terdampak.
"Banyak lokasi tersebut tidak memiliki sarana atau sumber daya untuk membersihkan setelah kejadian ini," katanya.
"Kami sangat prihatin dengan orang-orang di daerah-daerah yang saat ini tanpa listrik," tambahnya.