TRIBUNTRENDS.COM - Pemerintah menunjukkan keseriusannya dalam membenahi tata kelola di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Langkah nyata itu ditandai dengan keputusan tegas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang mengganti sejumlah pejabat strategis, terutama mereka yang bertugas di pelabuhan-pelabuhan utama wilayah yang selama ini kerap menjadi sorotan publik.
Perombakan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi.
Ia hadir sebagai pesan keras bahwa pembenahan institusi penegak arus keluar-masuk barang negara tak bisa lagi ditunda.
Baca juga: Immanuel Ebenezer Yakin Purbaya Bakalan Dipenjara, Menkeu Curiga: Mungkin Dia Sebel Sama Saya
Menanggapi pertanyaan soal sumber pengganti pejabat Bea Cukai yang dicopot, Purbaya menjelaskan bahwa mekanisme rotasi dan promosi internal tetap menjadi pilihan utama.
Menurutnya, memasukkan pejabat dari luar instansi justru berisiko menghambat efektivitas kerja di lapangan.
Ia menilai, karakter operasional Bea Cukai yang kompleks dan teknis menuntut pemahaman mendalam.
Karena itu, mendatangkan figur dari luar bukanlah opsi ideal dalam situasi yang menuntut kecepatan dan ketepatan.
"Ada yang mau naik, ada yang saya tukar.
Tapi dari luar kan biasanya sih gak terlalu, operasi bea cukai akan lebih lama," ujar Purbaya kepada awak media di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Meski mengedepankan rotasi internal, Purbaya menegaskan bahwa ketegasan tetap menjadi kunci.
Pemerintah, kata dia, tidak segan mengambil langkah keras demi memperbaiki tata kelola yang dinilai bermasalah.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, sejumlah pejabat bahkan diputuskan untuk dinonaktifkan sementara.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari proses pembenahan menyeluruh yang sedang berjalan.
"Yang jelas nanti beberapa pejabat itu saya rumahkan saja," katanya.
Baca juga: Immanuel Ebenezer Dapat Informasi A1, Sebut Purbaya Bakal Dijerat Kasus: Hati-hati Sejengkal Lagi
Purbaya memastikan, perombakan tidak berhenti pada level tertentu saja. Ia menegaskan bahwa seluruh pejabat Bea Cukai yang bertugas di lima pelabuhan besar akan diganti.
Meski demikian, ia belum membeberkan secara detail jadwal pelaksanaan kebijakan tersebut.
Namun satu hal ditegaskan dengan jelas: langkah ini adalah pesan politik dan birokrasi bahwa pemerintah benar-benar serius melakukan reformasi di tahun ini.
"Untuk message bahwa kita serius tahun ini. Jadi pejabat di lima pelabuhan besar kita ganti semuanya," pungkas Purbaya.
***