Sebut 8 Menteri yang Berpotensi Reshuffle, Ini Sosok Jamiluddin Ritonga Pengamat Komunikasi Politik
January 28, 2026 07:49 AM

 

SURYA.CO.ID - Pengamat Komunikasi Poltiik dari Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga, menanggapi isu perombakan kabinet (reshuffle) yang kabarnya akan dilakukan Presiden Prabowo pada Februari 2026 mendatang. 

Ia menyebut, masyarakat memang berharap momen reshuffle benar-benar terjadi.

"Sebab, secara objektif beberapa menteri memang dinilai masyarakat kinerjanya rendah," katanya, dikutip SURYA.CO.ID dari Tribunnews.com, Selasa (27/1/2026).

10 Orang Berpotensi Kena Reshuffle

Hal ini berdasarkan hasil survei, termasuk rilis dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS).

Terdapat 10 nama, terdiri dari delapan nama menteri dan dua kepala badan yang dinilai kurang dan patut untuk di-reshuffle.

RESHUFFLE KABINET - Presiden Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berfoto bersama Menteri Kabinet Merah Putih usai pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/10/2024). Prabowo diprediksi bakal melakukan reshuffle kabinet lagi awal tahun 2026 ini.
RESHUFFLE KABINET - Presiden Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berfoto bersama Menteri Kabinet Merah Putih usai pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/10/2024). Prabowo diprediksi bakal melakukan reshuffle kabinet lagi awal tahun 2026 ini. (Tribunnews.com)

Baca juga: Daftar 8 Menteri yang Disebut Berpotensi Kena Reshuffle Sesuai Survei, Ada Bahlil dan Fadli Zon

Berikut ini daftarnya. 

  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia
  • Kepala BGN Dadan Hindayana
  • Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai
  • Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni
  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon 
  • Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana
  • Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan
  • Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmoko
  • Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto
  • Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid.

Kinerja Bahlil Minus

Jamiluddin menjelaskan, dari 10 nama itu, Menteri ESDM Bahlil memiliki nilai terendah. 

"Ke-10 nama itu oleh CELIOS dinilai minus, dengan minus tertinggi diperoleh Bahlil (-151)."

"Dari 10 nama ini, sebagian memang kerap disuarakan pengamat dan masyarakat untuk di-reshuffle."

"Karena itu, 10 nama itu kiranya memang layak dipertimbangkan untuk di-reshuffle," ujarnya.

Menurut Jamiluddin, seharusnya reshuffle dilakukan berdasarkan kinerja, integritas, dan kompetensi, bukan karena faktor kedekatan politik maupun pembagian kekuasaan.

Menurut dia, jika itu menjadi acuan, Prabowo tidak perlu ragu mengganti menteri yang juga menjabat ketua umum partai.

"Prabowo tak takut mereshuffle menteri yang juga ketua umum partai, seperti Bahlil dan Zulhas."

"Prabowo juga harus legowo mereshuffle menteri yang satu partai dengannya, seperti Fadli Zon dan Budiman Sudjatmiko," katanya.

Ia menilai, reshuffle berdasarkan penilai objektif memiliki peningkatan pada kinerja kabinet. 

"Kalau hal itu dilakukan, barulah reshuffle akan dapat meningkatkan kinerja kabinet Prabowo."

"Tapi bila tidak, reshuffle kabinet hanya tambal sulam yang tidak berdampak pada kinerja kabinet dalam mensejahterakan rakyat," ujarnya.

Karena itu, ia menilai reshuffle kabinet seharusnya menjadi langkah pro-rakyat.

"Reshuffle kabinet seharusnya sudah menjadi keniscayaan yang pro rakyat. Rakyat menanti reshuffle yang membawa manfaat baginya, bukan manfaat bagi elite," pungkasnya.

Siapa sosok M Jamiluddin Ritonga?

M Jamiluddin Ritonga merupakan Dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Esa Unggul.

Selain sebagai seorang akademisi, ia juga dikenal sebagai Pakar Pengamat Komunikasi Politik. 

Ia kerap memberikan analisis terhadap isu-isu nasional di Indonesia. 

Riwayat Pendidikan

Institut Pertanian Bogor (IPB) 
Magister - lulus 27 Desember 1993

Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Sarjana - lulus 19 Agustus 1987. 

Awal Mula Isu Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran

Isu reshuffle kabinet ini mencuat setelah Presiden Prabowo menggelar retret bersama menteri di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada awal Januari 2026 lalu.

Selain itu, isu perombakan kabinet juga berembus karena kedatangan sejumlah tokoh ke Istana Negara untuk menghadiri pertemuan tanpa pengumuman resmi yang jelas.

Komentar Pengamat

Terkait isu tersebut, Pengamat Politik, Adi Prayitno, menilai ada kejanggalan.

Menurutnya, isu reshuffle saat ini gelap gulita karena tidak ada tanda-tanda Presiden Prabowo Subianto akan melakukan perombakan dalam waktu dekat.

Terlebih, belakangan Prabowo justru mengapresiasi positif kinerja para menterinya.

"Nah itu yang repot, gelap gulita, tiba-tiba isu reshuffle mencuat," ujarnya, Sabtu (24/1/2026), dikutip SURYA.CO.ID dari Tribunnews.com.

"Yang jadi ramai itu karena isu reshuffle kali ini terkesan mendadak karena pada saat bersamaan beberapa waktu lalu presiden mengapresiasi kinerja menterinya yang total bekerja."

"Entah dari mana datangnya sumber isu reshuffle yang terkesan tiba-tiba ini," tutur Adi.

Meski demikian, Adi menilai reshuffle wajar dilakukan sebagi bentuk evaluasi terhadap pemerintahan.

Ia juga menyinggung soal adanya dinamika politik di balik isu reshuffle.

Adi bahkan membahas soal menteri yang sempat berkunjung ke kediaman mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Kota Solo, Jawa Tengah, serta rumah Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

"Memang setelah setahun pemerintahan Prabowo-Gibran banyak desakan publik agar menteri yang kerjanya buruk segera diganti untuk mengakselerasi kinerja pemerintah."

"Soal siapa menterinya publik sudah sering menyebut di berbagai media soal kinerja menteri yang jadi sorotan," jelas Adi.

"(Atau) Jangan-jangan ini ada kaitannya dengan seorang menteri yang pernah ke Solo dan ke Kertanegara beberapa waktu lalu," imbuhnya.

Meski begitu, Adi menegaskan urgensi reshuffle tetap ada jika memang ditemukan menteri yang tidak menunjukkan performa maksimal.

"Urgensi reshuffle tetap ada karena sudah setahun lebih pemerintahan. Jika ada menteri tak perform kerjanya seharusnya diganti," tandas Adi.

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.