Ahok Tantang Jaksa Periksa Jokowi di Sidang Kasus Pertamina, Ungkap Tangis dan Kisah Direksi Dicopot
January 28, 2026 08:03 AM

 

BANGKAPOS.COM - Ahok Tantang Jaksa Periksa Jokowi di Sidang Kasus Pertamina, Ungkap Tangis dan Kisah Direksi Dicopot

Nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali jadi sorotan publik.

Mantan Komisaris Utama Pertamina periode 2019–2024 itu secara terbuka menantang jaksa penuntut umum untuk berani memeriksa Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam sidang dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina.

Di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Ahok juga mengungkap kisah emosional saat dua direksi anak usaha Pertamina yang ia nilai berintegritas justru dicopot karena menolak menandatangani pengadaan bermasalah

Baca juga: Sosok Djoko Priyono, Orang Terbaik Pertamina yang Disebut Ahok Saat Jadi Saksi di Persidangan

Berikut ulasan lengkapnya

Komisaris Utama Pertamina periode 2019-2024 Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menantang jaksa penuntut umum (JPU) untuk berani memeriksa Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Tantangan itu disampaikan oleh Ahok dalam sidang dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pertamina di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, sebagaimana laporan Jurnalis KompasTV, Claudia Carla Sonia Septiana, Selasa (27/1/2026).

Bermula dari JPU yang mengkonfirmasi keterangan Ahok terkait pencopotan dua mantan direksi anak Perusahaan Pertamina.

Keduanya yakni Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Djoko Priyono dan Mantan Direktur PT Pertamina Patra Niaga Mas’ud Khamid.

Ahok yang dihadirkan sebagai saksi untuk sejumlah terdakwa termasuk Kerry Adrianto Riza justru menegaskan jika 2 mantan direksi anak Perusahaan Pertamina tersebut sebagai orang yang berintegritas.

Menurut Ahok, kedua mantan direksi tersebut justru berkomitmen untuk membenahi kilang serta tata kelola Pertamina Patra Niaga. Namun, kata Ahok, keduanya lebih memilih kekhilangan jabatan daripada menandatangni pengadaan yang bermasalah.

Oleh karena itu, Ahok mengaku dirinya sebagai Komisaris Utama Pertamina kala itu menahan tangis mengetahui dua direksinya yang berintegritas dicopot.

“Ketika dia dicopot saya pun mau nangis, saya telepon dia. Dia mengkritik sistem yang menurutnya tidak berbasis meritokrasi. Saya pikir BUMN ini keterlaluan. Mencopot orang yang bukan meritokrasi. Kenapa orang yang mau lakukan, lakukan, dicopot,” kata Ahok.

“Makanya saya selalu bilang sama pak jaksa, kenapa saya mau laporin ke jaksa? Periksa tuh sekalian BUMN, periksa tuh Presiden bila perlu, kenapa orang terbaik dicopot.” katanya.

Baca juga: Saksi Ahok Pernah Minta Listyo Sigit Kerahkan Brimob Tungguin Kilang Minyak: Siapa Sabotase, Tembak!

(Kompas/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.