TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gianyar menggelar Sosialisasi Hidup Sehat bagi satuan pendidikan PAUD di wilayah Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa 27 Januari 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan Anak Usia Dini.
Kepala Dinas Pendidikan Gianyar, I Wayan Mawa, menjelaskan bahwa program ANANDA (Aksi Nasional Anti Narkotika dan Ketahanan Bangsa Dimulai dari Anak) tahun 2026 ini merupakan inisiatif strategis dan terobosan baru BNN RI bersinergi dengan Kemendikdasmen.
"Kegiatan yang ada di program ANANDA dimulai dari PAUD sebagai fondasi untuk pencegahan penyalahgunaan narkotika, yang juga tertuang dalam program prioritas di bidang pendidikan yaitu penguatan pendidikan karakter sesuai ASTA CITA Presiden," ujarnya.
Baca juga: BNN Akui Kabupaten Buleleng Miliki Pengguna Narkoba Terbanyak, Sebut Masuk Zona Merah
Mawa menambahkan bahwa Dinas Pendidikan Gianyar telah melaksanakan pendidikan bermutu yang dapat dirasakan semua orang melalui penguatan pendidikan karakter, mensosialisasikan program wajib belajar 13 tahun, peningkatan kualifikasi kompetensi, kesejahteraan guru, pengembangan talenta dan prestasi, pemenuhan dan perbaikan sarana prasarana pendidikan, dan pembangunan kebahasaan dan kesastraan.
"Di Kabupaten Gianyar program ANANDA telah dimulai sejak Januari 2026 dan akan terus berlanjut menyasar seluruh satuan pendidikan sebagai upaya penguatan karakter. Kita juga mensosialisasikan wajib belajar 13 tahun serta peningkatan kualifikasi guru," paparnya.
Mawa berharap dengan sosialisasi ini akan terbentuk karakter anak-anak dan generasi muda yang kuat untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Dengan demikian, diharapkan anak-anak dan generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang sehat, cerdas, dan berkarakter. (*)