Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alisan Lasande
TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) menginisiasi Program Penguatan Kompetensi Pengajaran Berbasis Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) bagi Guru Penggerak di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Program ini sebagai upaya merespons pesatnya perkembangan dan penerapan kecerdasan buatan generatif dalam dunia pendidikan global.
Program ini bertujuan mengintegrasikan pemanfaatan AI secara sistematis ke dalam praktik pembelajaran dan penilaian di kelas, sekaligus memperkuat literasi AI serta kapasitas inovasi pengajaran para guru agar selaras dengan tren pendidikan digital internasional.
Selanjutnya, Rabu (14/1/2026), 16 guru di 8 Sekolah Dasar binaan DSLNG di Kecamatan Batui, Kintom, dan Nambo, turut mengikuti program ini.
Dalam pelatihan yang dibina langsung oleh Noviya yang merupakan trainer AI dari Assemblr EDU, para peserta dibekali keterampilan merancang alat peraga pembelajaran berbasis AI, melakukan simulasi media ajar, hingga mempresentasikan materi pembelajaran yang dikembangkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
CSR Analyst DSLNG, Didit Susiyanto, menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi pembelajaran berbasis AI bertujuan untuk memudahkan guru dalam proses mengajar, membantu siswa lebih cepat memahami materi, serta meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas secara keseluruhan.
Baca juga: Lurah Tondo Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Wilayah Pesisir Pantai
Salah satu praktik inovatif ditunjukkan melalui pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Para guru diarahkan untuk membuat media pembelajaran berupa gambar hewan, seperti katak, yang didesain menggunakan AI menjadi visual tiga dimensi dengan konsep keberlanjutan.
Selain itu, peserta juga mengembangkan animasi berbasis AI yang menyuarakan pesan perlindungan satwa, sebagai pendekatan kreatif dalam menanamkan kepedulian terhadap isu lingkungan dan konservasi ekologi kepada siswa.
Melalui program yang rencananya akan digelar secara berseri hingga Februari 2026 ini, guru diharapkan mampu membimbing peserta didik dalam memanfaatkan AI generatif secara tepat dan bertanggung jawab, sekaligus meningkatkan kualitas kompetensi pengajaran berbasis teknologi. (*)