Sempat Hilang Kabar, PMI Asal Takengon Ditemukan Meninggal di Johor, Haji Uma Bantu Pemulangan
January 28, 2026 11:51 AM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TribunGayo.com, TAKENGON - Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Khasnaini Mahara (26), ditemukan meninggal dunia di Johor, Malaysia, dalam kondisi yang menyisakan tanda tanya. 

Baca juga: Haji Uma Bantu Pulangkan Jenazah Guru SD Asal Gayo Lues, Selama Ini Tugas di Desa Terpencil Riau

Almarhumah yang berasal dari Desa Bale Bujang, Kecamatan Lut Tawar itu sebelumnya berniat pulang ke kampung halamannya, namun tak pernah sampai.

Haji Uma Mendapat Informasi dari Tim di Malaysia

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Aceh, Haji Uma, mengatakan pihaknya menerima kabar meninggalnya Khasnaini pada Selasa (27/1/2026) dari tim di Malaysia. 

Usai menerima informasi tersebut, Haji Uma langsung menginstruksikan timnya untuk melakukan penelusuran dan mengurus proses pemulangan jenazah ke tanah air.

“Begitu kami menerima informasi dari keluarga dan tim Gabungan Aceh Bersatu (GAB) di Malaysia, kami langsung bergerak untuk memastikan identitas jenazah dan mengurus seluruh proses pemulangan.

Insya Allah besok sore jenazah akan tiba di Bandara Kualanamu, Medan, sebelum dipulangkan ke Takengon,” ujar Haji Uma.

Khasnaini Berencana Pulang Namun Tak Pernah Sampai

Berdasarkan keterangan keluarga, Khasnaini pada Jumat (16/1/2026), berniat pulang ke Aceh. 

Namun, paspornya ditahan oleh majikannya di Johor, tempat ia bekerja sebagai penjual kue di kawasan pusat perbelanjaan. 

Karena tidak memegang dokumen, almarhum memilih pulang melalui jalur tidak resmi.

Pada hari itu, Khasnaini masih sempat berkomunikasi dengan keluarga.

Sekitar pukul 19.30 waktu setempat, ia dijemput seorang agen yang menjanjikan akan membawanya dari Johor menuju Batam. 

Baca juga: 5 Pekerja Migran Indonesia Ditembak di Laut Malaysia Terungkap, 2 Asal Aceh, Begini Kata Haji Uma

Keluarga diminta mentransfer uang Rp 2,5 juta untuk biaya kepulangan.

Setelah itu, komunikasi dengan Khasnaini terputus dan nomor teleponnya tidak lagi aktif.

Khasnaini Ditemukan Meninggal, Luka Sobek di Tubuh

Keluarga kemudian berupaya mencari informasi ke berbagai pihak, termasuk Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dan jaringan pertemanan Khasnaini di Malaysia, namun tidak memperoleh kabar. 

Hingga akhirnya beredar informasi adanya jenazah Warga Negara Indonesia (WNI) di salah satu rumah sakit di Johor.

Tim Haji Uma mendatangi rumah sakit tersebut, melakukan pengecekan dan mengonfirmasi identitas jenazah kepada keluarga. 

Hasilnya, dipastikan jenazah tersebut adalah Khasnaini Mahara.

Haji Uma mengungkapkan, kondisi jenazah menimbulkan banyak kejanggalan.

Terdapat luka sobek di beberapa bagian tubuh, termasuk di mata dan pelipis.

Informasi awal menyebutkan almarhum diduga jatuh dari kapal dan terkena baling-baling. 

Namun, jenazah ditemukan di pinggir pantai dengan tas dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) masih utuh berada di dekat tubuhnya, sementara telepon genggamnya tidak ditemukan.

“Kondisi ini tentu menimbulkan kecurigaan. Kalau benar jatuh dari kapal dan terkena baling-baling, bagaimana mungkin barang-barang pribadi seperti tas dan KTP masih utuh berada di samping jenazah. Ini harus ditelusuri sampai terang,” kata Haji Uma.

Proses Pemulangan Jenazah

Untuk mempercepat pemulangan, Haji Uma memutuskan agar proses hukum tidak dilakukan di Malaysia terlebih dahulu agar jenazah tidak tertahan lebih lama. 

Penelusuran akan dilakukan di Indonesia, terutama terhadap pihak agen dan rekening yang menerima transfer uang dari keluarga korban.

Total biaya pemulangan jenazah, termasuk kargo dari Johor ke Bandara Kualanamu, sebesar Rp 22 juta.

Dari jumlah tersebut, keluarga menanggung Rp 17 juta, sementara Rp 5 juta ditanggung langsung oleh Haji Uma.

Baca juga: Haji Uma Jemput 3 Warga Aceh Korban Perdagangan Orang yang Dipulangkan dari Laos

Dalam proses pemulangan ini, Haji Uma bersama keluarga juga dibantu jaringan relawan masyarakat Aceh di Malaysia yang tergabung dalam Gabungan Aceh Bersatu (GAB) untuk mengurus administrasi dan koordinasi di lapangan.

Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh turut dilibatkan untuk memfasilitasi ambulans dari bandara hingga ke rumah duka di Takengon.

Jenazah almarhum dijadwalkan tiba di Bandara Kualanamu pada Rabu (28/1/2026) pukul 16.00 WIB, menggunakan pesawat Malaysia Airlines.

Jenazah akan diterima oleh staf DPD RI untuk Sumatera Utara, Fajrin, sebelum selanjutnya diberangkatkan ke rumah duka di Takengon.

Haji Uma menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, khususnya Ketua GAB Tgk Junaidi beserta tim, BP3MI Aceh, serta seluruh relawan dan masyarakat Aceh di Malaysia yang ikut berkontribusi dalam pemulangan almarhum.

Ia juga menegaskan bahwa kematian Khasnaini Mahara tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa kejelasan. 

Haji Uma berkomitmen mengawal kasus ini bersama aparat penegak hukum (APH) agar kebenaran terungkap dan keadilan diperoleh keluarga korban, sekaligus sebagai bentuk perlindungan bagi pekerja migran Indonesia di luar negeri. (*)

Baca juga: Anggota DPD RI Haji Uma Selamatkan Warga Aceh yang Dipaksa Kerja pada Perusahaan Judi Online Kamboja

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.