Sosok Kombes Abdul Waras yang Beri Motor Kakek Suderajat Usai Viral Tuduhan Es Gabus Pakai Spons
January 28, 2026 01:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Inilah sosok Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras yang memberikan motor dan modal usaha kepada Suderajat (49), pedagang es gabus yang dituduh menggunakan bahan spons.

Sikap Kapolres Metro Depok menuai sorotan mengingat kasus ini tidak berada di wilayahnya, namun Polres Metro Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Suderajat atau biasa disapa kakek Suderajat mengaku dianiaya oknum anggota Polri dan TNI di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (24/1/2026).

Akibat penganiayaan itu, bahu kanan dan pipi kakek Suderajat terluka.

Setelah kasus ini mencuat, Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras mendatangi rumah Suderajat di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Selasa (27/1/2026) sore.

Baca juga: Buntut Pengakuan Kakek Suderajat Dianiaya TNI dan Polisi usai Dituduh Buat Es Gabus Pakai Spons

Kakek Suderajat bersama istri dan kelima anaknya tinggal sementara di kontrakan, sebab rumahnya sedang direnovasi setelah plafon ambruk.

Abdul mengatakan, kedatangannya merupakan bentuk kepedulian polisi karena Suderajat tinggal di wilayah hukum Polres Metro Depok.

Tak lama kemudian, satu unit motor Yamaha Mio warna hijau tosca diantarkan ke teras rumah.

Abdul juga memberikan satu amplop berisikan uang tunai untuk modal usaha.

"Dan hari ini, kami hadir di sini untuk bisa sedikit memberikan bantuan kepada Beliau. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk usaha beliau. (Berikan) motor dengan sedikit modal usaha untuk beliau," ujar Abdul di lokasi, Selasa.

Abdul mendatangi rumah kontrakan Suderajat didampingi Kapolsek Bojonggede AKP Abdullah dan Kasat Lantas Polres Metro Depok AKBP Joko Sembodo.

Abdul mengatakan, terkait dengan polisi yang menyebut barang dagangan Suderajat menggunakan spons, hal tersebut diserahkan ke Polres Jakarta Pusat.

“Kalau untuk yang lain-lain (penyelidikan dan kelanjutan perkara), itu nanti dari Polres Jakarta Pusat,” sambungnya.

Sementara, Suderajat berterima kasih atas pemberian modal usaha dan motor.

Dia mengaku akan terus berdagang es gabus.

Namun, Suderajat merasa khawatir komentar negatif dari anak-anak yang mungkin melabeli dagangannya sebagai “es racun” usai kejadian viral tersebut.

“Saya sih mau dagang es kue lagi, takutnya saya dua kali, empat kali, takut digebuk pakai kayu atau apa itu. Entar saya mati konyol,” tutur Suderajat.

Pernyataan itu lekas direspons oleh Abdul bahwa Suderajat dipastikan aman dan bisa berjualan kembali seperti semula.

Siapakah Kombes Abdul Waras?

Kombes Abdul Waras lahir di Tuban, Jawa Timur pada 26 November 1976. 

Ia alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 Batalyon Endra Dharmalaksana.

Kombes Abdul Waras diketahui telah menempati sejumlah jabatan strategi di instansi Polri. 

Ia mengawali jejak karier di Polda Gorontalo dari 2000-2004.

Penempatan awal dimulai menempati jabatan sebagai Kanit I Satreskrim Polresta Gorontalo, dilanjutkan Kaur Bin Ops Satlantas Polresta Gorontalo, Ps. Kasatlantas Polres Gorontalo, dan Kasatlantas Pahuwato Gorontalo.

Kemudian, Kombes Abdul Waras melanjutkan karier kepolisiannya di Polda Lampung dan sempat menduduki jabatan strategis, mulai sebagai Kapolsek Kalianda Polres Lampung Selatan pada 1 Agustus 2006, Kapolsekta Telukbetung Utara (8 Januari 2007), Kapolsek Tanjungkarang Barat (3 Juni 2008).

Setahun kemudian, Abdul dipercaya menjabat Kasatreskrim Polres Metro (27 Februari 2009), Ka Induk II Sat PJR Ditlantas Lampung (21 November 2009), Kasatlantas Polres Lampung Tengah (24 November 2009), Kasatlantas Polres Tulang Bawang (30 Maret 2010). 

Kemudian Kasi Prasjak Subdit Dikyasa Ditlantas Lampung (23 September 2010), Kasatlantas Poltabes Bandar Lampung (24 April 2012), Kasi STNK Subdit Min Regident Ditlantas Lampung (23 Juni 2014), dan Kasi BPKB Subdit Regident Ditlantas Lampung (14 April 2015).

Pascamelanjutkan Sespim Polri pada 2015, Kombes Abdul Waras menjabat Kadensis PPSS Korbintarsis Akpol (4 Desember 2015). 

Lalu pindah sebagai Kapolres Wonosobo (16 November 2017) dan dilanjutkan Kapolres Batang. 

Kemudian Kombes Abdul Waras mendapatkan promosi jabatan menduduki posisi Waka SPN Polda Jawa Tengah, Kapolresta Bandar Lampung, dan kini sebagai Kapolres Metro Depok.  

Kombes Pol Abdul Waras mulai menjabat sebagai Kapolres Depok sejak tahun 2024.

Ia menggantikan posisi Kombes Arya Perdana yang dimutasi menjadi Kapolrestabes Makassar.

Diketahui, Abdul menikahi Neeva Nodra Basumbul pada 23 September 2001. 

Keduanya telah dikaruniai tiga orang putra. Antara lain, M. Rangga Adiyatma Anabva, M. Rafif Adinata Anabva, dan M. Ragil Aditama Anabva.

Ingat Sosok Ayahnya

Bukan tanpa alasan Kombes Abdul Waras memberikan bantuan ke kakek Suderajat. 

Menurutnya, hal itu dilakukan  sebagai bentuk empati terhadap warga yang terdampak peristiwa viral dugaan penjualan es gabus berbahan spons di Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Beliau warga saya, wilayah administrasi masuk Bogor tapi wilayah hukum masuk Polres Depok,” ucap Abdul kepada Kompas.com, Selasa (27/1/2026).

Abdul mengaku, pertemuan tersebut juga memiliki makna personal baginya.

Sosok Suderajat mengingatkannya pada mendiang ayahnya yang semasa hidup berjualan keliling.

“Keingat almarhum bapak waktu masih saya kecil jualan keliling pakai sepeda, subuh sudah berangkat lalu pulang di waktu maghrib,” ujar Abdul.

Kronologi Kasus Kakek Suderajat

ES JADUL - (kiri ke kanan) Tangkap layar momen Kakek Suderajat didatangi aparat yang mengklarifikasi soal tudingan jualan pakai bahan spons. 
Ilustrasi es kue jadul
ES JADUL - (kiri ke kanan) Tangkap layar momen Kakek Suderajat didatangi aparat yang mengklarifikasi soal tudingan jualan pakai bahan spons. Ilustrasi es kue jadul (istimewa)

Kasus ini berawal saat warga bernama M. Arief Fadillah (43), seorang wiraswasta yang tinggal di Utan Panjang III, Kemayoran, Jakarta Pusat, melaporkan dugaan penjualan makanan berbahaya berupa es gabus berbahan spons lewat call center 110 pada Sabtu (24/1/2026).

Pedagang yang dilaporkan bernama Suderajat (49) beralamat di Kampung Panjang, Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat.

Suderajat dilaporkan menjual es kue, es gabus, agar-agar, coklat meses, dan sisa kue yang sempat dibeli pelapor.

Es yang diperdagangkan disebut mengandung Polyurethane Foam (PU Foam) atau biasa dikenal sebagai material busa kasur maupun spons untuk mencuci.

Usai mendapat laporan, tim piket Reskrim Polsek Kemayoran mendatangi lokasi di wilayah Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, untuk menindaklanjuti pengaduan.

“Barang dagangan milik pedagang kami amankan untuk diuji lebih lanjut, karena keselamatan masyarakat adalah prioritas,” ujar kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (25/1/2026).

Setelah dipastikan tidak ada bahan berbahaya, Suderajat dipulangkan ke rumahnya di Depok.

Kepolisian juga memberikan penggantian uang atas barang dagangan yang diamankan selama proses pemeriksaan.

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.