TRIBUN-SULBAR.COM – Isu reshuffle jilid V Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kembali menguat.
Berdasarkan informasi yang beredar, terdapat tujuh menteri yang disebut-sebut akan diganti Presiden Prabowo, yakni:
Baca juga: Bocoran Reshuffel Jilid 5 Kabinet Merah Putih, Ponakaran Prabowo Calon Menteri Luar Negeri
Menko PMK Pratikno
Menteri Luar Negeri Sugiono
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono
Kepala Kantor Staf Presiden Muhammad Qodari
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid
Menteri HAM Natalius Pigai
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri
Salah satu posisi yang santer dikabarkan akan mengalami pergantian adalah Menteri Luar Negeri.
Menlu Sugiono disebut bakal digantikan oleh Budisatrio Djiwandono, politisi Partai Gerindra yang juga merupakan ponakan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Nama Budisatrio Djiwandono mencuat setelah Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, melontarkan pernyataan bernada canda yang menyiratkan kemungkinan Budisatrio berpindah dari legislatif ke eksekutif.
Pernyataan tersebut memicu spekulasi publik terkait kemungkinan penunjukan Budisatrio sebagai menteri atau pejabat setingkat menteri di Kabinet Prabowo.
Namun saat dikonfirmasi, Wakil Ketua Komisi I DPR RI itu menegaskan dirinya masih fokus menjalankan tugas di DPR.
“Nggak tahu, makanya tanyakan pada Pak Utut. Tugas kita tetap sekarang di Komisi I,” kata Budisatrio di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Ia menegaskan belum ada rencana meninggalkan DPR RI untuk bergabung ke pemerintahan.
Budisatrio Djiwandono memiliki nama lengkap Gerardus Budisatrio Djiwandono.
Ia lahir di Jakarta pada 25 September 1981.
Budisatrio merupakan putra dari Joseph Sudrajad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo, kakak kandung Presiden Prabowo Subianto.
Ia juga merupakan adik dari Thomas Djiwandono, mantan Wakil Menteri Keuangan yang kini menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Pendidikan
SMA: Berkshire School, Amerika Serikat
Perguruan Tinggi: Clark University, Amerika Serikat
Fokus studi: Government and International Relations
Karier Politik
Karier politik Budisatrio dimulai melalui organisasi sayap Partai Gerindra, Tunas Indonesia Raya (TIDAR).
Wakil Ketua Umum TIDAR (2008–2016)
Ketua Bidang Investasi dan Pasar Modal DPP Gerindra (2012)
Ketua DPD Gerindra Kalimantan Utara (2015–2018)
Anggota Dewan Pembina DPP Gerindra (2020–2025)
Ketua Bidang Pertanian DPP Gerindra (2020–2025)
Organisasi
Budisatrio juga aktif di dunia olahraga dan kepemudaan:
Bendahara Umum PP Perbasi (2015–2016)
Sekretaris Jenderal PP Perbasi (2016–2019)
Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia (2021–2025)
Pengalaman Bisnis
Selain politik, Budisatrio memiliki rekam jejak di sektor bisnis, di antaranya:
Wakil Direktur Utama PT Nusantara Energy
Wakil Direktur Utama PT Kertas Nusantara
Direktur Utama PT Nusantara Pandu Energi
Direktur Utama PT Kurnia Tidak Abadi
Komisaris PT Satrio Putra Tidar
Karier di DPR RI
Budisatrio mulai menjabat sebagai anggota DPR RI sejak 2019.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI (2019–2024)
Wakil Ketua Komisi I DPR RI (2024–sekarang)
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2024:
Total kekayaan: Rp44.042.831.803
Total utang: Rp25.959.895.077
Kekayaan bersih: Rp18.082.936.726
Rincian Aset
Tanah dan bangunan di Jakarta Selatan: Rp22.792.000.000
Mobil Honda sedan tahun 2019: Rp600.000.000
Harta bergerak lainnya: Rp3.645.000.000
Surat berharga: Rp15.030.000.000
Kas dan setara kas: Rp1.975.831.803