Vokasi IPB dan APPSI Gelar Diskusi Intensif, Antisipasi Lonjakan Ternak
Berita IPB January 28, 2026 12:00 PM
Lonjakan permintaan terhadap komoditas hewan kurban selama Idulfitri dan Iduladha menuntut pengawasan kesehatan dan regulasi yang lebih kuat. Menyikapi hal tersebut, Sekolah Vokasi bersama Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) menyelenggarakan Seminar Nasional APPSI Season 1.
Dalam kesempatan ini, Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Dr drh Hendra Wibawa menegaskan bahwa regulasi lalu lintas ternak kurban menjadi aspek yang sangat penting.
“Berkaca di tahun 2025, terdapat 36.381 permohonan lalu lintas ruminansia di seluruh Indonesia. Permohonan tertinggi memang terjadi mendekati Iduladha, yaitu pada bulan Mei tahun 2025 lalu sebanyak 5.003 permohonan serta menjelang Idulfitri di bulan Maret sebanyak 4.109 permohonan,” ia menjelaskan.
Sementara itu, Dekan Sekolah Vokasi IPB University, Dr Aceng Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi vokasi dalam mendukung keberlanjutan sektor peternakan nasional, khususnya menjelang Iduladha.
“Alhamdulillah setiap tahun, pasca-Iduladha, kami memastikan kesehatan ternak tetap terjaga. Kami terus mendorong keterlibatan dosen dengan para peternak terutama dalam aspek kesehatan ternak, pengembangan SDM (sumber daya manusia) lapangan, serta inovasi termasuk peningkatan kualitas pakan sapi lokal melalui pengelolaan hijauan dan pemilihan indukan yang baik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya keberlanjutan kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi, asosiasi peternak, dan pemangku kepentingan terkait dalam mendorong peningkatan kualitas peternakan sapi lokal.
“Saya berharap upaya ini dapat terus berkembang dan memberi manfaat nyata bagi para peternak khususnya di Jawa Barat serta melahirkan inovasi yang semakin memperkuat daya saing peternakan sapi lokal,” lanjutnya.
Ketua APPSI DPD Jawa Barat, Subhan Bila Adam, menyoroti pentingnya dukungan kebijakan pemerintah bagi peternak ruminansia. Ia menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat membantu keberlanjutan usaha peternakan.
“MBG saat ini sangat membantu para peternak dalam mendukung keberlanjutan usaha peternakan. Namun program ini masih lebih dominan menyasar peternakan unggas, sehingga kami berharap kepada pihak Dinas Jawa Barat agar dapat mendorong kebutuhan ruminansia di MBG dan memberikan dukungan pakan ternak kepada peternak ruminansia khususnya komoditas sapi di Jawa Barat,” ucapnya. (*/Rz)