Dari Tiga Hektare, Hasil Panen Jagung Petani di Bentok Kampung Kabupaten Tanahlaut Ini Tembus 15 Ton
January 28, 2026 01:02 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pengembangan jagung di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), terus berdetak. Termasuk yang dikembangkan oleh Polres setempat.

Bahkan pada Selasa kemarin dilakukan pemanenan di lahan seluas tiga hektare milik Yani, warga Desa Bentok Kampung, Kecamatan Bati-bati,.

Hasilnya sebanyak 15 ton. Ini menjadi potret kecil keberhasilan pendampingan Polri terhadap petani di tingkat desa.

Panen dilakukan bersama jajaran Polsek Bati-bati Polres Tanah Laut. Dengan produktivitas rata-rata 5 ton per hektare, jagung hasil panen tersebut langsung diserap pengepul dengan harga Rp 4.300 per kilogram, sebelum disalurkan ke pabrik pakan ternak PT Japfa Comfeed di Kecamatan Bati-bati.

Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kapolsek Bati-bati AKP M Afiannor mengatakan, kehadiran Polri di tengah petani bukan hanya simbolis.

"Lebih dari itu  pendampingan berkelanjutan untuk mendorong produktivitas dan memastikan hasil panen terserap pasar dengan harga yang layak," sebutnya, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: Update Kasus Tenaga Kerja Ilegal dari Terduga Calo Tanahlaut: 1 Kabur, 1 Terlanjur ke Arab Saudi

Baca juga: Fakta 5 Calon Tenaga Kerja Kalsel Diselamatkan di Bogor, 4 Lainnya Kabur Tetap Ingin ke Arab Saudi

Pihaknya juga menginginkan petani merasakan langsung manfaat dari program ketahanan pangan. Ketika panen bagus dan harga stabil, kesejahteraan petani ikut meningkat.

Panen di Bentok Kampung ini menjadi bagian dari rangkaian program penguatan jagung yang terus digencarkan Polres Tanah Laut dan Polda Kalimantan Selatan. 

Sebelumnya, Polda Kalsel mencatat pengembangan jagung di berbagai wilayah dengan estimasi panen mencapai puluhan ribu ton pada kuartal I 2026, meski baru memenuhi sekitar 20–25 persen kebutuhan jagung daerah.

Di Tala, jagung menjadi salah satu komoditas unggulan. Data penyuluh pertanian menunjukkan, produktivitas jagung di sejumlah kecamatan, termasuk Bati-bati dan Pelaihari, berada di kisaran 5 hingga 8 ton per hektare, tergantung kondisi lahan dan musim tanam.

Afiannor mengatakan Polsek Bati-bati akan terus mendorong keterlibatan petani dalam program jagung melalui pendampingan, koordinasi pemasaran, serta sinergi dengan pihak terkait.

“Pertanian yang kuat akan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dan kamtibmas. Karena itu, Polri hadir mendampingi masyarakat, khususnya petani,” katanya.

Melalui panen jagung skala desa seperti di Bentok Kampung ini, diharapkan semangat petani terus terjaga, sekaligus memperkuat kontribusi Kabupaten Tanah Laut sebagai salah satu sentra jagung di Kalimantan Selatan.

(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.