SERAMBINEWS.COM - Isu reshuffle Kabinet Merah Putih kembali menguat dalam beberapa waktu terakhir.
Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan segera melakukan perombakan susunan menteri di lingkaran pemerintahannya.
Jika kabar tersebut terealisasi, maka reshuffle kali ini akan menjadi yang kelima sejak Prabowo resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024.
Reshuffle kabinet merupakan langkah konstitusional presiden untuk melakukan perubahan atau penyegaran dalam jajaran menteri.
Kebijakan ini biasanya dilakukan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan, menyesuaikan kebutuhan politik, atau merespons dinamika nasional yang berkembang.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Istana Kepresidenan terkait waktu maupun daftar menteri yang akan diganti.
Namun, menguatnya isu reshuffle kembali memicu spekulasi mengenai evaluasi kinerja kabinet di awal masa pemerintahan Prabowo Subianto.
Baca juga: Pabrik Sandal Swallow di Medan Terbakar, Asap Hitam Membubung dan Ledakan Picu Kepanikan Warga
Berikut daftar 7 nama menteri/anggota kabinet yang dikabarkan akan direshuffle:
Lalu apa kata mereka yang dikabarkan akan kena reshuffle?
Sugiono merespons lewat senyum saat ditanya terkait isu reshuffle kabinet yang mencuat kembali.
Dia mengaku belum mendengar kabar tersebut.
"Saya baru dengar," kata Sugiono di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Dia mengatakan pertanyaan mengenai reshuffle seharusnya ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Saat kembali ditanyai soal isu reshuffle menyusul Thomas Djiwandono yang resmi disahkan jadi Deputi Gubernur BI, dia menegaskan hal tersebut adalah wewenang Presiden.
Kemudian, Sugiono masuk ke mobilnya dan meninggalkan Kompleks Parlemen Senayan.
"Itu tanya, itu pertanyaannya harusnya ditujukan ke Presiden. Itu kan hanya Presiden yang reshuffle. (Awal Februari reshuffle) saya belum dengar," tandasnya.
Baca juga: Senjata Hamas Dilucuti, Netanyahu Tetap Tolak Negara Palestina dan Bangun Kembali Gaza
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid bungkam ketika ditanya kabar mengenai Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle kabinet.
Meutya bersama jajaran Kementerian Komdigi baru saja melakukan peluncuran Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital tentang Registrasi Biometrik: SEMANTIK (SEnyum, aMAN dengan BiomeTrIK) di Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
Usai melakukan peluncuran, ia sempat berkeliling ke berbagai booth operator seluler yang ada.
Tak lama setelah itu, Meutya pun memberikan keterangan pers mengenai peluncuran yang baru ia lakukan.
Meutya melayani beberapa pertanyaan sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.
Wartawan Tribunnews kemudian mendekati politikus Partai Golkar tersebut.
"Bu, presiden kabarnya mau reshuffle itu bagaimana?" tanya wartawan Tribunnews kepada Meutya.
Meutya yang kala itu menggunakan pakaian serba cokelat, sempat melihat kepada wartawan Tribunnews dengan senyum yang lebar.
Namun, ketika dilontarkan pertanyaan tersebut, ia membuang muka dan langsung berjalan menjauh.
Salah seorang pengawal Meutya menghalangi wartawan Tribunnews untuk bertanya lebih lanjut.
Meutya akhirnya keluar dari Sarinah dan pergi meninggalkan lokasi menggunakan mobilnya yang berwarna putih.
Selain beredar nama menteri/anggota kabinet yang dikabarkan akan direshuffle, ada pula nama-nama yang dikabarkan akan masuk menjadi anggota kabinet.
Berikut daftarnya:
Nama Budisatrio Djiwandono ikut mencuat setelah Utut Adianto melontarkan pernyataan bernada canda yang menyiratkan Budi akan beralih dari legislatif ke eksekutif.
Pernyataan tersebut memicu spekulasi publik mengenai kemungkinan penunjukan Budi sebagai menteri atau pejabat setingkat menteri.
Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budisatrio Djiwandono, menegaskan jika dirinya masih tetap bertugas di Komisi I DPR RI sebagai salah satu pimpinan.
Hal itu ditegaskan Budi menanggapi kabar dirinya disebut bakal menjadi bagian eksekutif atau pemerintahan di Kabinet Presiden Prabowo Subianto.
Legislator Gerindra itu mengaku tak mengerti mengapa dirinya bisa dikabarkan akan meninggalkan DPR dan menjadi bagian eksekutif.
"Nggak tahu, makanya tanyakan pada Pak Utut (Utut Adianto--Ketua Komisi I DPR). Tugas kita tetap sekarang di Komisi I," kata Budi ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Dia menegaskan, dirinya masih fokus terhadap tugas sebagai Pimpinan Komisi I DPR.
Pos lain yang diisukan mengalami pergantian adalah Kementerian Komunikasi dan Digital.
Nama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Angga Raka Prabowo digadang bakal menjadi Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid.
Meutya Hafid sendiri bungkam ketika ditanya kabar mengenai Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle kabinet.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya telah buka suara soal sosok yang akan menggantikan Thomas Djiwandono sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Thomas sudah terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) di Komisi XI DPR RI, Senin (27/1/2026).
Menurut Purbaya, Juda Agung merupakan calon terkuat untuk menjadi Wamenkeu.
Purbaya tak menampik adanya isu tukar guling jabatan, Thomas menjadi Deputi Gubernur BI dan Juda Agung menjadi Wakil Menteri Keuangan.
"Kelihatannya. Saya sudah ketemu dengan beliau (Juda) dan kelihatannya dia calon, salah satu calon yang kuat," kata Purbaya saat ditemui di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
Juda Agung sendiri dikenal sebagai seorang ekonom senior dan bankir sentral yang saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia untuk periode 2022–2027.
Sebelum menduduki posisi strategis tersebut, ia meniti karier panjang di Bank Indonesia sejak tahun 1991 dan sempat memegang berbagai jabatan krusial, seperti Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial serta Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF) mewakili South-East Asia Voting Group.
Lulusan doktor dari University of Birmingham ini dikenal memiliki keahlian mendalam di bidang kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, dan pengembangan ekonomi hijau.
Kalau ini terjadi, artinya Prabowo melakukan 5 kali reshuffle terhitung sejak dilantik pada 20 Oktober 2024 lalu.
Sepanjang tahun 2025 lalu tercatat sudah 4 kali Prabowo reshuffle kabinet dengan berbagai alasan mulai dari pergantian menteri hingga penataan ulang struktur pemerintahan.
Tidak hanya posisi menteri dan wakil menteri, Prabowo juga melakukan pergantian sejumlah kepala lembaga.
Berikut daftarnya:
Prabowo melakukan perombakan pertama Kabinet Merah Putih pada 19 Februari 2025.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro dicopot dan diganti oleh Brian Yuliarto.
Selain melantik Brian Yuliarto, Prabowo juga melantik sejumlah pimpinan badan, yaitu Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Daftar reshuffle pertama:
Presiden Prabowo melakukan reshuffle besar di lima kementerian strategis pada September 2025.
Momen tersebut terjadi setelah gelombang demo besar-besaran terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Agustus 2025.
Daftar reshuffle kedua:
Pada bulan September 2025, Prabowo kembali melantik sejumlah nama.
Reshuffle ketiga ini dilakukan Prabowo pada 17 September 2025.
Termasuk pelantikan tiga menteri dan tiga wakil menteri.
Daftar reshuffle ketiga:
Pada 8 Oktober 2025, Prabowo melantik sejumlah pejabat di Istana Kepresidenan.
Antara lain dua wakil menteri, yaitu Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) dan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes).
Selain itu, di saat yang sama Prabowo melantik Duta Besar untuk negara sahabat, asisten khusus, hingga Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN.
Daftar reshuffle keempat: