TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) di Rutan Kelas IIB Negara, Jembrana, sudah berjalan dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu garapan dari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) adalah produksi kerajinan alat musik bernama Kalimba.
Dalam sehari, dua hari pengerjaan, mereka ditarget menyelesaikan sedikitnya 200 pcs alat musik berbahan dasar batok kelapa ini.
Selain penggarapan kerajinan alat musik, program SAE di Rutan Negara ini memiliki banyak Pokja pembinaan.
Baca juga: Panen Peternakan Rutan Kelas IIB Negara Disumbangkan ke Wilayah Terdampak Bencana Sumatera
Mulai dari kategori industri manufaktur yakni kerajinan batok (kalimba) dan mebel.
Kemudian ada kategori Agribisnis yang khusus bekerja di peternakan kambing, sapi, babi, hingga berbagai jenis unggas.
Serta kategori perikanan dan hortikultura seperti budidaya lele, gurami, perkebunan, dan lainnya.
Kasubsi Pelayanan Tahanan (Yantah) Rutan Kelas IIB Negara, Nyoman Tulus menjelaskan, penggarapan alat musik Kalimba ini dilakukan sesuai kerja sama yang dilakukan pihak Rutan Negara dengan pihak ketiga.
Kemudian warga binaan yang dilibatkan mengerjakannya di lokasi program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) di Rutan.
"Kami hanya membuat barang setengah jadi, nanti akan dilanjutkan oleh mereka (pihak ketiga). Mulai dari melukisnya dan serta alat (nada) musiknya," jelas Nyoman Tulus saat dikonfirmasi, Selasa 27 Januari 2026.
Dia menyebutkan, yang bekerja khusus atau melakukan penggarapan alat musik Kalimba tersebut sebanyak empat orang. Mereka sudah bekerja dalam setahun belakangan ini.
Di setiap harinya, mereka selalu melakukannya dengan teliti.
Mulai dari pemilihan batok kelapa berkualitas, pengamplasan, hingga tahap finishing awal.
Meski dilakukan di dalam jeruji besi, produktivitas para warga binaan ini tergolong tinggi.
"Dalam sehari, dua hari kita bisa ditarget sebanyak 200 pcs. Itu tergantung dari pihak ketiga. Karena kita hanya menggarap setengah jadinya saja," sebutnya.
Selanjutnya, kata dia, pihak ketiga bakal mengambil hasil garapan WBP untuk dilakukan finishing seperti melukis hingga mengisi nada musiknya pada alat berbahan dasar batok kelapa tersebut.
"Barang ini (kalimba) bakal diekspor ke Africa. Kami tentunya sangat bangga bisa dilibatkan dan bisa memberi sumbangsih bagi kerajinan yang digarap bahkan sampai dijual di luar negeri," tandasnya.