Penjual Es Kue di Bogor yang Difitnah Hidup Susah, Tinggal di Rumah Reyot, Kini Dibantu Dedi Mulyadi
January 28, 2026 01:04 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Di balik viralnya kasus penjual es kue yang difitnah oknum aparat, tersimpan kisah pilu yang telah lama dijalani Suderajat, warga Bogor.

Pria berusia 50 tahun itu selama puluhan tahun bergulat dengan kerasnya hidup demi menghidupi keluarganya.

Suderajat harus berjuang bersama sang istri dan lima orang anak dalam kondisi serba kekurangan.

Ia tinggal di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, dengan kehidupan yang jauh dari kata layak.

Saat ditemui, raut wajahnya tampak letih ketika menceritakan perjalanan hidupnya yang penuh keterbatasan.

Setiap hari sebelum matahari terbit, Suderajat sudah meninggalkan rumah untuk mencari nafkah.

Ia mengambil es kue dari pemasok di wilayah Depok sebelum berangkat berjualan.

Dari Bogor, ia menuju Depok lalu berkeliling hingga Jakarta untuk menjajakan dagangannya.

Hingga sore hari, Suderajat terus berjualan tanpa mengenal lelah.

Pekerjaan sebagai penjual es kue itu telah ia tekuni selama kurang lebih 30 tahun.

PENJUAL ES VIRAL - Penjual es gabus Suderajat alami luka bahu dan pipi serta trauma usai diduga dianiaya oknum aparat (KOMPAS.com/DINDA AULIA RAMADHANTY)

Baca juga: Hasil Lab Aman, Sebagian Oknum Aparat yang Aniaya Suderajat Penjual Es Gabus Belum Meminta Maaf

Meski telah puluhan tahun bekerja keras, hasil yang didapat belum mampu mengubah kondisi hidup keluarganya.

Ia mengaku belum bisa memberikan kehidupan yang layak bagi istri dan anak-anaknya.

Suderajat bersama keluarganya diketahui menempati rumah reyot yang kondisinya nyaris ambruk.

Dinding dan kayu penyangga rumahnya sudah lapuk dimakan usia.

Beruntung, pria yang akrab disapa Jajat itu sempat mendapatkan bantuan renovasi dari pihak desa.

Ketua RW setempat, M Ali Akbar, menjelaskan bahwa bantuan tersebut diberikan sebelum kasus Jajat viral.

"Bantuan dari desa ini sebelum kejadian viral, kejadian viralnya kan kalau gak salah sabtu ya ini dari kamis udah ada bantuan ini," kata M Ali Akbar.

Ia menambahkan bahwa kondisi rumah Jajat memang sudah lama memprihatinkan.

"Udah semingguan lah, rumahnya emang lapuk kayu-kayunya, kebetulan dan dari desa turun (bantuan) alhamdulillah, kita pengurus RT dan RW sosial untuk pembangunannya, jadi kita tenaganya," sambungnya.

Tak hanya soal tempat tinggal, Jajat juga menyimpan kesedihan lain dalam hidupnya.

PENJUAL ES VIRAL  - Suderajat, penjual es kue yang difitnah oleh oknum aparat menunjukan sejumlah luka bekas penganiayaan yang dialaminya, Selasa (27/1/2026)
PENJUAL ES VIRAL - Suderajat, penjual es kue yang difitnah oleh oknum aparat menunjukan sejumlah luka bekas penganiayaan yang dialaminya, Selasa (27/1/2026) (TribunBogor/Muamarrudin Irfani)

Baca juga: Kondisi Suderajat Penjual Es Gabus Usai Dianiaya Oknum Polisi-Tentara, Trauma: Bahu dan Pipi Terluka

Ia tak mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga jenjang pendidikan tinggi.

Empat dari lima anaknya terpaksa putus sekolah karena keterbatasan biaya.

Sementara anak bungsunya saat ini masih duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar.

Anak ketiga Jajat, Zaitun, turut menceritakan kondisi keluarga mereka selama ini.

Ia mengungkapkan bahwa biaya hidup keluarga sepenuhnya ditanggung oleh sang ayah.

Menurut Zaitun, tak satu pun dari anak-anak Jajat yang berhasil lulus hingga SMA.

"Yang pertama dan kedua kerja di pasar, engga ada (yang tamat SMA)," kata Zaitun.

Zaitun juga mengakui dirinya hanya menamatkan pendidikan hingga SMP.

"Aku putus sekolah, tamat SMP ga lanjut SMA, karena biaya, baru setahun, baru lulus kemarin," imbuh Zaitun.

Saat ditanya soal keinginannya melanjutkan sekolah, Zaitun mengaku masih memiliki harapan besar.

Ia ingin kembali mengenyam pendidikan jika ada kesempatan.

Kabar baiknya, setelah kasus ayahnya viral, Zaitun disebut akan mendapatkan bantuan dari donatur untuk melanjutkan sekolah hingga kuliah.

Dalam video yang beredar luas, ia dituding oleh oknum polisi dan TNI menjual makanan berbahaya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Namun tuduhan tersebut terbantahkan setelah Labfor Polri dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan es kue yang dijual Suderajat aman untuk dikonsumsi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ((Dok. Pemprov Jabar))

Diundang Dedi Mulyadi

Usai kasus Suderajat difitnah oknum aparat viral, sosoknya jadi sorotan.

Tak cuma publik biasa, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kabarnya langsung bergerak cepat.

Gubernur yang karib disapa KDM itu disebut langsung mengundang Suderajat untuk berbincang di kediamannya.

Hal tersebut diungkap tetangga Suderajat dalam siaran langsung di akun TikTok dapur berkah sisulung.

Dilansir TribunnewsBogor.com, akun tersebut bercerita bahwa sudah ada tim KDM yang datang ke rumah Suderajat hari ini, Selasa (27/1/2026).

Kabarnya malam ini Suderajat akan ke rumah KDM guna menjelaskan kejadian yang menimpanya.

"Bapaknya iki (Suderajat) mau diundang KDM, disuruh main," kata pemilik akun dapur berkah sisulung.

(TribunNewsmaker.com/ TribunnewsBogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.