Dinas PUPR Kediri Prioritaskan 2 Proyek Infrastruktur, Akses Stadion dan Jembatan Cerme
January 28, 2026 05:14 PM

 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri bakal memfokuskan pembangunan dua titik infrastruktur yang menjadi sasaran utama pengguna jalan pada tahun 2026.

Kedua titik tersebut dinilai memiliki tingkat aktivitas dan kepentingan tinggi bagi mobilitas masyarakat.

Dua lokasi yang menjadi fokus pembangunan tersebut yakni akses jalan menuju Stadion Gelora Daha Jayati di Kecamatan Tarokan serta Jembatan Cerme yang menghubungkan Kecamatan Grogol dengan Desa Kalirong Kecamatan Tarokan.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama, mengatakan penetapan dua titik tersebut didasarkan pada tingginya intensitas lalu lintas serta kebutuhan mendesak masyarakat terhadap infrastruktur yang aman dan layak.

"Kalau proyek strategis ada dua mas, pembangunan jalan akses stadion tahap dua dan rehabilitasi Jembatan Cerme," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (28/1/2025).

Menurut Irwan, jalan akses Stadion Gelora Daha Jayati menjadi salah satu jalur yang banyak digunakan masyaraka serta menunjang pembangunan stadion tahap kedua. 

Baca juga: Pemkab Kediri Alokasikan Rp 58,5 Miliar untuk Lanjutkan Pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati

Oleh karena itu, pembangunan lanjutan dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Untuk mendukung proyek tersebut, Dinas PUPR Kabupaten Kediri mengalokasikan pagu anggaran sebesar Rp 3,45 miliar untuk pembangunan jalan akses stadion tahap dua. Namun, hingga saat ini detail pekerjaan masih dalam proses perencanaan.

Kepala Bidang Perencanaan Teknis Dinas PUPR Kabupaten Kediri, Agus Indarto menyampaikan bahwa perencanaan teknis tengah dimatangkan agar pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan pengguna jalan.

"Untuk detail pekerjaan jalan akses stadion tahap dua masih dalam tahap perencanaan," jelasnya.

Selain akses stadion, perhatian utama juga tertuju pada Jembatan Cerme yang selama ini menjadi jalur vital penghubung antarkecamatan. 

Kondisi jembatan yang rusak parah membuat arus lalu lintas terganggu dan membahayakan pengguna jalan.

Untuk rehabilitasi Jembatan Cerme, Pemkab Kediri menyiapkan anggaran sekitar Rp 2,5 miliar. Dalam rencana teknisnya, jembatan akan mengalami peninggian plat sekitar satu meter guna mengantisipasi luapan air sungai saat musim hujan.

"Selain peninggian plat, akan ada pengeprasan pilar supaya aliran air bisa mengalir lebih bebas dan tidak tertahan oleh struktur jembatan," ucap Agus.

Agus menambahkan, jembatan tersebut nantinya akan menggunakan desain baja beton komposit dengan panjang bentang mencapai 20,1 meter. Desain ini dipilih untuk meningkatkan daya tahan jembatan terhadap tekanan arus air dan beban kendaraan.

Diketahui sebelumnya, curah hujan tinggi pada Minggu (25/2/2024) lalu menyebabkan Sungai Hardisingat meluap hingga mengakibatkan sayap kiri Jembatan Cerme ambrol. Kejadian serupa juga sempat terjadi di sisi kanan jembatan dengan kerusakan mencapai lima meter.

Akibat kondisi tersebut, saat ini Jembatan Cerme hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Kendaraan roda empat tidak diperkenankan melintas karena rawan ambrol dan berisiko bagi keselamatan pengguna jalan.

Dinas PUPR Kabupaten Kediri berharap aksesibilitas dan keselamatan pengguna jalan dapat meningkat secara signifikan, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.