TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mendata dua unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Kabupaten Bantul, Selasa (27/1/2026) siang.
Kepala Bidang Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten Bantul, Antoni Hutagaol, mengatakan dua rumah yang terdampak ada di Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong dan Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden.
"Untuk satu rumah di Srihardono terdapat dua lembar plavon rontok dan satu rumah di Srigading mengalami tembok retak sepanjang dua meter," katanya, Rabu (28/1/2026).
Tidak ada korban dari kejadian itu, akan tetapi estimasi total kerusakan mencapai sekitar Rp500 ribu.
Selain itu, pihaknya juga memastikan tidak ada masyarakat yang mengungsi dikarenakan gempa bumi.
Senada, Sekretaris BPBD Bantul, Ribut Bimo Haryo Tejo, mengatakan tidak ada masyarakat yang mengungsi akibat kejadian gempa bumi magnitudo 5,5 yang mengguncang Pacitan, Jawa Timur dan magnitudo 4,5 yang mengguncang Bantul itu.
"Cuma ada beberapa tempat atau rumah (terdampak). Satu dinding rumah retak dan plafon jatuh satu rumah. Sementara ini, kita sudah menyebar forum pengurangan risiko bencana (FPRB) di 75 kalurahan," kata dia.
Baca juga: Bupati Bantul Siapkan BTT dan Ajak Masyarakat Mandiri Mitigasi Bencana
Dikatakannya dampak kerusakan dari kejadian gempa bumi itu tidak terlalu parah.
Namun, apabila dianggap membahayakan, pihak BPBD Bantul siap memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan material rumah maupun sebagainya.
Lebih lanjut, Bimo menyampaikan kehadiran FPRB di masing-masing kalurahan sebagai langkah cepat dalam melakukan mitigasi bencana dan menolong masyarakat yang terdampak bencana.
Di samping itu, pihaknya juga menyediakan anggaran belanja tak terduga (BTT).
Namun, ia belum bisa menyebutkan besaran total BTT yang digelontorkan.
"Kemarin ada kunjungan dari Komisi A DPRD DIY yang menyampaikan kepada kami bahwa pemerintah provinsi dengan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bantul akan memfokuskan kaitannya mitigasi bencana," ujar Bimo.
Pihaknya tetap berusaha melakukan asesment dari dampak-dampak yang ada dan terjadi di Kabupaten Bantul.
Artinya, tidak hanya gempa bumi saja, tetapi banjir, angin kencang, dan sebagainya juga menjadi perhatian BPBD Bantul dalam melakukan asesment.
"Yang jelas, masyarakat kami harap tenang dan seperti apa perkembangan-perkembangan situasi akan kami sampaikan kepada jajaran pemerintah dan masyarakat," tandas dia.(*)