Soal Independensi Bank Indonesia, Thomas Djiwandono: Saya Akan Buktikan Saat Kerja
January 28, 2026 07:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Thomas Djiwandono menilai, persepsi terkait independensi bank sentral menyusul masuknya dia di Bank Indonesia merupakan opini yang sah dalam ruang demokrasi.

Opini adalah pendapat, pandangan, atau penilaian seseorang terhadap suatu hal yang bersifat subjektif dan belum tentu bisa dibuktikan kebenarannya secara langsung.

"Gini, semua pertanyaan atau persepsi negatif atau persepsi yang seakan-akan bahwa independensi bank Indonesia dipertaruhkan itu saya anggap secara pribadi itu opini," kata Thomas saat Konferensi Pers di Kemenkeu, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: Jadi Deputi Gubernur BI Terpilih, Thomas Djiwandono Klaim Tidak Ada cawe-cawe Presiden Prabowo

Menurut Thomas, penilaian publik terhadap independensi BI tidak bisa hanya didasarkan pada asumsi atau latar belakang pribadi, melainkan harus dilihat dari kinerjanya saat menjalankan tugas nanti.

"Itu sah-sah aja, saya hanya bisa menjawabnya tadi pas saya saat kerja. Apapun yang saya katakan saat ini ini pasti, ah, apalah gitu," tegas dia.

Thomas menegaskan kembali komitmennya untuk menjaga independensi Bank Indonesia sebagaimana diatur dalam undang-undang. Ia menyebut hal tersebut juga telah ia sampaikan saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR RI.

"Saya tekankan agi-lagi hari ini ya, saya harus membuktikan dari saat saya bekerja, apakah akan ada saya mencoba merubah atau saya ditugaskan atau saya apalah," ucap Thomas.

Di sisi lain, Thomas tidak menampik bahwa dirinya memiliki latar belakang politik dan hubungan keluarga dengan Presiden Prabowo Subianto. Namun, Thomas meminta publik juga melihat rekam jejak profesionalnya sebelum terjun ke dunia politik.

"Yang saya tekankan adalah secara regulasi independensi itu ada, bahwa saya mempunyai latar belakang politik dan mengenai kedekatan keluarga itu fakta. Tapi saya juga ada rekam jejak profesionalisme dan itu hanya bisa dibuktikan nanti saat saya ada di sana," ungkap dia.

Sebelumnya, Thomas menegaskan komitmennya untuk menjaga independensi Bank Indonesia sebagai bank sentral, sekaligus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter.

Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers setelah disahkan menjadi Deputi Gubernur BI pada Rapat Paripurna DPR.

“Di sini saya sampaikan sekali lagi komitmen saya untuk menjaga independensi bank sentral, dan juga seperti yang saya sampaikan dalam proses fit and proper test, yaitu menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter,” kata Thomas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Pada kesempatan itu, Thomas juga menyampaikan terima kasih kepada DPR RI, khususnya kepada pimpinan dan seluruh anggota Komisi XI DPR RI yang telah melaksanakan proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sesuai ketentuan.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada DPR, dalam hal ini secara khusus kepada pimpinan Komisi XI dan seluruh anggota Komisi XI yang kemarin telah menguji saya melalui proses fit and proper test dengan baik,” kata Thomas.

Thomas menegaskan bahwa seluruh tahapan fit and proper test yang dijalaninya dilakukan dengan mengikuti aturan dan perundang-undangan yang berlaku.


“Saya melewati fit and proper test itu dengan mengikuti segala peraturan dan perundang-undangan yang sudah ada,” ucapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.