Whip Pink Berbahaya! Ini Deretan Kasus Kematian Gara-gara Gas Tertawa, Termasuk Mantan Drummer MCR
January 28, 2026 07:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Whip pink atau gas tertawa disebut-sebut dalam kematian selebgram Lula Lahfah.

Seperti diketahui, kekasih YouTuber Reza Arap itu ditemukan di apartemennya di Jakarta Selatan pada Rabu (28/1/2026), dan polisi mengamankan tabung berwarna pink yang disebut whip pink di lokasi kejadian. 

Hingga saat ini, Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa 10 saksi, sementara hasil laboratorium forensik atas barang bukti masih menunggu pengumuman resmi.

Polisi menegaskan agar masyarakat tidak berspekulasi tentang penyebab kematian sebelum hasil laboratorium keluar. 

Whip pink sendiri merupakan dinitrogen oksida (N₂O), gas tak berwarna yang lazim disebut gas tertawa karena efek euforia dan tawa yang ditimbulkannya jika dihirup.

Senyawa ini legal digunakan di industri kuliner, misalnya sebagai bahan pembuat whipped cream, namun disalahgunakan sebagai narkoba rekreasi dengan cara “ngebalon” dari tabung gas kecil.

Penyalahgunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen, kekurangan vitamin B12, dan bahkan kematian akibat hipoksia.

Berikut adalah beberapa kasus kematian yang terkait dengan penyalahgunaan gas tertawa di berbagai belahan dunia.

Joseph Benett

Joseph Benett, remaja 17 tahun dari Inggris, meninggal pada Oktober 2012 setelah mencoba menghirup nitrous oxide secara rekreasi.

Investigasi menemukan ia secara keliru menggunakan semprotan aerosol beracun, bukan gas tertawa murni, yang berakibat fatal.

Kasus ini menyoroti tren meningkatnya kematian akibat “narkoba legal” di kalangan remaja.

Meskipun kematian Benett melibatkan kesalahan penggunaan bahan kimia, gas tertawa tetap dikenal memiliki risiko sesak napas, masalah jantung, dan kerusakan saraf akibat kekurangan vitamin B12 jangka panjang.

Kasusnya menjadi peringatan bagi orang tua dan institusi pendidikan di Inggris untuk mengawasi penyalahgunaan inhalan.

Jordan Guise

Jordan Guise, kepala koki Inggris berusia 21 tahun, meninggal di Béziers, Prancis, pada Februari 2014 akibat overdosis nitrous oxide.

Koroner Prancis menetapkan kematiannya sebagai kecelakaan karena sesak napas akibat paru-paru kolaps.

Guise ditemukan tewas di apartemennya setelah bereksperimen dengan narkoba “legal high.” 

Ia sedang menantikan kelahiran anaknya, hanya dua hari sebelum kematiannya.

Kasus ini menekankan risiko nitrous oxide yang dapat membatasi oksigen ke otak dan memicu kematian, terutama jika digunakan di ruang tertutup.

Amy Leonard

Amy Leonard, 20 tahun, dari Bolton, Inggris, merekam dirinya sendiri di ambulans setelah mengalami efek samping penyalahgunaan nitrous oxide.

Dalam unggahan media sosialnya, ia menjelaskan risiko kerusakan saraf jangka panjang dan tekanan serius pada jantung dan paru-paru.

Beberapa hari kemudian, Leonard meninggal di rumah sakit pada 2 Oktober 2020.

Ibu Leonard menyatakan ingin meningkatkan kesadaran tentang bahaya gas tertawa, termasuk ke sekolah dan perguruan tinggi.

Kasus ini menyoroti efek jangka panjang dan bahaya penggunaan rekreasional nitrous oxide yang sering diremehkan.

Baca juga: Isu Ngebalon Whip Pink, Polisi Buka Suara soal Dugaan Lula Lahfah Meninggal karena Overdosis

PENYEBAB KEMATIAN LULA LAHFAH - Polisi akan mendalami isu yang beredar di media sosial terkait dugaan overdosis yang dialami Lula Lahfah hingga berujung pada kematian.
PENYEBAB KEMATIAN LULA LAHFAH - Polisi akan mendalami isu yang beredar di media sosial terkait dugaan overdosis yang dialami Lula Lahfah hingga berujung pada kematian. (Kolase TribunTrends/Instagram)

Ella Mercer

Ella Mercer, mahasiswi berusia 24 tahun, meninggal setelah menghirup dua hingga tiga tabung nitrous oxide setiap hari.

Ia dirawat di rumah sakit karena tidak mampu berjalan akibat cedera kaki dan komplikasi dari penggunaan gas, dan meninggal sekitar 24 jam kemudian.

Pemeriksaan post-mortem mengidentifikasi tromboembolisme paru bilateral dan trombosis vena dalam sebagai faktor penyebab, terkait dengan penggunaan nitrous oxide.

Mercer sedang hamil enam bulan saat kejadian, yang menambah risiko komplikasi.

Kasus ini menunjukkan bahaya penyalahgunaan jangka panjang gas tertawa.

Tony Hsieh

Mantap CEO Zappos ini meninggal pada usia 46 tahun setelah kebakaran rumah di Connecticut pada November 2020.

Dokumen pengadilan menyebutkan bahwa Hsieh sedang mengalami kondisi terpuruk, termasuk penyalahgunaan nitrous oxide, sebelum kematiannya.

Ia terperangkap di gudang kolam renang selama kebakaran dan meninggal akibat inhalasi asap.

Meskipun kematian Hsieh diklasifikasikan sebagai kecelakaan, laporan menunjukkan bahwa penggunaan nitrous oxide mungkin berkontribusi pada kondisi fisiknya.

Bob Bryar

Bob Bryar, mantan drummer My Chemical Romance, ditemukan meninggal di rumahnya di Tennessee pada usia 44 tahun pada November 2024.

Laporan otopsi mengungkap tiga tabung besar nitrous oxide di samping tubuhnya, yang tampak siap untuk dihirup.

Penyebab kematian diklasifikasikan sebagai tidak dapat ditentukan karena kondisi tubuh yang sudah membusuk.

Bryar terakhir terlihat hidup pada 4 November dan ditemukan pada 26 November.

Kasus ini menjadi peringatan bagi penggemar musik dan publik tentang risiko overdosis gas tertawa, meski tidak selalu menjadi penyebab langsung kematian.

(TribunTrends/ Amr)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.