TRIBUNTRENDS.COM - Kabar mengejutkan datang dari artis dan komedian Boiyen.
Boiyen resmi menggugat cerai suaminya, Rully Anggi Akbar, di Pengadilan Agama Tigaraksa.
Kabar ini telah dikonfirmasi oleh Humas Pengadilan Agama Tigaraksa, Moh, Sholahuddin.
Ia menyebutkan bahwa gugatan cerai Boiyen telah terdaftar secara resmi dalam sistem informasi perkara.
“Sesuai pertanyaan apakah sudah masuk (gugatannya), jawabannya ada.
Tanggal 20 Januari 2026 telah terdaftar atas nama YR (Yeni Rahmawati/Boiyen) dan RAK (Rully Anggi Akbar),” ujar Sholahuddin saat ditemui di PA Tigaraksa, Rabu (28/1/2026).
Baca juga: Menikah Baru 2 Bulan, Boiyen Gugat Cerai Rully Anggi Akbar, Video Pernikahan Belum Lama Diposting
Sidang perdana perceraian Boiyen dan Rully telah digelar pada Selasa (27/1/2026), sementara sidang lanjutkan menurut jadwal digelar pekan depan.
Kabar ini mengejutkan lantaran Boiyen dan Rully baru menikah selama dua bulan.
Boiyen menggugat cerai suaminya di tengah kasus hukum dugaan penipuan yang sedang dituduhkan pada Rully.
Rully Anggi Akbar suami Boiyen berasal dari kalangan akademisi.
Rully dikenal sebagai seorang akademisi yang menempuh jalur pendidikan tinggi di bidang Pariwisata.
Ia berhasil meraih gelar magister dan melanjutkan pendidikannya hingga jenjang doktoral. Kecerdasan dan ketekunannya dalam dunia riset membuatnya menjadi figur yang dihormati, baik di lingkungan kampus maupun di kalangan praktisi industri pariwisata.
Lebih dari sekadar lulusan cemerlang, Rully juga aktif sebagai pengajar (dosen). Ia telah mengabdikan diri bertahun-tahun untuk membimbing mahasiswa, mengembangkan penelitian, serta memberikan kontribusi penting dalam pembangunan sektor pariwisata dari perspektif profesional.
Tak hanya berkutat di ruang kuliah, minatnya yang mendalam terhadap budaya, perjalanan, dan pelayanan membuatnya juga aktif di luar akademik.
Rully pernah terlibat dalam berbagai aktivitas kepariwisataan dan bahkan menekuni bisnis di sektor tersebut.
Pengusaha
Selain dikenal sebagai dosen, Rully Anggi Akbar juga seorang pengusaha.
Berikut adalah tiga usaha yang ditekuni oleh Rully:
Salah satu bisnis Ezel yang paling banyak disorot adalah Sateman Indonesia. Usaha ini disebut-sebut menjadi awal mula dugaan penggelapan dana investasi.
Seorang investor berinisial RF mengaku tertarik menanamkan modal di Sateman Indonesia dengan skema bagi hasil.
Namun, hingga waktu yang dijanjikan, keuntungan yang seharusnya diterima tidak kunjung dibayarkan.
Merasa dirugikan, RF akhirnya melayangkan somasi kepada Ezel.
Sateman Indonesia sendiri merupakan restoran sate dengan konsep bumbu Nusantara yang berlokasi di Sleman, Yogyakarta.
Bisnis kuliner ini diklaim memiliki potensi ekspansi ke kota-kota besar, termasuk Jakarta.
Baca juga: Di Balik Pesta Mewah ICE BSD, Suami Boiyen Kini Terjerat Dugaan Penipuan dan Penggelapan Investasi
Selain kuliner, Rully Anggi Akbar juga mengelola usaha di sektor pariwisata melalui biro perjalanan bernama Teman Travel.
Dengan latar belakang pendidikan pariwisata dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Ezel menawarkan layanan pendampingan wisata.
Mulai dari penyusunan perjalanan domestik dan internasional, hingga asisten perjalanan.
Teman Travel diklaim telah beroperasi selama sekitar 10 tahun dan fokus pada wisata edukatif serta segmen profesional.
Baca juga: Dikira Jaga Image, Sifat Asli Suami Boiyen Saat Bulan Madu Bikin Netizen Syok Total: Asbun Abis
Tak berhenti di situ, Ezel juga menjalankan usaha sebagai konsultan restoran dan hospitality.
Ia menawarkan jasa pendampingan pembukaan restoran, pengelolaan operasional bisnis hospitality, hingga pengembangan kurikulum di bidang pariwisata.
Peran tersebut dijalani bersamaan dengan aktivitasnya sebagai dosen tetap di Politeknik Sahid Jakarta.
Ia juga diketahui kerap menjadi dosen tamu di sejumlah perguruan tinggi lainnya.
Hingga saat ini, Rully Anggi Akbar masih memilih bungkam terkait somasi yang dilayangkan kepadanya.
Sementara itu, pihak investor yang merasa dirugikan disebut telah menempuh langkah hukum lanjutan.
Kasus ini pun masih terus menjadi sorotan publik dan memicu beragam reaksi di media sosial.