TRIBUNTRENDS.COM - Nama Luna Azzalika mendadak menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan bahwa ia adalah warga yang menuding es gabus milik Sudrajat bukan terbuat dari bahan makanan.
Sosoknya turut muncul di video viral dan terekam ikut menghancurkan dagangan milik penjual es gabus.
Bahkan, wanita tersebut berucap bahwa es gabus yang dijual tersebut terbuat dari spons bedak karena mudah dihancurkan.
Baca juga: Suderajat Masih Trauma, Tak Mau Lagi Jualan Es Gabus, Pilih Buka Tempat Jajanan Ini di Dekat Rumah
Sebelum proses pemeriksaan aparat berlangsung, SudErajat lebih dulu dicurigai oleh beberapa warga terkait produk yang dijualnya.
Salah satu warga yang terekam memberikan pendapat adalah seorang perempuan bernama Luna.
Dalam video yang diunggah melalui akun Threads @apri_idn pada Selasa, 27 Januari 2026, Luna terdengar menyebut es gabus tersebut menyerupai spons bedak.
“Ini mah spons, spons bedak. Masa agar-agar bisa diperas kayak gini? Astagfirullah, nggak mungkin agar ini,” ujar wanita tersebut dalam rekaman video.
Video ini kemudian menyebar luas dan disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang memicu laporan terhadap Sudrajat.
Baca juga: Rezeki Sudrajat setelah Difitnah Jual Es Gabus Berbahan Spons, Dapat Sembako hingga Gepokan Uang
Berdasarkan penelusuran warganet, Luna disebut sebagai warga kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Wanita itu disebut berusia sekitar dua puluh tahun, dan pernah dimintai keterangan terkait es gabus Sudrajat.
Seiring viralnya kasus, akun media sosial Luna diketahui sudah tidak aktif.
Meski demikian, sebagian warganet masih mencoba mencari informasi tentangnya dan menuntut agar ucapannya dipertanggungjawabkan.
Kasus ini memicu perdebatan di media sosial yang memintanya untuk muncul dan bertanggung-jawab atas ucapannya yang viral.
Baca juga: Viral Usai Cekoki Es Gabus, Aiptu Ikhwan & Serda Heri Minta Maaf Hingga Peluk Si Penjual, Ucap Ini
Dikutip dari Kompas.com, dugaan bahwa es gabus yang dijual Suderajat mengandung bahan spons pertama kali mencuat setelah seorang warga, M. Arief Fadillah (43), melapor ke Call Center 110 pada Sabtu (24/1/2026).
Laporan tersebut menyebut adanya dugaan penggunaan Polyurethane Foam (PU Foam) pada es yang dijual Suderajat di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat.
Menindaklanjuti laporan itu, aparat kepolisian mengamankan seluruh dagangan pedagang es tersebut guna pemeriksaan lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan awal oleh Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya menunjukkan seluruh sampel es dan makanan yang dijual Suderajat aman dan layak konsumsi.
Meski begitu, sampel tetap dikirim ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik Polri untuk memastikan hasil yang lebih komprehensif dan berbasis ilmu pengetahuan.
(TribunTrends.com/Talitha)