Lahan Milik Prabowo di Aceh Tengah Akan Diberikan untuk Relokasi Korban Bencana Alam
January 28, 2026 08:54 PM

TRIBUNGAYO.COM - Sejumlah penduduk di Aceh Tengah harus direlokasi ke lokasi lain karena bencana alam banjir dan longsor melanda pada 26 November 2025 lalu.

Terkait relokasi itu, sebuah kabar gembira bahwa lahan Presiden Prabowo Subianto berada di Aceh Tengah akan menjadi lokasi relokasi korban bencana.

Kepastian itu setelah Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menemui Direktur Utama PT Tusam Hutani Lestari (THL), Edhy Prabowo, membahas penyediaan tanah relokasi permukiman bagi korban bencana. 

Melansir Kompas.com, pertemuan Bupati Haili Yoga tersebut berlangsung di Menara Bidakara Lantai 9, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, pada Senin (26/1/2026). 

Dalam pertemuan tersebut, Edhy Prabowo menyatakan secara prinsip mendukung penuh percepatan pemulihan bencana, sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia.

Edhy menegaskan, penyediaan lahan relokasi untuk masyarakat Aceh Tengah tidak menjadi persoalan secara prinsip.

“Secara prinsip tidak masalah, ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden. Silakan dilanjutkan dan dikerjakan untuk kepentingan permukiman masyarakat", ujar Edhy Prabowo, dalam siaran pers yang diterima dari tim Forum Komunikasi Pimpinan (Forkopim) Aceh Tengah, Selasa (27/1/2026).

Selain dukungan lahan, PT THL mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

Bentuk dukungan tersebut meliputi penyediaan bibit, peralatan, serta dukungan sharing dari Pemerintah Daerah terutama menyiapkan tenaga ahli di bidang pertanian dan perkebunan.

Pengembangan Ekonomi Lokal

Potensi ekonomi yang akan dikembangkan di kawasan relokasi antara lain kopi robusta, durian, cokelat, serta usaha masyarakat seperti penyadapan pinus dan produksi minyak serai.

Dukungan itu akan dilakukan dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang melibatkan tim ahli pertanian guna memastikan program berjalan optimal dan berkelanjutan.

Edhy Prabowo menegaskan, lahan relokasi nantinya diberikan langsung kepada masyarakat secara individu, khusus bagi penduduk asli terdampak bencana, dan tidak menjadi aset desa.

Dari sisi teknis, PT THL akan berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan terkait proses pelepasan kawasan, serta melibatkan Kementerian ATR/ BPN dalam proses sertifikasi tanah.

Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia serta Direktur Utama PT THL atas dukungan penuh terhadap percepatan pemulihan masyarakat Aceh Tengah.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Edhy Prabowo atas perhatian dan dukungan penuh bagi masyarakat kami. Ini adalah langkah penting untuk memastikan warga terdampak bencana dapat kembali hidup layak dan berdaya", ungkap Haili Yoga.

Ia menjelaskan, terdapat 13 kampung di dua kecamatan yang mengusulkan relokasi di lahan pengelolaan konsensi PT THL di Kecamatan Bintang dan Kecamatan Linge, dengan usulan keseluruhan mencapai 390 hektar untuk kebutuhan permukiman, lahan usaha, dan fasilitas umum.

Profil Lahan PT THL

PT THL memiliki lahan konsesi di Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara, dan Bireuen, dengan luasan mencapai 92.000 hektare.

Lahan tersebut ditanami pinus, dan digunakan untuk hutan tanaman industri, jenis getah.

Pada Desember 2025, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengonfirmasi bahwa PT THL milik Prabowo mendonasikan 20.000 hektare lahannya kepada World Wide Fund for Nature (WWF) untuk digunakan sebagai koridor gajah dan upaya konservasi. Jenis izin yang dimiliki yakni Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI) yang berlaku hingga tahun 2042.

Terungkapnya kepemilikan lahan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto seluas 120.000 hektar dalam debat kedua Pilpres 2019 lalu, mendapat tanggapan dari manajemen PT THL di Aceh Tengah.

Menurut Bagian Perencanaan dan Administrasi Umum PT THL Husein Canto saat itu, lahan Prabowo mencapai 97.300 hektare. Hak penguasaan untuk perusahaan tersebut diperoleh selama 43 tahun, atau sampai dengan tahun 2042, dan berada di beberapa blok, di antaranya blok Gunung Salak, Blang Kuyu, Lampahan, Burni Telong, Bidin dan blok Jambo Aye.

Husein Canto juga menyebut, PT THL merupakan perusahaan yang didirikan tahun 1993 hasil patungan (joint venture) antara PT Alas Helau dengan saham 60 persen dan PT Inhutani IV dengan saham 40 persen.

Baca juga: Pemerintah Aceh Percepat Persiapan Lahan untuk Huntara dan Huntap

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.