PLN Ingatkan Risiko Korsleting Listrik Akibat Instalasi Tidak Aman
January 28, 2026 09:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Rentetan insiden kebakaran yang terjadi di Pekanbaru dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan masih rendahnya kesadaran akan keselamatan instalasi listrik.

Korsleting atau hubungan arus pendek kerap disebut sebagai penyebab utama, padahal faktor pemicunya bisa berasal dari instalasi yang rusak, beban listrik berlebih, hingga lingkungan sekitar jaringan listrik.

Humas PLN UP3 Pekanbaru, David Ericson Sibarani, mengatakan korsleting listrik paling sering disebabkan oleh kondisi instalasi yang tidak aman. Ia menyebut penggunaan kabel yang tidak sesuai, kabel yang sudah rusak, serta sambungan kabel yang tidak baik dapat menimbulkan panas berlebihan hingga memicu percikan api.

"Korsleting listrik itu banyak penyebabnya. Salah satunya hubung singkat pada instalasi karena kabel tidak sesuai standar, sudah mulai rusak, atau sambungan kabel yang tidak baik. Kondisi ini akan menimbulkan panas berlebih, muncul percikan api, dan akhirnya kabel terbakar," kata David kepada Tribun, Rabu (28/1/2026).

Selain itu, meskipun kabel yang digunakan sudah sesuai, korsleting juga bisa terjadi akibat penggunaan peralatan listrik berdaya besar secara bersamaan pada satu stop kontak. Penumpukan beban listrik dalam satu titik berpotensi menyebabkan arus pendek dan meningkatkan risiko kebakaran.

"Banyak masyarakat yang menumpuk peralatan listrik berdaya besar pada satu stop kontak. Ini juga berbahaya dan bisa memicu korsleting. Padahal hal-hal seperti ini sebenarnya bisa dicegah dengan pengaturan beban yang baik," lanjutnya.

David menegaskan, potensi korsleting dapat diminimalkan dengan beberapa langkah sederhana, seperti menggunakan kabel sesuai standar, tidak menumpuk beban listrik pada satu stop kontak, memastikan sambungan kabel terpasang dengan baik, serta melakukan pengecekan instalasi listrik secara berkala.

Ia juga menyoroti bahaya korsleting yang berasal dari faktor eksternal, seperti ranting atau dahan pohon yang bersentuhan dengan jaringan listrik. Saat ini, jaringan listrik PLN ada yang berisolasi dan ada pula yang tidak berisolasi. Namun, sentuhan ranting secara terus-menerus dapat menggerus isolasi kabel dan menyebabkan aliran listrik merambat melalui pohon.

"Kalau listrik itu mengalir melalui pohon dan tersentuh manusia, dampaknya bisa fatal dan menimbulkan korban jiwa. Begitu juga dengan benang layang-layang yang mengenai jaringan listrik, itu sangat berbahaya karena bisa menghantarkan listrik," jelas David.

Selain faktor alam, kecelakaan ketenagalistrikan juga dapat terjadi akibat pemakaian listrik secara ilegal yang tidak sesuai aturan serta minim pengamanan. Menurut David, praktik tersebut sangat berisiko dan berpotensi membahayakan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Sebagai upaya pencegahan, PLN terus memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya listrik melalui berbagai media, baik cetak, elektronik, maupun media online. Sementara itu, untuk memastikan keamanan instalasi pelanggan, PLN mewajibkan calon pelanggan memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO) sebelum listrik dialirkan.

"PLN hanya menyalurkan listrik ke instalasi yang sudah dinyatakan aman dan laik oleh lembaga sertifikasi. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak bermain layangan, menerbangkan balon udara, atau melakukan pembangunan di dekat jaringan listrik. Jika melihat ranting pohon mendekati jaringan, segera laporkan ke petugas PLN, contact center 123, atau melalui aplikasi PLN Mobile. Jangan ditangani sendiri karena sangat berbahaya," tuturnya.

(Tribunpekanbaru.com/Alexander)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.