Jembatan Putus di Datar Mangkung, Kadisdikbud HSS Ingatkan Murid dan Guru Utamakan Keselamatan
January 28, 2026 09:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Setiap hari murid dan guru di SDN 1 Tumingki, Dusun Datar Mangkung, Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) harus menyeberangi Sungai Amandit menggunakan getek.

Lantaran, jembatan gantung di Dusun Datar Mangkung akses penghubung menuju SDN 1 Tumingki putus akibat terjangan banjir di akhir Desember 2025 lalu.

Meski begitu, semangat para murid dan para guru SDN 1 Tumingki tidak surut untuk menuju sekolah.

Dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) HSS, Ronaldy Prana Putra, jembatan gantung yang putus memang menjadi jalur utama warga Datar Mangkung  meski ada jalur lain.

“Tetapi kondisinya tidak memungkinkan, karena jarak yang jauh dan berputar. Kami sangat mengapresiasi dan terima kasih ke murid dan guru-gurunya yang sangat semangat dalam mendukung pembelajaran,” katanya, Rabu (23/1/2026).

Dirinya mengingatkan agar murid dan guru yang bertugas di SDN 1 Tumingki tetap berhati-hati ketika menyeberangi sungai menggunakan getek dan selalu utamakan keselamatan.

“Tetap berhati-hati. Semoga tidak lama lagi jembatan gantung penghubung tersebut segera terbangun lagi,” ucapnya.

Saat  mengunjungi SDN 1 Tumingki di Dusun Datar Mangkung, Rabu (21/1/2026) lalu reporter Banjarmasinpost.co.id melihat langsung para murid, tenaga pendidik, dan guru bersama warga menyeberangi Sungai Amandit menggunakan getek bambu sebagai alat penyeberangan.

Murid dari kelas rendah berkumpul untuk pulang sekolah. Mereka mulai naik getek dibantu salah satu Babinsa dari Koramil Padang Batung Kopral II Herlan untuk menarik getek sampai ke seberang Sungai Amandit.

Baca juga: Pasca Banjir, Kondisi Jalan Nasional Ruas Muara Muning-Balimau di Desa Masta Tapin Rusak Berlubang

Mereka terpaksa bergantian lantaran getek yang tersedia hanya satu buah dan menjadi sarana satu-satunya untuk menyeberang.

Kepala Sekolah SDN 1 Tumingki, Rahmadi saat ditemui mengungkapkan, kondisi yang dirasakan akibat putusnya jembatan gantung sangat berdampak bagi guru dan murid, lantaran memerlukan waktu saat menyeberang di pagi hari.

“Terkadang, ketika mau menyeberang kita berbarengan dengan warga desa yang beraktivitas. Sementara, kami untuk absensi harus tepat waktu. Bagi anak murid cukup mengkhawatirkan terutama keselamatan mereka,” katanya.

Apalagi hampir semua guru yang mengajar berasal dari luar Dusun Datar Mangkung dan begitu pula untuk murid. 

Jumlah keseluruhan murid di SDN 1 Tumingki sebanyak 38 orang. Sebagian besar mereka yang harus menyeberang ke sekolah berasal dari Dusun Majulung dan Lambuk.

Kepsek Rahmadi berharap, jembatan gantung di Datar Mangkung segera dapat dibangun kembali, mengingat akses vital dan dampak terasa bagi warga setempat. (Banjarmasinpost.co.id/Adiyat Ikhsan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.