Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mengerahkan 305 personel gabungan dalam pelaksanaan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Salawaku 2026.
Operasi ini tidak sekadar penegakan hukum, tetapi menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi utama pembangunan daerah yang berkelanjutan di Provinsi Maluku.
Baca juga: Mobil Daihatsu Sigra Terbakar di Hative Kecil Ambon, Polisi Ungkap Identitas Pemilik dan Pengemudi
Baca juga: Berikut Tuntutan Pendemo GERAK tuk Kejaksaan dan Pemda di Maluku Tengah
Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dadang Hartanto, menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) merupakan prasyarat mutlak bagi keberlangsungan pembangunan di berbagai sektor.
“Keamanan dan ketertiban adalah pondasi bagi tumbuhnya pembangunan. Tanpa rasa aman, seluruh program pembangunan tidak akan berjalan maksimal,” tegas Kapolda dalam arahannya kepada seluruh personel yang terlibat, Rabu (28/1/2026).
*Personel Gabungan Dikerahkan di Titik Rawan*
Sebanyak 305 personel tersebut merupakan gabungan dari satuan fungsi di lingkungan Polda Maluku dan jajaran kewilayahan.
Mereka disebar ke sejumlah titik rawan yang dinilai berpotensi menjadi lokasi berkembangnya penyakit masyarakat.
Operasi Pekat Salawaku 2026 secara khusus menyasar berbagai bentuk gangguan kamtibmas yang dinilai merusak tatanan sosial dan mengancam masa depan generasi muda, seperti peredaran narkoba, minuman keras ilegal, serta kejahatan jalanan.
Kapolda menekankan bahwa kehadiran ratusan personel di lapangan harus mampu memberikan rasa aman sekaligus efek cegah bagi pelaku kejahatan.
*Penegakan Humanis, Tegas Tanpa Arogansi*
Dalam pelaksanaan operasi, Kapolda Maluku memberikan penekanan khusus kepada seluruh personel agar mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan berintegritas.
Meski demikian, ketegasan tetap menjadi prinsip utama dalam menindak setiap pelanggaran hukum.
“Hindari tindakan arogan, jaga sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, dan tokoh masyarakat, serta utamakan keselamatan diri dan masyarakat,” pesan Kapolda.
Pendekatan persuasif dinilai penting agar operasi tidak hanya menghasilkan penindakan, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap aparat kepolisian.
*Keamanan sebagai Investasi Sosial Jangka Panjang*
Penegasan Kapolda Maluku bahwa keamanan adalah fondasi pembangunan menempatkan Operasi Pekat Salawaku 2026 dalam konteks yang lebih luas, yakni sebagai investasi sosial jangka panjang bagi masa depan daerah kepulauan Maluku.
Keberadaan penyakit masyarakat seperti miras ilegal, narkoba, dan kejahatan jalanan bukan semata persoalan hukum.
Tetapi juga ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia.
Jika dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi, merusak citra pariwisata, serta menurunkan kepercayaan investor.
Dengan mengerahkan 305 personel gabungan dan menjadikan Operasi Pekat sebagai bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan.
Polda Maluku menunjukkan peran strategis Polri sebagai penjaga stabilitas sekaligus penggerak iklim pembangunan yang sehat.
*Ajakan Kapolda untuk Peran Aktif Masyarakat*
Di akhir sambutannya, Kapolda Maluku mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
“Mari kita jaga Maluku bersama, demi masa depan generasi muda dan Maluku yang lebih baik,” pungkasnya.
Operasi Pekat Salawaku 2026 diharapkan mampu menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, sehingga masyarakat Maluku dapat tumbuh, berdaya, dan sejahtera dalam suasana aman dan berkelanjutan.(*)