Gubernur Bali Nusra Bangun Kerja Sama Lintas Sektor Melalui KR-BNN
January 29, 2026 12:19 AM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Chrisantus Gonsales 

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Tiga Gubernur di wilayah Bali, Nusa Tenggara, (Bali, NTT, NTB) berkomitmen membangun kerja sama lintas sektor dari kerja politik, ekonomi dan kebudayaan.

Kerja sama ini disepakati melalui Pembentukan Kerjasama Regional Bali-NTB-NTT (KR-BNN)
Kolaborasi Kerjasama Meningkatkan 5 Sektor Strategis yang dilakukan di The Golo Mori Convention Center, Labuan Bajo, Manggarai Barat pada Rabu (28/1/2026).

Kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU tiga provinsi yang sebelumnya digelar di Inner Mandalika Circuit International, Lombok Tengah, Selasa, (25/11/2025) lalu.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena mengutaraman, KR-BNN disusun berlandaskan lima fokus utama, yaitu pertama peningkatan konektivitas antar wilayah, pengembangan sektor pariwisata.

Baca juga: Gubernur NTT Melki Laka Lena Launching NTT Mart Lembu Nai di SMAN 2 Ruteng

"Kita berkomitmen membangun integrasi sistem transportasi laut dan udara, penyeberangan, dan juga udara yang lebih efektif dan efisien. Kita pastikan pergerakan orang dan barang dan jasa antar pulau lebih murah dan terjangkau, menjajaki rute baru yang memungkinkan membuka isolasi di tiga provinsi ini," kata Melki.

Pada poin kedua, berkaitan optimalisasi pariwisata dan ekonomi kreatif. Dianggap sebagai sebagai stempel yang diberikan pemerintah pusat sebab kawasan Bali, NTT dan NTB merupakan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Tentu melalui pertemuan yang ketiga ini setelah melalui di Bali dan di NTB, kita ingin memiliki sebuah branding bersama,
di mana nanti wisatawan datang ke Bali, ke NTB, dan NTT bisa mencari satu bagian dari sistem paling besar yang kita bawa bersama," tutur politisi Golkar itu.

Ketiga, sumber energi baru terbarukan (EBT).

Menurut Melki hal itu merupakan babak baru bagi ketahanan energi di Indonesia, khusunya di tiga Provinsi tersebut.

"Kita akan memulai bagaimana memastikan agar potensi dari NTB, NTT, dan kebutuhan Bali, bisa saling terhubung sehingga bisa saling mengisi,
sehingga potensi yang ada di NTB dan NTT, terutama energi baru terbarukan seperti surya, angin, air, hingga panas bumi, bisa mengisi energi bersih di Bali," ujarnya.

Keempat, penguatan perdagangan dan ekspor-impor (meliputi pertanian, perikanan dan Peternakan) serta sejumlah bidang strategis lainnya. Sedangkan kelima, integrasi perjalanan pembangunan.

Momentum tersebut juga dimanfaatkan penandatanganan MoU Penyelenggaraan PON XXII 2028 anatar Gubernur NTT dan NTV.

Selain itu dilanjutkan Penandatanganan Komitmen Harmoni Kehidupan Bersama Bali - NTT.

Gubernur Bali, Wayan Koster dalam sambutannya menuturkan saat ini Provinsi Bali telah memiliki UU Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali.

"Saya tidak minta otonomi khusus, tapi mengatur hal-hal yang sifatnya khusus," kata Gubernur Koster.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menuturkan dengan UU tersebut turunan dari UU tersebut langsung ke Peraturan Daerah.

Sehingga saat ini, menurut Koster Provinsi Bali telah memiliki regulasi yang cukup untuk mengatur wilayahnya sendiri.

Sedang Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal menuturkan dirinya tidak menyangka kerja tersebut akhirnya terwujud.

"Kami  yang tadinya mulai dari niat, kemudian berubah jadi komitmen, sekarang menjadi realisasi dan kami sepakat ketiga bahwa, kami tidak ingin kerjasama ini menjadi ngomong-ngomong saja. Kami tidak ingin hanya berakhir dengan tanda tangan," kata politisi Gerindra tersebut. 

Dikatakan, kerja sama tersebut harus memastikan bahwa masyarakat di ketiga provinsi merasakan manfaat dari kerjasama itu. (moa)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.