Klarifikasi Pihak Istana Atas Isu Perombakan Kabinet Prabowo, Sudah Tiga Kali Reshuffle
January 29, 2026 08:13 AM

 

TRIBUNJATIM.COM - Pihak Istana Negara buka suara mengenai kabar viral yang menyebutkan Presiden Prabowo akan lakukan Rhesuffle kembali.

Isu perombakan kabinet santer akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.

Satu Menteri yang dikabarkan akan dirombak yakni Menteri Luar Negeri Sugiono.

Perbincangan mengenai isu reshuffle kabinet tersebut masih hangat dibicarakan.

Pergantian kursi

Sugiono diisukan akan digeser menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menggantikan Pratikno.

Kursi Menlu nantinya akan diisi Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI dari Fraksi Gerindra Budisatrio Djiwandono.

Pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto belum memiliki rencana melakukan perombakan kabinet.

Menurutnya belum ada pembicaraan di Istana mengenai reshuffle kabinet dalam waktu dekat. 

"Belum ada, belum ada," kata Prasetyo di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Prasetyo menanggapi singkat terkait pernyataan Ketua Komisi I Utut Adianto yang menyebut bahwa Budi Djiwandono akan masuk kabinet. 

Ia hanya mengatakan bahwa belum ada pembicaraan tersebut. "Belum," katanya.

Respons Budi Djiwandono

Budi Djiwandono buka suara terkait kabar dirinya bakal menjadi bagian eksekutif atau pemerintahan di Kabinet Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa masih tetap bertugas di Komisi I DPR RI.

"Nggak tahu, makanya tanyakan pada Pak Utut. Tugas kita tetap sekarang di Komisi I," kata Budi ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Ketua Komisi I DPR R Utut Adianto, memberikan sinyal kuat mengenai masa depan politik Wakil Ketua Komisi I DPR, Budisatrio Djiwandono.

Hal itu disampaikan Utut saat membuka rapat kerja bersama Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan Kepala BIN di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026) kemarin.

Awal membuka rapat, Utut menyapa para petinggi pertahanan dan keamanan yang hadir. Namun, suasana menjadi menarik saat ia memberikan "kode" bahwa rekan pimpinannya yang duduk di sebelah kanan, yakni Budisatrio Djiwandono, diduga kuat akan segera berpindah tugas ke jajaran pemerintahan atau eksekutif.

"Mohon izin di depan ada pak Menhan, Panglima dan Kepala BIN yang hadir itu menjadi daya tarik luar biasa. Kalau katanya orang sebelah kanan saya, yang dugaan saya sebentar lagi akan di eksekutif: You can't beat the band with uniform," ujar Utut di hadapan para mitra kerja dalam rapat kemarin.

3 Kali Lakukan Reshuffle

Sejak dilantik menjadi Presiden, Prabowo tercatat telah melakukan tiga kali reshuffle kabinet.

Reshuffle pertama dilakukan pada 19 Februari 2025 dengan mengganti Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi Soemantri Brojonegoro dengan Brian Yuliarto.

Perombakan kedua dilakukan pada 8 September 2025, termasuk pergantian Menteri Keuangan serta pembentukan Kementerian Haji dan Umrah.

Reshuffle ketiga dilakukan pada 19 Juli 2025. Dalam perombakan kabinet tersebut Prabowo melantik 11 pejabat setingkat menteri hingga kepala lembaga.

Isu reshuffle kabinet kembali menguat. Nama Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid disebut masuk dalam daftar menteri yang berpotensi direposisi oleh Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro mengatakan, langkah tersebut dinilai tidak akan mengganggu soliditas Partai Golkar di kabinet Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, Golkar tetap untung karena nantinya Meutya Hafid diperkirakan hanya dipindah ke pos menteri lain maupun komisaris di salah satu BUMN. 

"Menurut saya karena reshuffle terbatas alias hanya reposisi saja, mestinya aman. Mbak Meutya tetap dapat posisi. rasionalisasinya, Golkar tetap 'untung' dan menerima insentif yang pas," ujar Agung saat dikonfirmasi, Rabu (28/1/2026).

Nama Angga Raka Prabowo disebut-sebut menguat sebagai calon suksesor Meutya di kursi Menkomdigi.

Angga dinilai memiliki rekam jejak yang relevan karena pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Digital serta memimpin Bakom.

Agung menilai secara teknokratis, figur seperti Angga bisa memperkuat sinkronisasi kerja antara Komdigi dan Bakom, sehingga arah komunikasi pemerintahan dinilai lebih terintegrasi.

"Perihal ini (Angga) juga kemungkinan besar sebagai kandidat (Menkomdigi), karena selama ini memiliki track record yang baik sebagai wamenkomdigi dan kepala bakom sehingga ke depan, sinkronisasi kerja dari Presiden semakin maksimal antara Komdigi dan Bakom," jelasnya.

Sementara itu, Menkomdigi Meutya Hafid masih melakukan aktivitas seperti biasa sebagai anggota kabinet merah putih. Pada Rabu (28/1/2026), Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu masih mendatangi Istana Negara, Jakarta.

Meutya Hafid datang untuk menghadiri pelantikan Dewan Energi Nasional (DEN). Selain Meutya, ada menteri-menteri lain yang juga diundang oleh Presiden Prabowo.

"Saya tahu pelantikan DEN aja," ucap Meutya Hafid singkat.

Namun, Meutya Hafid mengaku pihaknya tidak tahu mengenai rencana reshuffle kabinet. Termasuk, pelantikan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) baru setelah Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur BI.

"Saya belum tahu (reshuffle)," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.