Dua Jembatan Bailey di Malalak Agam Fungsional, Menteri PU Pastikan Jembatan Permanen Menyusul
January 29, 2026 08:27 AM

TRIBUNPADANG.COM, AGAM — Pemerintah pusat bergerak cepat memulihkan infrastruktur pascabencana di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan akses masyarakat yang sempat terputus akibat bencana pada akhir November 2025 lalu kini kembali tersambung melalui pembangunan dua unit Jembatan Bailey.

Hal itu disampaikan Dody Hanggodo saat melakukan kunjungan kerja ke Malalak, Rabu (28/1/2026). 

Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, serta Bupati Agam Benni Warlis.

Dody mengungkapkan, saat pertama kali meninjau lokasi pascabencana, kondisi jalan di kawasan tersebut terputus dan tertutup material longsor. 

Awalnya, penanganan difokuskan pada rencana pembangunan jembatan permanen.

Namun setelah melihat langsung kondisi di lapangan dan banyaknya permukiman warga yang terdampak, ia memutuskan untuk membangun jembatan sementara terlebih dahulu.

“Waktu pertama kali ke sini, jalan ini putus dan tertutup. Awalnya hanya ada arahan membangun jembatan permanen. Tapi karena saya lihat banyak rumah masyarakat dan aksesnya terputus, saya minta kepala balai untuk membangun Jembatan Bailey,” ujar Dody Hanggodo kepada wartawan. 

Menurutnya, keberadaan Jembatan Bailey sangat penting untuk memastikan arus logistik warga tidak terganggu, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah belakang.

“Alhamdulillah, dalam beberapa hari ini sudah selesai dua Jembatan Bailey di Malalak,” katanya.

Lebih lanjut, Dody menegaskan bahwa pembangunan jembatan permanen tetap akan dilakukan.

Saat ini, Kementerian PU tengah melakukan kajian desain agar jembatan yang dibangun ke depan benar-benar aman dan tahan terhadap potensi bencana.

“Di samping Jembatan Bailey nanti akan dibangun jembatan permanen. Tapi harus didesain dulu. Sungai di sini kalau terjadi longsoran batu dari atas bisa terbawa ke bawah, jadi kita kaji apakah perlu Sabodam yang bisa merangkap jembatan atau desain lain yang paling efisien,” jelasnya.

Kajian tersebut, lanjut Dody, bertujuan agar akses jalan tidak kembali terputus jika terjadi bencana serupa di masa mendatang.

Menjelang masuknya bulan Ramadan, Dody memastikan percepatan penanganan difokuskan pada akses dasar masyarakat, terutama kelancaran distribusi logistik dan ketersediaan air bersih.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Jumat 30 Januari 2026, Waspada Hujan di Agam dan Pasaman

Ia mengaku, pembangunan Jembatan Bailey justru menjadi prioritas meski awalnya tidak diminta oleh warga.

“Sebenarnya warga di sini tidak minta Jembatan Bailey. Yang ngotot minta itu saya, karena saya lihat jalan terputus. Warga sampai menyeberang sungai pakai kayu kelapa, itu berbahaya dan sebetulnya tidak boleh,” ungkapnya.

“Karena itu saya perintahkan bangun Jembatan Bailey supaya cepat dulu, agar arus logistik tidak terputus, apalagi menghadapi Ramadan,” sambung Dody.

Selain akses jalan, Kementerian PU juga menaruh perhatian pada ketersediaan air bersih, khususnya untuk rumah ibadah.

“Untuk Ramadan, kita fokus pastikan air tidak terganggu, terutama di masjid-masjid. Kalau memang ada gangguan, kita siapkan opsi penambahan sumur bor,” katanya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Jumat 30 Januari 2026, Waspada Hujan di Agam dan Pasaman

Dody memastikan, Jembatan Bailey yang telah dibangun saat ini sudah dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Secara fungsional, jembatan ini sudah bisa dipakai,” tegasnya.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.