TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Simak sejumlah informasi menarik seputar Sumatera Barat yang dirangkum dalam populer Sumbar setelah tayang 24 jam terakhir di TribunPadang.com.
Pertama, seorang pengendara sepeda motor berusia 19 tahun meninggal dunia akibat terlibat kecelakaan dengan sebuah truk di Jalan Lintas Solok–Padang, Rabu (28/1/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Ronaldo (19) warga Jorong Panyalai, Nagari Cupak, Solok.
Kedua, jalur Pendakian Panyalaian yang berada di Nagari Panyalaian, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali menjadi perhatian serius aparat kepolisian dan instansi terkait.
Jalur lintas nasional ini dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan kendaraan bertonase besar.
Ketiga, gedung Pelayanan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar yang baru ramah terhadap penyandang disabilitas dan dilengkapi fasilitas lainnya.
Gedung pelayanan ini berada di Jalan Rimbo Kaluang Nomor 5, Kelurahan Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang.
Baca selengkapnya di bawah ini:
Seorang pengendara sepeda motor berusia 19 tahun meninggal dunia akibat terlibat kecelakaan dengan sebuah truk di Jalan Lintas Solok–Padang, tepatnya di Jorong Gaduang Dama, Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Rabu (28/1/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Ronaldo (19) warga Jorong Panyalai, Nagari Cupak, Solok.
Sedangkan untuk kendaraan yang terlibat adalah satu unit truk Hino bak besi dengan nomor polisi BA 9135 BU dan satu unit sepeda motor Honda Beat BA 3809 HY.
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 07.15 WIB, saat kondisi cuaca baru selesai diguyur hujan sehingga permukaan jalan dalam keadaan basah dan licin.
Baca juga: Alami Ban Slip Akibat Jalan Licin, Pemuda 19 Tahun Tewas Tertabrak Truk di Cupak Solok
Lokasi kejadian juga merupakan ruas jalan yang sedikit menikung serta berada di kawasan permukiman warga.
Akibat kecelakaan tersebut korban mengalami luka berat dan sempat dilarikan ke RSUD M. Natsir Solok.
Namun setelah tiba di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis.
Kasat Lantas Polres Solok, Iptu Rido, mengimbau agar seluruh pengguna jalanlebih berhati-hati, khususnya saat berkendara di tengah kondisi cuaca hujan.
“Kami mengingatkan pengendara untuk selalu waspada, mengurangi kecepatan, dan melakukan perlambatan saat melintasi tikungan atau jalan yang licin, guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas,” ujar Iptu Rido.
Iptu Rido menyebut pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mencatat identitas pengemudi dan korban, serta memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kemudian, kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan ke Unit Gakkum Satlantas Polres Solok sebagai barang bukti.
Baca juga: Data Sementara Korban Laka Beruntun Truk Rem Blong di Panyalaian: 5 Meninggal dan 4 Luka-luka
“Pada saat kejadian, arus lalu lintas sedang ramai lancar. Namun kondisi jalan licin akibat hujan dan kontur jalan yang sedikit menikung menjadi faktor yang memengaruhi terjadinya kecelakaan,” ujar Rido, melalui keterangan resminya.
Ia menjelaskan, sepeda motor Honda Beat yang dikendarai Ronaldo, melaju dari arah Padang menuju Solok.
Saat memasuki lokasi kejadian, korban diduga kehilangan kendali akibat ban sepeda motornya terpeleset di aspal yang licin.
“Korban mengalami slip, terjatuh dari sepeda motor, kemudian terseret ke arah kanan hingga masuk ke jalur berlawanan,” jelasnya.
Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang truk Hino yang dikemudikan Yopi Yusla (44), warga Kota Padang.
Karena jarak yang sudah sangat dekat, pengemudi truk tidak sempat menghindar sehingga tabrakan pun tak terelakkan.
Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami luka berat berupa patah tulang paha sebelah kiri, benturan di bagian dada dan perut, serta sejumlah luka lecet di tubuhnya.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian langsung memberikan pertolongan dan melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian.
Baca juga: Angka Kecelakaan di Sumbar Turun Sepanjang 2025, Korban Meninggal Tercatat 449 Orang
Petugas Satlantas Polres Solok yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal.
Korban kemudian dilarikan ke RSUD M. Natsir Solok guna mendapatkan perawatan medis.
“Namun setelah tiba di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis,” ungkap Rido.
Sementara itu, pengemudi truk dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka.
Jalur Pendakian Panyalaian yang berada di Nagari Panyalaian, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali menjadi perhatian serius aparat kepolisian dan instansi terkait.
Jalur lintas nasional ini dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan kendaraan bertonase besar.
Kontur jalan yang menanjak dan menurun tajam dengan tikungan ekstrem kerap menyebabkan sistem pengereman kendaraan mengalami panas berlebih hingga berujung pada rem blong. Kondisi tersebut membuat Jalur Panyalaian berulang kali menjadi lokasi kecelakaan fatal.
Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Korlantas Polri, Dinas Perhubungan, serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Barat guna mengungkap penyebab kecelakaan terbaru di jalur tersebut.
“Dari hasil penyelidikan sementara yang dilakukan tim BPTD, ditemukan adanya fungsi rem trailer yang tidak berfungsi. Namun kami masih menunggu hasil investigasi tertulis dari BPTD untuk disampaikan secara resmi,” kata AKP Pifzen Finot, Rabu (28/1/2026).
Baca juga: Gerindra Semprot Wali Kota Padang, Sebut Gagal Atasi Krisis Air Bersih, Minta Hentikan Pencitraan
Ia menjelaskan, kecelakaan tersebut mengakibatkan lima korban meninggal dunia. Para korban terdiri dari satu orang sopir kendaraan serta empat warga lainnya, yakni tiga warga Nagari Panyalaian dan satu warga Bukittinggi.
Empat korban telah dimakamkan, sementara satu korban lainnya, yakni sopir truk, masih menunggu proses pemulangan jenazah oleh pihak keluarga dari Medan.
Finot menegaskan, peristiwa kecelakaan di Jalur Panyalaian bukan kali pertama terjadi. Oleh karena itu, kepolisian bersama lintas sektor menilai perlu adanya penanganan menyeluruh dan berkelanjutan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
“Setelah olah TKP, kami melaksanakan forum diskusi bersama tim Korlantas, Ditlantas, serta unsur terkait lainnya, baik dari Pemerintah Kota Padang Panjang maupun Pemerintah Kabupaten Tanah Datar,” ujarnya.
Dari hasil forum diskusi tersebut, lanjut Finot, disepakati sejumlah rekomendasi strategis sebagai langkah antisipasi. Salah satu langkah utama adalah pembentukan pos terpadu di kawasan Jalur Panyalaian yang akan melibatkan unsur Kepolisian, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, serta BPTD.
Baca juga: 11 KK Mulai Tempati Hunsela Kapalo Koto Padang, Korban Banjir Bandang Pindah Sejak Selasa Sore
Selain itu, pihak terkait juga merekomendasikan pembangunan jalur keselamatan dan jalur penyelamat bagi kendaraan yang mengalami gangguan teknis, khususnya kendaraan berat yang berpotensi mengalami rem blong saat melintasi jalur menurun.
Tak hanya itu, fasilitas tempat istirahat khusus bagi sopir juga akan disiapkan di kawasan atas jalur tersebut, tepatnya di sekitar Aie Angek Cottage hingga kawasan Kelok Hantu.
Fasilitas ini ditujukan bagi pengemudi bus maupun truk besar agar dapat berhenti sejenak saat merasakan tanda-tanda panas pada sistem pengereman.
“Nanti sopir yang merasa ada indikasi rem panas bisa beristirahat terlebih dahulu sampai kondisi kendaraan kembali aman, baru melanjutkan perjalanan ke bawah,” jelasnya.
Finot menambahkan, seluruh rekomendasi tersebut masih akan dibahas lebih lanjut dalam rapat lanjutan di tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Baca juga: Peringatan Cuaca Ekstrem Sumbar Pagi Ini, Hujan Lebat dan Angin Kencang Intai Padang hingga Pariaman
Meski demikian, pihaknya berharap upaya pencegahan dapat segera direalisasikan mengingat tingginya risiko kecelakaan di jalur tersebut.
“Ini merupakan rekomendasi tim dan diupayakan secepat mungkin untuk dilaksanakan, agar kejadian kecelakaan yang berulang di Jalur Panyalaian dapat ditekan,” pungkasnya.
Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan sejumlah kendaraan terjadi di Jalan Raya Padang Panjang–Bukittinggi, Jorong Pincuran Tinggi, Nagari Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (26/1/2025) pagi.
Insiden maut tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka.
Sedangkan untuk kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan ini terdiri dari truk trailer, truk box, Honda Vario, dan dua sepeda motor yang sedang terparkir di pangkalan ojek.
Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, menjelaskan kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di ruas jalan menurun dengan kondisi aspal baik, cuaca cerah, dan pandangan tidak terhalang.
Baca juga: Selain Tabrak Kendaraan, Truk Trailer Rem Blong di Panyalaian Juga Hantam Dua Orang di Warung
“Peristiwa bermula dari satu unit truk trailer yang diduga mengalami rem blong saat melaju dari arah Bukittinggi menuju Padang Panjang,” ujar Finot.
Truk trailer bernomor polisi BK 9634 XA yang dikemudikan Bandes H.T Sihaloho (37), warga Medan, menabrak bagian belakang truk box BA 8089 NU yang dikemudikan Zulfia (40), warga Palupuh.
Benturan tersebut kemudian membuat truk box menabrak sepeda motor Honda Vario BA 6624 LAD yang dikendarai Yan Rahmad Fajri (32) dengan penumpang Elfi Febriyanti (42).
Rangkaian tabrakan berlanjut hingga menghantam pangkalan ojek di tepi jalan, yang saat itu terdapat pejalan kaki Dian Febri (35) serta dua sepeda motor yang sedang terparkir. Truk box kemudian terbalik di sisi kiri jalan.
Baca juga: Kampus Dinilai Rentan Disusupi Paham Radikal, LLDIKTI Wilayah X Gandeng Densus 88 Berikan Pemahaman
Sementara itu, truk trailer yang masih melaju tidak terkendali kembali menabrak dua pejalan kaki, Jefrizal (37) dan Alfizar (51), yang berada di sebuah warung di sisi kiri jalan.
Kendaraan tersebut akhirnya menghantam warung milik warga bernama Aris dan terbalik di pekarangan rumah warga.
“Akibat kejadian ini, lima orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian,” kata Finot.
Kelima korban meninggal dunia masing-masing adalah Bandes H.T Sihaloho (37) yang merupakan pengemudi truk trailer, Yan Rahmad Fajri (32) pengendara sepeda motor, Dian Febri (35), Alfizar (51) dan Jefrizal (37) yang merupakan pejalan kaki.
Sementara korban luka-luka terdiri dari Zulfia (40) pengemudi truk box, Bujang (75) pemilik warung di lokasi kejadian, Elfi Febriyanti (42) penumpang sepeda motor dan Agustiawarman (39) selaku kernet truk trailer.
Baca juga: Kronologi Laka Maut Panyalaian, Kapolres: Truk Pupuk Rem Blong Tewaskan 5 Orang dan Hantam Warung
Seluruh korban luka telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan medis.
Selain korban jiwa, kecelakaan ini juga menyebabkan kerusakan berat pada dua unit truk, tiga sepeda motor, serta beberapa bangunan warung milik warga. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Polisi telah mengamankan barang bukti kendaraan yang terlibat dan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.
“Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan,” pungkasnya.
Kapolres Padang Panjang, AKBP Wisnu Hadi, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula dari sebuah truk trailer bermuatan pupuk yang melaju dari arah Bukittinggi menuju Padang Panjang dengan kecepatan tinggi.
“Ada kendaraan trailer yang membawa pupuk dari arah Bukittinggi menuju Padang Panjang dengan posisi rem tidak terkendali atau rem blong dengan kecepatan tinggi menyenggol mobil box,” ujar Wisnu melalui keterangan resminya.
Akibat senggolan tersebut, mobil box terguling dan kemudian menabrak sepeda motor jenis Supra yang berada di jalur yang sama.
Baca juga: Data Sementara Korban Laka Beruntun Truk Rem Blong di Panyalaian: 5 Meninggal dan 4 Luka-luka
Peristiwa itu menyebabkan pengendara sepeda motor tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian.
“Kemudian mobil box tersebut terguling dan menyenggol pengendara sepeda motor jenis Supra sehingga menyebabkan korban meninggal dunia,” lanjutnya.
Tidak berhenti di situ, mobil box yang terguling juga menabrak sepeda motor jenis Honda Vario. Insiden tersebut kembali menimbulkan korban jiwa.
“Selain menabrak sepeda motor jenis Supra, mobil box tersebut menabrak sepeda motor jenis Vario yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Jadi ada dua pengendara sepeda motor yang menjadi korban,” kata Wisnu.
Setelah menyenggol mobil box, truk trailer tersebut masih melaju dalam kondisi tidak terkendali hingga akhirnya menghantam sebuah warung di pinggir jalan.
Baca juga: Niat Intip Pemicu Banjir Bandang, 7 Pemuda Agam Tersesat di Hutan, Bertahan dengan Api Unggun
“Kemudian setelah menyenggol mobil box tersebut, truk trailer tersebut menabrak dua orang yang sedang berada di warung. Karena posisinya kemudi tidak terkendali sehingga membanting ke kiri mengenai warung, yang mengakibatkan menabrak dua masyarakat yang ada di warung, dan kedua korban meninggal dunia,” jelasnya.
Truk trailer tersebut akhirnya terbalik di depan rumah warga.
Saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan pengemudi truk trailer dalam kondisi meninggal dunia di lokasi kejadian.
“Kemudian truk trailer tersebut terbalik di depan rumah masyarakat. Pada saat dilakukan olah TKP ditemukan pengemudi truk trailer tersebut meninggal dunia di tempat,” Wisnu.
Berdasarkan data sementara, total korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan beruntun tersebut berjumlah lima orang, sementara empat orang lainnya mengalami luka-luka.
“Sehingga total korban jiwa meninggal sebanyak lima orang dan empat orang luka. Semua korban dibawa sebagian ke RSUD dan RS Yarsi,” tuturnya.
Baca juga: Tak Ingin Bergantung Mobil Tangki Air, Warga Kuranji Padang Desak Revitalisasi Sungai Segera
Wisnu menambahkan, dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah kegagalan sistem pengereman pada truk trailer bermuatan pupuk tersebut.
“Dugaan sementara kecelakaan disebabkan karena truk trailer yang membawa muatan pupuk mengalami rem blong,” pungkasnya.
Gedung Pelayanan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar yang baru ramah terhadap penyandang disabilitas dan dilengkapi fasilitas lainnya.
Gedung pelayanan ini berada di Jalan Rimbo Kaluang Nomor 5, Kelurahan Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang.
Lokasi gedung sudah mulai beroperasi ini berjarak sekitar 350 meter dari Stadion GOR Haji Agus Salim Padang.
Pengoperasian gedung ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas dan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat.
Baca juga: Perhatian Warga Sumbar, Kantor Pelayanan BPKB Resmi Pindah ke Gedung Baru Jalan Sudirman Padang
Pantauan TribunPadang.com pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, gedung pelayanan tersebut terdiri dari dua lantai dengan fasilitas yang tertata rapi dan modern.
Pada lantai satu, terdapat sejumlah ruangan yang berada di sisi kanan bangunan, meliputi ruang administrasi layanan, ruang embossing, serta gudang penyimpanan material.
Di bagian tengah lantai satu, tersedia area yang cukup luas untuk proses pemeriksaan fisik kendaraan, khususnya pengecekan bagian bawah kendaraan.
Sementara itu, di sisi kiri lantai satu terdapat pintu masuk utama menuju area pelayanan pengurusan BPKB.
Baca juga: Angka Kecelakaan di Sumbar Turun Sepanjang 2025, Korban Meninggal Tercatat 449 Orang
Memasuki ruang pelayanan, masyarakat akan dibantu oleh petugas kepolisian melalui dua unit layar digital yang digunakan untuk pendaftaran layanan secara daring.
Sistem ini dirancang untuk mempercepat proses pelayanan sekaligus meningkatkan transparansi.
Adapun pada lantai dua gedung, tersedia sejumlah ruangan dan fasilitas pendukung yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Gedung Pelayanan BPKB Ditlantas Polda Sumbar ini dibangun dengan standar prototipe nasional serta dilengkapi fasilitas ramah penyandang disabilitas, ruang laktasi, ruang bermain anak, hingga sistem layanan digital.
Selain itu, gedung ini juga mendukung pengembangan arsip digital serta pelaksanaan cek fisik kendaraan berbasis teknologi.
Baca juga: Polres Payakumbuh Catat 192 Kasus Kecelakaan Sepanjang 2025, 22 Orang Meninggal
Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, mengatakan gedung tersebut melayani seluruh kebutuhan administrasi BPKB, mulai dari penerbitan BPKB baru (BPN 1), perpanjangan atau perubahan data (BPN 2), mutasi kendaraan, hingga penerbitan duplikat BPKB yang hilang.
“Gedung ini melayani seluruh proses BPKB, termasuk penggantian duplikat bagi masyarakat yang kehilangan dokumen, seperti yang terjadi saat bencana beberapa waktu lalu. Masyarakat bisa langsung dilayani di sini,” ujar Gatot.
Ia menambahkan, Polda Sumbar terus berupaya mempercepat waktu pelayanan agar masyarakat mendapatkan kemudahan dan kepastian. Untuk layanan tertentu, proses dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
“Kami targetkan pelayanan BPN 1 dan BPN 2 bisa selesai sekitar 15 menit. Untuk mutasi kendaraan, saat ini kita upayakan maksimal tiga hari. Ke depan, waktu pelayanan ini akan terus kita percepat,” jelasnya.
Baca juga: Data Sementara Korban Laka Beruntun Truk Rem Blong di Panyalaian: 5 Meninggal dan 4 Luka-luka
Menurut Gatot, peningkatan layanan tersebut merupakan bagian dari transformasi Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Harapan kami, masyarakat benar-benar merasakan perubahan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan profesional. Kepuasan masyarakat menjadi tujuan utama kami,” pungkasnya. (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)