Peringatan Dini Gelombang Tinggi 29 Januari-1 Februari 2026 di Samudera Hindia Selatan Jatim-NTT
January 29, 2026 11:19 AM

POS-KUPANG.COM - Sebuah peringatan dini gelombang tinggi kembali dikelaurkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ).

Mmelalui Direktorat Meteorologi Maritim BMKG mengimbau para pelaut waspada gelombang tinggi 4 meter di Samudera Hindia Selatan Jatim-NTT 29 Januari hingga 1 Februari 2026.

BMKG menyebut ketinggian gelombang tersebut sangat berisiko bagi keselamatan pelayaran.

Dalam rilisnya, BMKG menjelaskan gelombang tinggi yang menerjang sejumlah Perairan Indonesia dalam periode tersebut dipicu oleh keberadaan bibit Siklon Tropis 98S yang terpantau di koordinat 12.5°LS dan 106.7°BT, tepatnya di wilayah Samudra Hindia selatan Jawa Barat.

Baca juga: Update Prakiraan Cuaca NTT Hari Ini, Kamis 29 Januari 2026:Hujan Masih Mendominasi

Sistem tekanan rendah ini meningkatkan kecepatan angin dan berdampak pada tinggi gelombang laut di sekitarnya.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari utara hingga timur laut dengan kecepatan 6–20 knot.

Sementara itu, angin di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bertiup dari barat hingga barat laut dengan kecepatan antara 8–30 knot.

Kecepatan angin tertinggi tercatat di perairan Samudra Hindia selatan Jawa Barat, menjadikan kawasan ini sebagai salah satu area dengan potensi gelombang laut paling signifikan.

Berikut Wilayah dengan Potensi Gelombang Tinggi (2.5–4.0 meter)

BMKG menyampaikan bahwa tinggi gelombang antara 2,5 hingga 4,0 meter berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan sebagai berikut:

-Samudra Hindia barat: Kep. Nias, Kep. Mentawai, Bengkulu, Lampung

-Samudra Hindia selatan: Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT

-Laut Arafuru: bagian barat, tengah, dan timur

Wilayah dengan Potensi Gelombang Sedang (1.25–2.5 meter)

Sementara itu, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter juga diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah berikut:

-Perairan barat dan utara Indonesia: Selat Malaka utara, Samudra Hindia barat Aceh, Laut Natuna Utara, Selat Karimata utara

-Perairan tengah dan timur Indonesia: Laut Jawa bagian timur, Laut Flores, Laut Banda, Laut Seram, Laut Arafuru utara, Selat Makassar bagian selatan dan tengah, Laut Sulawesi timur, Laut Maluku

-Samudra Pasifik utara Maluku, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua

Baca juga: Prakiraan Cuaca NTT Kamis 29 Januari 2026, Hujan Masih Mendominasi Hampir Seluruh Wilayah

Saran Keselamatan Pelayaran

BMKG memberikan perhatian khusus terhadap risiko pelayaran, terutama bagi:

Perahu nelayan jika kecepatan angin mencapai ≥15 knot dan gelombang ≥1,25 meter
Kapal tongkang jika angin mencapai ≥16 knot dan gelombang ≥1,5 meter
Kapal ferry jika angin mencapai ≥21 knot dan gelombang ≥2,5 meter
Masyarakat maritim, operator pelayaran, nelayan, dan pengguna transportasi laut lainnya diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau perkembangan informasi dari BMKG melalui kanal resmi seperti situs maritim.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial @bmkggmaritim. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.