TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya cuaca ekstrem yang mungkin terjadi di wilayah Cilacap, Jawa Tengah, pada akhir pekan ini.
Masyarakat diimbau mewaspadai hujan lebat disertai petir.
Peringatan tersebut muncul setelah hujan berintensitas sedang kembali mengguyur Kota Cilacap dan sekitarnya pada Selasa (27/1/2026), seusai beberapa hari sebelumnya cuaca relatif kering.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo mengatakan, kondisi tersebut terpantau dari hasil observasi cuaca harian.
"Berdasarkan hasil pengamatan, hujan dengan intensitas sedang kembali terjadi di wilayah Cilacap dan sekitarnya pada Selasa kemarin," ujar Teguh Wardoyo, Kamis (29/1/2026).
Baca juga: Nelayan Cilacap Tak Melaut karena Cuaca Buruk, Harga Ikan Langsung Naik
Ia menjelaskan, kondisi cuaca tersebut terjadi setelah beberapa hari tidak turun hujan pasca angin kencang pada Sabtu (24/1/2026) lalu, yang merupakan dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Luana.
Sementara itu, dari hasil pemantauan dinamika atmosfer pada Rabu (28/1/2026) pagi, BMKG mendeteksi adanya bibit Siklon Tropis 98S di Samudera Hindia selatan Banten.
"Bibit siklon ini memiliki peluang yang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan pergerakannya cenderung ke arah tenggara menjauhi wilayah Indonesia," kata Teguh.
Baca juga: Waspada, Chikungunya Mengintai Cilacap Selatan Saat Hujan
Meski bergerak menjauh, BMKG memperkirakan wilayah Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya, masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dalam beberapa hari ke depan.
"Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir berpeluang terjadi pada akhir pekan, terutama pada Minggu, di wilayah Cilacap dan sekitarnya," ucapnya.
BMKG mencatat suhu udara di wilayah Cilacap berkisar antara 24 hingga 33 derajat Celcius dengan kelembapan udara mencapai 61 hingga 65 persen, serta angin dominan bertiup dari arah barat dengan kecepatan 5 hingga 45 kilometer per jam.
Selain potensi hujan, BMKG juga mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi di perairan laut selatan Jawa Tengah yang perlu diwaspadai masyarakat.
"Ketinggian gelombang di perairan laut selatan Jawa Tengah diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter atau masuk kategori tinggi," kata Teguh. (*)