Kalender Jawa 30 Januari 2026 Jumat Pahing, Bertepatan dengan 4 Momen Penting
January 29, 2026 03:35 PM

POSBELITUNG.CO -- Dalam kalender Jawa, 30 Januari 2026 merupakan hari Jumat pahing.

Tanggal 30 Januari 2026 juga bertepatan dengan 4 momen penting lainnya.

Ada sejumlah momen penting yang diperingati pada tanggal tersebut, mulai dari peringatan di bidang sosial, kemanusiaan, hingga sejarah.

Baca juga: Kalender Jawa 29 Januari 2026 Kamis Legi, Makna Weton Baik Hati

Namun sebelumnya, kita akan membahas mengenai weton Jumat pahing dalam primbon jawa.

Weton dalam primbon Jawa adalah sistem penanggalan dan perhitungan hari kelahiran yang menggabungkan tujuh hari dalam seminggu (Senin-Minggu) dengan lima hari pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon).

Weton digunakan untuk memprediksi karakter, nasib, rezeki, hingga menentukan hari baik pernikahan dan perjodohan. 

Perlu ditekankan, weton atau primbon hanya sebatas kebudayaan turun-temurun. Artinya, tidak ada keyakinan mutlak terkait hal tersebut.

Menggunakan perhitungan weton/kalender Jawa hanya untuk tujuan administrasi, mengingat tanggal, atau sekadar tradisi tanpa meyakini hari tersebut membawa sial atau beruntung.

Baca juga: Kalender Maret 2026, Bulan Paling Banyak Hari Libur, Berikut Daftarnya

Filosofi Jumat Pahing

Berdasarkan Primbon Jawa, arti lahir hari Jumat melambangkan peredaran bintang.

Orang yang lahir hari Jumat watak atau sifatnya dipengaruhi dengan peredaran bintang.

Karena itu, orang yang lahir hari Jumat cenderung suka berderma dan halus budinya.

Ia juga ikhlas hati, memiliki intelektualitas tinggi, cinta keluarga, mudah bergaul, dan banyak dijadikan tempat berkeluh kesah orang sekitar.

Tetapi, di sisi lain ia bisa jadi melarat atau miskin.

Sementara itu, orang yang lahir saat pasaran Pahing memiliki sifat “Chendana”.

Itu artinya, orang yang lahir saat pasaran Pahing memiliki keinginan atau cita-cita yang tinggi.

Baca juga: Biodata dan Agama Reza Arab Kekasih Lula Lahfah, Berduka Kehilangan Kekasih: Sayang, Maafin Aku

Ia pandai menyimpan maksud dan tujuannya dan suka dengan hal-hal baru.

Selain itu, orang yang lahir saat pasaran Pahing cocok memelihara hewan berupa harimau dan kucing.

Berdasarkan buku Kitab Primbon Jawa Serbaguna, orang yang lahir Jumat Pahing memiliki sifat yang cukup unik.

Jika cerdas, maka orang yang lahir Jumat Pahing akan jadi sosok yang sangat cerdas.

Sebaliknya, jika bodoh, maka dia akan jadi orang yang sangat bodoh. 

Lebih lanjut, arti weton Jumat Pahing juga berhubungan dengan sifat pendiam, tenang, dan santai.

4 Momen Penting di Tanggal 30 Januari

Tanggal 30 Januari menjadi salah satu hari yang dipenuhi beragam peringatan menarik, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ada sejumlah momen penting yang diperingati pada tanggal tersebut, mulai dari peringatan di bidang sosial, kemanusiaan, hingga sejarah.

Beberapa peringatan yang jatuh pada 30 Januari antara lain Hari Primata Indonesia, Hari Sekolah Tanpa Kekerasan dan Perdamaian hingga Hari Martir di India.

Dikutip dari laman National Today, berikut daftar tanggal penting yang diperingati pada 30 Januari 2026.

1. Hari Primata Indonesia

Hari Primata Indonesia diperingati pada 30 Januari setiap tahunnya. Dikutip dari laman Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi (IAR) Indonesia, HPI pertama kali digiatkan oleh Protection of Forest&Fauna (PROFAUNA) pada 2014. 

PROFAUNA merupakan organisasi yang bergerak dalam perlindungan satwa liar dan hutan di Indonesia. Peringatan ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap perdagangan ilegal dan perburuan primata yang semakin tinggi pada 2013.

Pemilihan tanggal 30 Januari didasari pada kampanye "Primate Freedom Tour" sebagai perlindungan terhadap primata Indonesia. Kampanye ini diselenggarakan di kota-kota di Pulau Jawa dan Bali pada 2011.

Mengutip dari laman resmi Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, pemerintah juga secara resmi melindungi 37 spesies primata asli Indonesia.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

2. Hari Sekolah Tanpa Kekerasan dan Perdamaian

Tanggal 30 Januari juga diperingati sebagai Hari Sekolah Tanpa Kekerasan dan Perdamaian di seluruh dunia. Hari peringatan ini bertujuan untuk memotivasi setiap warga negara agar menemukan solusi tanpa kekerasan untuk menyelesaikan konflik.

Melansir laman National Today, peringatan ini diinisiasi oleh Llorenc Vidal Vidal, seorang penyair, pendidik, dan pasifis asal Spanyol. Ia merasa sekolah harus menjadi tempat di mana para pemimpin dan warga negara diajarkan tentang pentingnya perdamaian universal dan penyelesaian konflik melalui cara-cara tanpa kekerasan.

Vidal menetapkan 'Dia Escolar de la No-violència i la Pau' atau Hari Sekolah Tanpa Kekerasan dan Perdamaian pada tanggal 30 Januari. Tanggal ini merupakan hari peringatan wafatnya tokoh legendaris perdamaian dunia, Mahatma Gandhi.

3. Hari Martir di India

Hari Martir atau Martyrs' Day diperingati setiap tanggal 30 Januari di India. Hari ini sebagai peringatan kematian Mahatma Gandhi yang dibunuh pada tahun 1948.

Mahatma Gandhi dikenal secara luas sebagai 'Bapu' atau 'Bapak bangsa' di India. Ia dianggap sebagai salah satu tokoh paling ikonik di abad ke-20, pemimpin yang berhasil memimpin India menuju kemerdekaan dari Kekaisaran Inggris.

Selama perjuangan India untuk meraih kemerdekaan, Gandhi menganjurkan demonstrasi yang damai. Gandhi sangat menentang pemisahan India yang dilakukan antara kaum Hindu dan Muslim. 

Sayangnya, nasib Gandhi berakhir di tangan ekstremisme, Nathuram Vinayak Godse. Pada malam 30 Januari, ia menembak Gandhi sebanyak tiga kali dari jarak dekat.

Orang India memperingati Hari Martir dengan mengingat pengorbanan Gandhi untuk bangsa dan mengajarkan nilai-nilai tentang antikekerasan, persatuan dan menjunjung moralitas.

4. Hari Croissant 

Setiap tanggal 30 Januari, masyarakat Prancis dan Austria memperingati Hari Croissant Nasional. Peringatan ini bertujuan mengapresiasi salah satu kue klasik paling populer di dunia, yang dikenal dengan teksturnya renyah di luar dan lembut berlapis di dalam.

Croissant sebenarnya berasal dari Austria dengan nama kipferl. Kue berbentuk bulan sabit ini pertama kali diperkenalkan ke Prancis oleh Ratu Marie Antoinette saat ia menikah dengan keluarga kerajaan Prancis. 

Sang ratu disebut meminta dibuatkan kue sederhana khas kampung halamannya, yang kemudian menarik perhatian para pembuat roti Prancis. Seiring waktu, para baker Prancis mengembangkan kipferl menjadi versi yang lebih mewah dengan teknik dan bahan khas kuliner Prancis. 

Dari proses inilah croissant lahir dan berkembang menjadi pastry ikonik dengan beragam variasi rasa maupun isian.

Pada dasarnya, croissant merupakan kue sarapan yang relatif sederhana dan ekonomis. Bahan utamanya terdiri dari tepung terigu, ragi, mentega, susu, dan garam, yang diproses melalui teknik laminasi untuk menghasilkan lapisan-lapisan tipis khas croissant.

(Posbelitung.co/TribunJogja.com/KompasTV)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.