TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM - Fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan pegawai MBG bernama Wulandari (50) yang dilakukan oleh Andi (38) warga asal Pemulutan Selatan, Ogan Ilir.
Pembunuhan ini dilakukan di Desa Gaung Asam, Kecamatan Belida, Kabupaten Muara Enim, Kamis (22/1/2026)
Belakangan diketahui, jika pembunuhan ini didasari karena masalah utang piutang.
Korban ditemukan tewas di kebun nanas milik warga Desa Gaung Asam, Kecamatan Belida Darat, Kabupaten Muara Enim.
Pelaku menyerahkan diri ke Polsek Ilir Barat I (IB I) Kota Palembang.
“Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Lembak,” ujar Kasi Humas Polres Muara Enim, AKP RTM Situmorang pada Kamis (29/1/2026).
Menurut Kasi Humas, peristiwa bermula saat korban pamit kepada keluarga untuk bekerja.
Namun setelah itu korban tidak pulang ke rumah dan tidak dapat dihubungi.
Atas kejadian tersebut, anak korban melaporkan orang hilang ke pihak kepolisian.
Baca juga: Sosok Wanita Pegawai MBG di Palembang Dibunuh Rekan Kerja, Chat Terakhir Diungkap Anaknya
Baca juga: WA Terakhir Wanita Pegawai MBG di Palembang Dibunuh Rekan Kerja, Anak Korban Bantah Pengakuan Pelaku
Pada Selasa (27/1/2026), anak korban bernama Indy (24), warga Palembang, mendapat informasi mengenai penemuan mayat perempuan di kebun nanas Desa Gaung Asam.
Berdasarkan ciri-ciri dan barang yang melekat pada korban, Indy meyakini bahwa mayat tersebut adalah ibunya.
Untuk memastikan, Indy kemudian mendatangi kamar jenazah RSUD Kota Prabumulih.
Dari hasil identifikasi, dipastikan bahwa korban merupakan ibu kandungnya.
Atas kejadian itu, pihak keluarga melaporkan kasus tersebut ke Polsek Lembak.
Saat proses penyelidikan berlangsung, petugas menerima informasi bahwa pelaku telah menyerahkan diri ke Polsek Ilir Barat I Kota Palembang.
Kapolsek Lembak kemudian berkoordinasi dengan Polsek Ilir Barat I melalui Unit Reskrim.
Setelah dilakukan interogasi, pelaku mengakui seluruh perbuatannya.
“Pelaku mengaku menghabisi korban dengan cara mencekik selama kurang lebih satu jam,” ungkap Kasi Humas.
Diketahui, korban dan pelaku merupakan teman akrab. Motif pembunuhan diduga kuat dipicu oleh persoalan utang piutang.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu buah helm SNI warna hitam, satu tas selempang cokelat, satu pasang sandal cokelat, dua kacamata hitam, dua inhaler obat asma, satu kaus lengan panjang warna hitam, dan satu celana panjang warna hitam.
Ikuti dan bergabung dalam saluran wahtsapp Tribunsumsel.com