TRIBUNSUMSEL.COM - Seruan aksi boikot terhadap penyanyi Denada gencar dilakukan warganet di media sosial.
Aksi boikot Denada itu tak lepas terkait dugaan penelantaran anak selama 24 tahun kepada Ressa Rizky Rossano, pemuda asal Banyuwangi.
Saat bertugas sebagai juri dalam acara Dangdut Mania Dadakan (DMD) di MNCTV, Rabu (28/1/2026), pertahanan diri Denada runtuh.
Kejadian bermula saat seorang kontestan pemuda berusia 19 tahun tampil di hadapan para juri.
Denada tak kuasa menahan air mata sesaat hendak memberikan komentar kepada peserta.
Baca juga: Dengar Cerita Awal Ressa Tahu Dirinya Anak Denada saat Masih SMP, Denny Sumargo Menangis
Berbeda dengan juri lainnya yakni Caren Delano dan Iis Dahlia memencet tombol buzzer karena penampilannya kurang sempurna.
Irfan Hakim selaku pembawa acara lantas menanyakan alasan Denada.
“Kenapa, walaupun kamu bilang tidak sempurna, kenapa tidak menekan buzzer?” tanya Irfan Hakim mendekat ke arah Denada.
"Karena aku kepengen (lihat dia)," ucap Denada terbata-bata menahan tangis.
Suasana studio seketika berubah haru saat Caren Delano dan juri lainnya langsung memeluk Denada untuk menguatkannya.
"Kenapa?" tanya Irfan lagi. "Gapapa," jawab Denada singkat.
Meski Denada tidak menjelaskan secara gamblang alasan di balik air matanya, Irfan dan rekan-rekan sesama juri seolah mengisyaratkan bahwa putri dari Emilia Contessa ini tengah memikul beban masalah yang sangat berat dan belum bisa diungkap ke publik.
Iis Dahlia pun meminta publik untuk memberikan ruang privasi bagi sahabatnya tersebut.
"Semua pasti ada alasan sebetulnya walaupun mungkin suatu alasan yang tak bisa diungkap," ujar Irfan Hakim.
"Mungkin belum bisa diungkap," timpal Iis Dahlia.
"Dan kita tahu ini tidak hanya sebatas ini, pasti tentang apapun," kata Irfan Hakim.
Baca juga: Kenapa Sejahat Ini? Curhat Ressa ke Denada Soal Perbedaan Sikap dengan Putrinya Bikin Hati Perih
Irfan Hakim menutup momen tersebut dengan mengingatkan publik bahwa artis juga manusia biasa.
Irfan menyebut bahwa ia dan rekan-rekan juri sudah seperti keluarga, yang turut merasakan kesedihan atas masalah yang menimpa Denada.
"Mungkin tidak bisa kita bahas, kita gak tahu walapun bagaimana kami ini sudah seperti keluarga, apa yang terjadi pada kami itu kita ikut merasakan, kami disini tidak ada yang mencari tahu karena kami tahu pasti ada cerita yang tak diungkap, pasti ada alasan yang tak diangkat,
"Dan juga pasti menjadi ruang privasi dia, sekarang dia menangis biarkan dia merasa lega dulu," ujar Iis Dahlia.
"Di balik cerianya seperti yang kita selalu bahas, kami manusia kami punya masalah mungkin ada salah, ada duka ada resah ada geram mungkin nuggu waktu yang tepat untuk diungkap," tandas Irfan Hakim.
Adapun saat ini, publik masih terus menyuarakan boikot agar Denada tak lagi tampil di televisi.
Aksi ini bermula dari munculnya pengakuan mengejutkan terkait dugaan penelantaran anak selama 24 tahun terhadap seorang pemuda asal Banyuwangi bernama Ressa Rizky Rossano.
Isu ini berkembang liar di media sosial, memicu sentimen negatif dari publik yang menuntut klarifikasi serta pertanggungjawaban dari sang penyanyi.
Ressa, pemuda yang mengklaim sebagai anak kandung Denada hingga saat ini terus berjuang demi mendapatkan pengakuan dari sang penyanyi sebagai ibu kandungnya.
Diketahui, Ressa menggugat Denada di Pengadilan Negeri Banyuwangi menuntut ganti rugi Rp7 miliar.
Gugatan dilayangkan Ressa telah teregister di PN Banyuwangi pada 26 November 2025, dengan nomor perkara 288.
Hadir di podcast Denny Sumargo yang tayang pada Senin (26/1/2026) Ressa ditemani ibu angkatnya Ratih Puspita Dewi dan pengacaranya Ronald Armada.
Dengan berlinang air mata, Ressa yang mengaku sebagai anak kandungnya merasa iri hati.
Dirinya tidak habis pikir keberadaannya tidak dianggap sama sekali selama 24 tahun.
"Kenapa Aisha yang sakit kayak gitu dibelain sampai sejatuh-jatuhnya?," tanya Ressa lagi.
Meski hidupnya terombang-ambing di tengah kesengsaraan, ia siap bantu merawat Aisha.
Ressa mengaku ikhlas jika ditawari menjaga Aisha saat berjuang sembuh dari penyakit Leukimia.
Menurutnya, hal itu sudah menjadi kewajibannya sebagai kakak kandung dan anak dari Denada.
"Bisa juga Ressa yang bantuin atau ngejagain, kenapa Ressa kok yang dibuang?," katanya setelah air matanya pecah.
Ratih Puspita Dewi ibu angkat Ressa Rizky Rossano akhirnya menceritakan momen saat Denada menitipkan anaknya tersebut kepadanya.
Di tahun 2022 tepatnya, ketika Ressa Rizky Rossano baru berusia 10 hari dibawa ke Surabaya tanpa didampingi Denada.
Saat itu, Ressa Rizky Rossano yang ada di bandara Juanda dijemput oleh suami Ratih dan satu asistennya.
Kemudian, Ressa Rizky Rossano yang masih bayi lantas dibawa ke hotel.
“Jadi dijemput sama bapaknya Ressa (suami Ratih) dan emak yang biasa masak di rumah. Dijemput di Bandara Surabaya, dibawa ke hotel dulu, kami ambil di hotel,” ujarnya melansir dari GRID ID, Minggu (25/1/2026).
Penyerahan Ressa Rizky Rossano itu tanpa kehadiran Denada.
Sementara Ressa Rizky Rossano bayi diserahkan oleh nenek Denada yang merupakan buyut dari Ressa.
“Tapi tanpa Denada. Neneknya Denada yang memberikan. Neneknya, buyutnya Ressa ini,” lanjutnya.
Ketika bersedia mengurus Ressa Rizky Rossano, Ratih juga sempat dijanjikan sesuatu.
Nenek Denada menyebut bahwa pihak mereka akan menyuplai kebutuhan Ressa Rizky Rossano, namun ternyata janji tersebut tak terealisasikan.
“Katanya dulu 'Enggak usah khawatir soal susu, pasti datang truk-trukan', ini itu, tapi enggak ada semua,” tutupnya.
Ressa pun berjuang hingga menempuh jalur hukum dengan menggugat Denada di Pengadilan Negeri Bayuwangi.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com