Detik-detik Api Terlihat di Masjid Assolihin, Sutitik Rahayu: Habis Salat Saya Cium Bau Terbakar 
January 29, 2026 02:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN-Multiangle- Asap hitam dan kobaran api tiba-tiba membubung tinggi dari lantai bawah Masjid Assolihin di Jalan Aki Pingka RT 8 Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Kalimantan Utara, Selasa (28/1/2026) siang. 

Peristiwa kebakaran Masjid Assolihin di Jalan Aki Pingka ini terjadi sekitar pukul 13.00 WITA, tidak lama setelah pelaksanaan Salat Dzuhur.

Sutitik Rahayu, salah seorang pengelola Masjid  menceritakan detik-detik awal kebakaran saat ia lihat pertama kali. Saat itu ia berada di rumah yang posisinya tepat menghadap Masjid.

“Abis salat, saya di bawah. Kok tercium bau kayak terbakar. Saya keliling, saya pikir orang bakar-bakar, tapi enggak ada,” ujar Sutitik Rahayu dengan suara bergetar.

Baca juga: Polisi Masih Selidiki Kebakaran Masjid Assolihidi Tarakan, Tak Ditemukan Indikasi Korsleting Lstrik

Rasa curiga itu membuat Sutitik Rahayu keluar rumah. Namun betapa terkejutnya ia, api sudah membesar dan tampak merah menyala keluar dari jendela lantai satu masjid.

“Jam satu itu api sudah besar, bukan lagi asap. Saya langsung teriak, nelpon pemadam, hubungi pengurus Masjid semua,” kenangnya.

Melihat kobaran api, warga sekitar berupaya memadamkan api dengan alat seadanya sembari menunggu petugas pemadam kebakaran datang. Namun besarnya kobaran api membuat seluruh isi lantai bawah Masjid tak terselamatkan.

“Semua habis. Ambal satu Masjid, kursi, alat rebana, perlengkapan acara, semuanya habis. Padahal itu disimpan di bawah karena lagi pembangunan,” ucapnya lirih. Termasuk alat fardu kifayah (kain kafan dan lainnya) yang biasa digunakan saat ada kedukaan.

Lantai bawah Masjid Assolihin diketahui difungsikan sebagai gudang sementara. Di lokasi itu tersimpan puluhan lembar ambal, kursi, hingga perlengkapan keagamaan yang biasa digunakan warga dari berbagai RT. Masjid tersebut memang bukan hanya milik satu lingkungan, tetapi digunakan jamaah dari banyak RT di sekitarnya.

Baca juga: Breaking News- Lantai Satu Masjid  Assolihin Tarakan Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp 200 Juta

Hingga kini, penyebab kebakaran masih menjadi tanda tanya. Dugaan sementara api berasal dari ambal di lantai bawah, namun tidak ditemukan aktivitas pembakaran maupun korsleting listrik yang jelas.

“Kami enggak berani nuduh siapa-siapa. Lampu masih nyala, bukan konslet. Enggak ada juga orang bakar apa-apa,” katanya.

Meskipun penyebab kebakaran belum diketahui, namun dugaan awal mengarah pada ambal yang berada di lantai bawah, namun tidak ditemukan tanda-tanda korsleting listrik maupun aktivitas pembakaran.

“Lampu masih nyala waktu itu, bukan konslet. Kalau korslet biasanya mati. Kami juga enggak berani nuduh siapa-siapa,” tegasnya.

Ia mengungkapkan sebelumnya Masjid sempat mengalami pencurian, di mana kotak amal dan CCTV dirusak dan diambil oleh orang tak dikenal. Hal tersebut membuat warga merasa keamanan masjid masih sangat minim.

“Kami ini sudah berusaha jaga, tapi tetap kejadian. Jadi kotak amal pernah dibongkar, CCTV diambil,” katanya.

MASJID ASSOLIHIN TERBAKAR- Kebakaran menghanguskan lantai 1 Masjid Assolihin di RT 8 Kelurahan Karang Harapan Jalan Aki Pingka, Rabu (27/1/2026).
MASJID ASSOLIHIN TERBAKAR- Kebakaran menghanguskan lantai 1 Masjid Assolihin di RT 8 Kelurahan Karang Harapan Jalan Aki Pingka, Rabu (27/1/2026). (TribunKaltara.com/Andi Pausiah)

Walaupun tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini meninggalkan kerugian material yang cukup besar dan memukul semangat warga yang selama ini membangun Masjid dengan gotong royong.

“Ambal itu rencananya mau dinaikkan lagi nanti kalau acara besar, lebaran. Baru tadi malam dibicarakan. Sekarang habis semua,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Di tengah puing-puing dan sisa abu, warga Masjid Assolihin tetap berharap ada kepedulian dari berbagai pihak. Mereka ingin masjid yang telah menjadi pusat ibadah dan kegiatan keagamaan sejak puluhan tahun lalu itu bisa kembali berdiri dan digunakan seperti sediakala.

“Ini rumah ibadah kita bersama. Mudah-mudahan ada bantuan, ada jalan, supaya bisa dibangun lagi,” pungkas Sutitik.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.