Petani di Anak Tuha Lampung Tengah Tanam Padi Darat
January 29, 2026 03:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Seorang petani di Kabupaten Lampung Tengah melakukan inovasi dengan menanam padi darat.

Diketahui, padi darat memiliki keunggulan yakni tidak membutuhkan air dalam jumlah banyak atau mengandalkan air hujan saja, mampu bertahan di saat kekeringan atau susah air, tidak membutuhkan irigasi tergenang, dan mampu beradaptasi di lahan kering atau tadah hujan.

Sementara, mayoritas petani di Kabupaten Lampung Tengah melakukan budi daya tanaman padi di lahan sawah dengan kondisi tanaman tergenang air.

Sandi Admoko, petani di Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah, mengatakan, untuk uji coba padi darat ini dia menggunakan lahan seluas 5 hektare.

"Padi darat yang saya tanam di lahan seluas 5 hektare ini membutuhkan 30 kilogram bibit," ujarnya, Rabu (28/1/2026).

Selain itu, Sandi yang juga bertanam singkong mengaku, tujuannya menjajal metode penanaman padi darat atau masa tanam padi gogoh merupakan salah satu upaya untuk mengurangi komuditas singkong.

Dia menilai, bertanam singkong selama ini membuat petani merasa tidak punya kepastian dari segi penjualan.

Bahkan, masyarakat pernah susah menjual singkong.

"Dengan menjajal padi darat ini, saya berniat untuk mengembangkan sektor pertanian yang ada di Kabupaten Lampung Tengah," ucapnya.

Dia juga ingin melakukan percobaan dengan membandingkan kualitas hasil padi darat dengan padi sawah.

Sejauh ini, Sandi baru menggunakan pupuk organik dari kotoran hewan ternak dengan sebanyak 1.200 karung muatan 3/4.

Dia menyebut, budi daya padi darat bisa menguntungkan dan prosesnya tidak jauh beda dengan padi sawah, bahkan cenderung lebih mudah.

"Dengan suplai nutrisi dari pupuk organik ini, di umur 2 bulan setengah padinya sudah mengeluarkan bunga atau bulir buah," kata Sandi.

Pada umumnya, padi darat dapat dipanen setahun sekali atau setiap 10 bulan.

Sandi mengatakan, jika percobaan padi darat menghasilkan produktivitas yang baik, dia akan mengembangkan metode pertanian ini lebih lanjut.

Sebab, dia menilai, komoditas padi darat bagus dan bisa diterapkan di Lampung Tengah sebagai salah satu pemasok lumbung pangan di Provinsi Lampung.

Dengan areal lahan persawahan yang luas serta jumlah petani yang dominan, pertanian di Lampung Tengah punya potensi besar.

"Kalau boleh berharap, saya dan para petani akan merasa sangat terbantu jika usaha pertanian di Lampung Tengah mendapat dukungan penuh dari pemerintah," tuturnya.

"Misal ada bantuan benih, serta benar benar kasih jaminan harga hasil panen yang layak," imbuhnya.

Sandi juga berharap ke depan para kelompok tani dan para penyuluh pertanian di Lampung Tengah bisa memberikan motivasi kepada para petani.

Dia menambahkan, sektor pertanian bagi dirinya adalah salah satu program strategis untuk meningkatkan ekonomi Lampung karena memang Lampung Tengah punya daya dukung yang baik, terutama lahan.

"Kami harap pemerintah dapat mendukung sektor pertanian dan berharap pemerintah benar-benar mau sejahterakan rakyat dengan dampingi petani secara nyata," tutupnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.