Jalan Berlubang Mengintai di Balik Genangan, Pramono Minta Segera Ditambal: Berpotensi Banyak Korban
January 29, 2026 04:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM , JAKARTA -- Hujan yang mengguyur Jakarta tak hanya menyisakan genangan air atau banjir di permukiman.

Di banyak ruas jalan rusak, air hujan meninggalkan ancaman lain yang tak kalah berbahaya.

Lubang-lubang jalan yang menganga, sering kali tersembunyi di balik genangan dan siap mencelakakan siapa saja atau pengendara yang melintas terutama pemotor.

Baca juga: Awas, Jalan Penuh Lubang Mengintai Pengendara Motor setelah Hujan Deras Mengguyur Jakarta

Risiko itu paling dirasakan para pengguna sepeda motor.

Setiap hari, mereka harus berjibaku dengan jalan licin, pandangan terbatas, dan lubang yang muncul tiba-tiba.

Satu kelengahan saja, kecelakaan bisa terjadi.

Situasi inilah yang mendorong Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengambil langkah cepat.

Ia meminta Dinas Bina Marga DKI Jakarta segera menambal jalan-jalan berlubang, meski perbaikan yang dilakukan masih bersifat sementara.

“Kemarin saya sudah langsung memerintahkan kepada Dinas Bina Marga untuk beberapa jalan berlubang ditambal. Apa pun itu tadi. Tapi memang ini bersifat jangka pendek, sementara,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026).

Pramono menyadari, perbaikan ideal seharusnya dilakukan secara permanen dengan pengerukan dan pengolahan ulang aspal.

Baca juga: Jalan Rusak Picu Kecelakaan, Ditlantas Polda Metro Dorong Perbaikan

Namun, cuaca ekstrem membuat langkah tersebut belum memungkinkan dilakukan sekarang.

“Kalau mau permanen ya harus dikeruk, diolah ulang, dan sebagainya. Itu tentu menunggu cuaca memungkinkan,” katanya.

Meski demikian, ia tak ingin kondisi jalan rusak dibiarkan berlarut-larut.

Bagi Pramono, menunda penanganan justru membuka risiko lebih besar bagi keselamatan warga.

“Saya izinkan dilakukan sekarang. Kalau tidak, korbannya akan menjadi lebih banyak,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar rapat khusus pada hari yang sama untuk membahas penanganan jalan berlubang secara lebih menyeluruh.

Fokusnya adalah memetakan titik-titik rawan dan menyusun strategi percepatan perbaikan setelah musim hujan berlalu.

“Hari ini kita rapat khusus tentang penambalan jalan yang ada di Jakarta,” ujar Pramono.

70 Ruas Jalan Rusak, Tambal Darurat Jadi Pilihan

Data Dinas Bina Marga DKI Jakarta menunjukkan, hingga 21 Januari 2026, sedikitnya 70 ruas jalan di Jakarta telah masuk daftar penanganan akibat kerusakan pascabanjir dan hujan deras.

Kerusakan tersebut terjadi di berbagai kelas jalan, mulai dari jalan arteri hingga jalan lingkungan di lima wilayah administrasi.

“Telah dilakukan penanganan di 70 ruas jalan yang tersebar di wilayah DKI Jakarta, di antaranya Jalan MT Haryono, Jalan Daan Mogot, Jalan S. Parman, Flyover Jatinegara, dan sejumlah jalan lokal lainnya,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, Senin (26/1/2026).

Perempuan yang akrab disapa Wenny itu menjelaskan, identifikasi kerusakan jalan tidak hanya mengandalkan laporan warga.

Petugas Bina Marga juga melakukan penyisiran rutin untuk mendeteksi lubang jalan yang berpotensi membahayakan.

Laporan masyarakat masuk melalui berbagai kanal, mulai dari aplikasi CRM, media sosial, laporan langsung warga, hingga temuan petugas di lapangan.

“Penanganan yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara, yakni menutup lubang demi keamanan pengguna jalan. Perbaikan permanen akan dilakukan setelah kondisi cuaca mendukung,” ujar Wenny.

Baca juga: Warga Kritik Gapura Sultan Bekasi Rp 1 Miliar, Jalan Rusak Tak Prioritas

Data kerusakan jalan yang terjadi sejak 22 Januari 2026 masih terus dikumpulkan.

Meski demikian, proses perbaikan tetap berjalan seiring masuknya laporan baru dan hasil pantauan petugas.

Penanganan dilakukan secara kolaboratif, melibatkan Unit Peralatan dan Perbekalan Dinas Bina Marga, Suku Dinas Bina Marga di lima kota administrasi, hingga satuan pelaksana di tingkat kecamatan.

“Kami terbuka terhadap laporan masyarakat dan sangat mengapresiasi partisipasi aktif warga dalam menjaga infrastruktur Jakarta,” kata Wenny.

DPRD Ingatkan Keselamatan Warga

Sorotan terhadap kondisi jalan rusak juga datang dari DPRD DKI Jakarta.

Anggota DPRD DKI Jakarta Ali Lubis menilai, jalan berlubang bukan sekadar persoalan teknis, melainkan ancaman serius bagi keselamatan publik, terutama pengendara motor.

Menurut Ali, pola kerusakan jalan pascahujan deras hampir selalu berulang setiap tahun, namun kerap ditangani secara reaktif.

“Setiap habis hujan, banyak jalan berlubang, tergenang, bahkan aspal terkelupas. Ini bukan persoalan sepele. Sudah terlalu sering kita dengar warga jatuh, kecelakaan, bahkan sampai ada korban luka serius,” ujarnya.

Baca juga: Berbulan-bulan Jalan Mampang Indah 1 Depok Rusak Parah, Banyak Lubang Genangan Air

Ali mendesak Pemprov DKI Jakarta agar tidak menunggu jalan rusak viral di media sosial atau memakan korban sebelum bergerak.

“Pemprov harus bergerak cepat. Jangan tunggu laporan viral atau korban berjatuhan baru bertindak,” tegasnya.

Ia juga mengkritik pola perbaikan yang dinilai masih tambal sulam, terutama saat musim hujan.

“Perbaikan jalan harus cepat, responsif, dan menyeluruh. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar reaksi setelah kejadian,” pungkas Ali.

Di tengah cuaca yang belum bersahabat, warga Jakarta kini berharap langkah cepat pemerintah benar-benar bisa meminimalkan risiko di jalanan—agar perjalanan harian tidak berubah menjadi ancaman keselamatan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.