WARTAKOTALIVE.COM - Whip Pink menjadi sorotan netizen usai dikaitkan dengan kematian selebgram Lula Lahfah.
Lula Lahfah disebut memakai Whip Pink dengan sejumlah influencer lainnya sebelum tewas.
Nama DJ Bravy pun terseret dalam isu Whip Pink yang diduga menjadi penyebab kematian Lula Lahfah.
Isu itu disebarkan akun Threads @syiifaachria beberapa hari setelah kematian Lula Lahfah.
Namun demikian DJ Bravy membantah keras isu tersebut. Bahkan DJ Bravy mengancam akan membawa tuduhan serius ini ke pihak Kepolisian.
Kerap Disalahgunakan
Whip Pink sebenarnya legal di Indonesia dan kerap dipakai untuk pelengkap bahan makanan.
Meski bukan masuk golongan narkoba, namun Whip Pink ternyata berbahaya apabila salah digunakan.
Biasanya orang yang menyalahgunakannya hanya menghirup N₂O di dalam Whip Pink untuk halusinasi.
Di Indonesia, N₂O tercatat sebagai bahan tambahan pangan yang diizinkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk keperluan tertentu, khususnya sebagai propelan dalam produk makanan.
Dalam dunia medis, N₂O juga digunakan secara terbatas di bawah pengawasan tenaga kesehatan.
Namun, legalitas ini sering disalahartikan.
Penggunaan N₂O di luar fungsi tersebut, terutama dengan cara dihirup secara langsung untuk tujuan rekreasi, tidak termasuk dalam izin penggunaannya.
Hingga saat ini, belum ada regulasi khusus yang secara tegas mengatur penyalahgunaan Nitrous Oxide (N2O) sebagai zat rekreasional.
Celah regulasi ini membuat peredaran produk berbasis N₂O relatif mudah diakses, baik secara daring maupun luring, tanpa pengawasan yang memadai.
Lalu apa bahaya Whip Pink bagi tubuh?
Pada otak, penggunaan Whip Pink yang salah dapat menyebabkan disorientasi/kebingungan, gangguan daya ingat dan mudah lupa, hilang kesadaran (amnesia sementara), depresi, halusinasi, Paranoia dan Inaktivasi vitamin B12 (tubuh tidak mampu menggunakan B12 yang dapat menyebabkan kerusakan otak dan sumsum tulang belakang.
Mengonsumsi suplemen B12 tidak akan mencegah hal ini). Sensasi "nge-fly" itu sebenarnya adalah jeritan otak yang sedang tercekik akibat tidak mendapat suplai oksigen (Hipoksia).
Whip Pink juga bisa menimbulkan sensasi rasa pusing atau melayang yang dirasakan pengguna. Hal ini sebenarnya adalah sinyal bahwa sel-sel otak sedang sekarat.
Jika diteruskan, ini bisa memicu pingsan mendadak, serangan jantung, hingga kematian.
Pada mulut, hidung, tenggorokan, dan bibir, Whip Pink bisa menyebabkan saluran pernapasan lumpuh, tenggorokan membeku, dan menyebabkan sesak napas jika gas nitrous oksida dilepaskan langsung ke hidung atau mulut.
Bahkan Whip Pink bisa membuat kesulitan bernapas dan akan mengalami sesak napas yang berat.
Whip Pink juga bisa membuat detak jantung lambat atau tidak normal, akan mengalami serangan jantung dan akan menyebabkan kematian secara mendadak.
Baca juga: Dikaitkan dengan Kematian Lula Lahfah, Apa itu Whip Pink?
Bahkan Nitrous Oxide (N2O) dianggap sebagai Pencuri Vitamin B12 yang dapat menyebabkan kelumpuhan.
Whip Pink bisa bahaya apabila digunakan jangka panjang.
Yakni yang paling senyap dan kejam yang akan diderita oleh pengguna N₂O adalah kelumpuhan karena merupakan salah satu oksidator kuat yang dapat menghancurkan Vitamin B12 dalam tubuh.
Padahal vitamin B12 adalah "bahan bakar" untuk merawat lapisan pelindung saraf tubuh (selubung mielin) sehingga apabila B12 dirusak terus-menerus oleh N2O, saraf tepi akan mati (neuropati).
Gejalanya bermula dari kesemutan di ujung jari, lalu mati rasa, gangguan keseimbangan, hingga akhirnya kelumpuhan total di mana kaki tidak lagi bisa digerakkan dan berakibat pada kerusakan ini sering kali bersifat permanen.