Kapal pengangkut drone Iran, Shahid Bagheri, terlihat berada di Teluk Persia dekat pelabuhan Bandar Abbas (29/1/2026).
Kemunculannya bersamaan dengan aktivitas drone pengintai Amerika Serikat tipe MQ-4C Triton di kawasan tersebut.
Situasi ini menunjukkan meningkatnya pergerakan militer Iran dan AS di wilayah strategis itu.
Shahid Bagheri diketahui merupakan kapal kontainer sipil yang telah dimodifikasi menjadi kapal induk drone.
Kapal tersebut sebelumnya bernama Perarin sebelum dialihfungsikan untuk kebutuhan militer.
Platform ini dilengkapi dek penerbangan miring yang dirancang untuk meluncurkan drone.
Kapal itu mulai beroperasi sebagai bagian dari armada laut Iran sejak awal 2025.
Selain membawa drone, kapal tersebut juga mampu mengoperasikan helikopter.
Shahid Bagheri dilaporkan dapat meluncurkan rudal jelajah antikapal tipe Noor atau Qader.
Rudal itu memiliki jangkauan operasional hingga sekitar 300 kilometer.
Kapal ini juga dilengkapi sistem pertahanan udara jarak pendek Kowsar-222.
Kemampuan tersebut membuat kapal ini dinilai sebagai platform tempur multifungsi di laut.
Kemunculan kapal itu dipandang sebagai sinyal kesiapan militer Iran di saat pengawasan udara AS juga berlangsung.
Di sisi lain, platform tersebut disebut berpotensi menjadi sasaran prioritas apabila operasi militer AS terhadap Iran terjadi.
Perairan Teluk Persia pun kembali menjadi panggung pergerakan militer dua negara dengan kepentingan besar di kawasan.