TRIBUN-SULBAR.COM - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berlanjut meski di bulan Ramadan.
Ramadan 1447 Hijriah akan dimulai pada 18 Februari 2026.
Zulhas - sapaan akrabnya mengatakan MBG akan disesuaikan bagi peserta didik dan kelompok penerima manfaat.
Baca juga: Curi Motor Trail Honda CRF Pemuda di Majene Ditangkap Polisi Satu Masih Buron
Baca juga: Kunci Jawabab PAI Kelas 11 Bab 6 Halaman 205-208: Penilaian Pengetahuan Kerukunan & Persatuan Bangsa
Penyesuaian agar layanan tetap tepat sasaran tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa bagi peserta didik Muslim.
Nantinya siswa yang mayoritas menjalankan puasa, akan menerima makanan kering yang dapat dikonsumsi saat waktu berbuka puasa.
Sedangkan sekolah di wilayah yang mayoritas tidak berpuasa, tetap mendapatkan layanan MBG seperti biasa yakni siang hari.
Sementara balita, ibu hamil dan ibu menyusui bakal tetap dapat MBG normal.
"Layanan MBG di pesantren akan menyesuaikan waktu distribusi, yakni digeser ke sore hari untuk konsumsi saat berbuka puasa," ujar Zulhas.
Kepala Badan Gizi Nasiona (BGN), Dadan Hindayana menyebutkan pemagian MBG didistribusikan melalui beberapa skema.
Sekolah mayoritas muslim akan mendapatkan makanan kering yang dibagikan di siang hari.
"Untuk dibawa pulang menu saat buka puasa," ujar Dadan di Kantor Kemenko Pangan, Kamis (29/1/2026).
Dadan yakin makanan dibagikan tidak mudah basi.
Dikatakan masih layak konsumsi hingga saat waktu berbuka puasa.
Contohnya kata Dadan, beberapa makanan menu MBG dibagikan mulai kurma, telur rebus, telur asin, telur pindang, buah, susu hingga abon. (*)