TRIBUNTRENDS.COM - Reza Arap merendah soal dukungan publik setelah berduka kehilangan Lula Lahfah, sebut sahabat mendiang lebih layak mendapatkan.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam unggahan terbarunya di akun X pada Rabu (28/1/2026).
Dalam cuitannya, Reza Arap mengingatkan publik bahwa orang yang paling berhak mendapat dukungan adalah keluarga dan sahabat Lula dari lama, bukan dirinya.
Hal ini lantaran Reza Arap baru setahun pacaran dengan Lula, dan merasa hanya menjadi bagian kecil dan memori almarhumah.
Sementara ada keluarga Lula yang mengenalnya sejak ia terlahir ke dunia, juga sahabat-sahabatnya yang sudah menemani selama bertahun-tahun.
"Tidak ada yang lebih layak untuk mendapatkan dukungan dari segala bentuk "grief" dan "duka" selain keluarga dan sahabat-sahabat terdekat yang sudah menemani Almarhumah selama bertahun-tahun.
Baca juga: Di Balik Status Saksi, Reza Arap Akhirnya Buka Suara Soal Kematian Lula Lahfah, Singgung Rencana
Walaupun gua mengenal Almarhumah sejak lama, tapi gua hanya mengambil sebagian kecil dari kenangan/memori Almarhumah selama hampir 1 Tahun ke belakang dan (yang tadinya)rencana-rencana kami berdua dan keluarga di masa depan," tulis Reza Arap.
Ia lantas meminta publik untuk lebih fokus pada keluarga dan sahabat terdekat Lula Lahfah.
"Kesampingkan apa yang kalian proyeksikan tentang apa yang gua rasakan, dan fokus ke keluarga dan sahabat-sahabat Almarhumah."
Sementara Reza Arap sendiri meminta waktu untuk fokus pada diri sendiri.
Ia berjanji jika suatu saat membutuhkan bantuan, maka ia akan segera meminta pertolongan.
"Sementara itu, biarkan gua fokus sama diri gua sendiri, sampai nanti akan ada saatnya gua butuh kalian.
Bohong kalau gua bilang gua tidak lemah dan hancur.
When the time's comes. Pasti... Gua pasti akan minta tolong..." pungkasnya.
Unggahan itu langsung ramai dibanjiri doa-doa netizen, namun Reza Arap lantas mematikan fitur komentar dalam cuitannya.
Sempat dikabarkan mangkir, Reza Arap diam-diam datangi Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (26/1/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
“Dia datang sekitar jam 23.00 WIB,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Mohamad Iskandarsyah.
Polisi mengajukan total 30 pertanyaan kepada Reza Arap.
Proses pemeriksaan yang dimulai dini hari tersebut akhirenya selesai sekitar pukul 03.46.
Baca juga: Batal Kumpul dengan Teman, Ini yang Dilakukan Lula Lahfah, Pukul 10 Malam Pulang, Erangan Kesakitan
“Selesai jam 03.46 WIB, ada 30 pertanyaan,” lanjut Iskandar.
Sebelumnya, Reza sempat mengonfirmasi bahwa ia akan hadir pada sore hari.
Namun, hingga pergantian hari, keberadaannya di Mapolres Jakarta Selatan belum terlihat, dan polisi belum memberikan keterangan lanjutan pada saat itu.
Pemeriksaan terhadap Reza Arap difokuskan untuk mengklarifikasi waktu kehadirannya di lokasi kejadian saat Lula ditemukan meninggal dunia pada Jumat (23/1/2026) malam.
“Dari satu saksi bilang, dia (Reza) hadir di TKP pada saat (Lula) diinfokan meninggal,” ujar Iskandar kepada wartawan, Senin (26/1/2026).
Mengingat Reza Arap disebut-sebut berada di TKP, polisi pun memutuskan untuk memeriksanya.
Hingga kini, penyidik telah memeriksa enam orang saksi guna mengungkap penyebab kematian Lula.
Para saksi tersebut antara lain asisten pribadi, asisten rumah tangga, sopir pribadi, dokter pribadi, pihak rumah sakit tempat Lula pernah menjalani perawatan, serta Reza Arap sendiri.
Baca juga: Apa Itu Marapthon? Jejak Konten Live Streaming 24 Jam Reza Arap, Selama 34 Hari, Raup 32 Juta View
Di tengah suasana duka, muncul kabar mengejutkan dari pihak kepolisian yang menyebutkan bahwa musisi kondang, Reza Arap, diduga berada di lokasi kejadian saat jenazah Lula ditemukan di Apartemen Essence Dharmawangsa pada Jumat (23/1/2026) lalu.
Menanggapi isu yang liar berkembang, ayah kandung almarhumah, M. Feroz, akhirnya angkat bicara.
Saat ditemui di sela-sela acara tahlilan hari ketiga di kawasan Buaran, Jakarta Timur, Minggu (26/1/2026) malam, raut wajah Feroz tampak tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.
Feroz mengaku belum mendengar laporan resmi dari Polres Metro Jakarta Selatan mengenai kehadiran Reza Arap di apartemen saat sang putri mengembuskan napas terakhir. Baginya, informasi tersebut benar-benar baru.
"Pas kejadian maksudnya gimana? Belum tahu kalau itu. Saya nggak tahu. Benar, aku nggak tahu," ungkap M. Feroz dengan nada bingung saat dikonfirmasi oleh awak media.
Sejauh ini, kronologi yang dipegang pihak keluarga hanyalah keterlibatan orang-orang terdekat di kediaman tersebut.
Menurut Feroz, pintu apartemen dibuka oleh asisten rumah tangga (ART) yang dibantu oleh pihak manajemen gedung.
"Cuma pembantu sama manajemen apartemen saja yang buka pintu. Asisten dia juga ada pas di situ, dengar teriakan pembantu itu. Jadi kaget semua lah," tambahnya.
Meski Reza Arap terlihat hadir dalam acara tahlilan untuk memberikan penghormatan terakhir bagi kekasihnya, Feroz menyebut belum ada obrolan serius di antara mereka.
Pertemuan keduanya hanya berlangsung singkat di tengah kerumunan pelayat.
"Tadi (Arap) datang. Cuma belum ketemu saya tadi, mungkin pas di dalam tadi (tahlilan). Tadi nggak (ngobrol), cuma salaman saja tadi. Titip salam saja sama Reza Arap," tuturnya.
(TribunTrends.com/GPS/Ninda/Banjarmasin Post)