Harga Tembus Rp 3,1 Juta per Gram, Warga Jember Serbu Emas Pegadaian
January 29, 2026 06:56 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember – Warga berbondong-bondong membeli emas Galeri 24 di Kantor Pegadaian Tegalboto, Jalan Kalimantan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (29/1/2026). Antusiasme pembelian terjadi di tengah lonjakan harga emas yang menembus Rp 3.100.000 per gram.

Manajer Bisnis Kantor Pegadaian Tegalboto Jember, Indra Artha Permana, mengungkapkan bahwa penjualan emas mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari sebelumnya.

“Dibandingkan kemarin, pembelian hari ini lebih banyak. Hari ini melebihi 100 gram. Kalau kemarin mungkin sekitar 50 gram untuk Pegadaian sendiri,” ujar Indra.

Menurut Indra, meningkatnya minat masyarakat terhadap emas dipengaruhi oleh tingginya akses informasi melalui media sosial. Masyarakat kini lebih aktif mengikuti pergerakan harga emas dunia.

“Pengaruh harga emas itu karena suku bunga bank sentral dunia di Amerika, yaitu The Fed. Itu faktor pertama,” jelasnya.

Baca juga: Sidang Duplik Gugatan Wabup ke Bupati Jember, Ini Tanggapan Kedua Kubu

Selain kebijakan suku bunga, kondisi geopolitik internasional juga turut mendorong kenaikan harga emas dan minat investasi masyarakat.

“Kondisi geopolitik belakangan ini seperti perang Rusia-Ukraina serta Amerika-Iran menyebabkan masyarakat dunia beralih. Yang seharusnya menyimpan uang, kini beralih investasi ke logam mulia atau emas batangan karena dianggap lebih kuat menghadapi dampak perekonomian,” kata Indra.

Salah satu nasabah emas Galeri 24 Pegadaian Jember, Siti Muimunah, menilai investasi emas tetap menguntungkan meski harga saat ini tergolong tinggi.

“Saya berani beli karena emas ini tidak mungkin turun harganya. Saya sudah punya pengalaman sejak 2018,” ungkapnya.

Baca juga: Konflik Bupati dan Wabup Jember Berujung Gugatan, Parpol Pengusung Beri Reaksi

Ia menceritakan pengalamannya menabung emas sejak 2022 melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) sebanyak 100 gram. Saat itu, nilai pembelian belum mencapai Rp 100 juta.

“Kemudian saat Ramadan 2025 lalu saya jual dan dapat Rp 150 juta. Jadi dalam dua tahun penyimpanan sudah untung Rp 50 juta,” katanya.

Menurut Siti, pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa emas masih menjadi instrumen investasi yang aman dan menguntungkan dalam jangka panjang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.