Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang bersama Satlantas Polresta Malang Kota mengggelar rapat forum lalu lintas, Kamis (29/1/2026).
Rapat digelar sebagai kesiapan pelaksanaan kegiatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung di tanggal 7 - 8 Februari 2026 di Stadion Gajayana.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan dalam rapat tersebut, yaitu fokus membahas informasi skema rekayasa lalu lintas untuk disosialisasikan ke masyarakat.
"Yang menjadi titik utama dalam pertemuan ini, adalah memastikan bisa segera tersosialisasi ke masyarakat. Yaitu, terkait jadwal kegiatan Harlah NU serta informasi tentang pengalihan arus lalu lintas dan penutupan jalan," jelasnya.
Dengan informasi tersebut segera disampaikan ke masyarakat, maka harapannya dapat mencegah terjadinya kepadatan.
"Pada saat kegiatan berlangsung dan jalan ditutup, masyarakat bisa segera mengambil keputusan untuk lewat jalur alternatif. Tetapi kami berharap selama kegiatan ini berlangsung, masyarakat tidak beraktivitas keluar memakai mobil agar tidak menambah kepadatan," bebernya.
Baca juga: 100.000 Jemaah Diprediksi Akan Hadiri Harlah 1 Abad NU di Kota Malang, Ini Skema Lalu Lintasnya
Dirinya mengungkapkan, bahwa kepadatan menjadi konsekuensi yang tidak dapat dihindari. Pasalnya, akan ada seribu bus pembawa peserta Harlah masuk ke Kota Malang dan diperkirakan jumlahnya masih bisa bertambah.
"Namun kita sebagai tuan rumah, tentunya akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan pengaturan," tambahnya.
Pria yang akrab disapa Djaja ini juga mengungkapkan, sebanyak 12 ruas di sekitaran Stadion Gajayana akan ditutup. Beberapa diantaranya adalah Jalan Kawi, Jalan Ijen, Jalan Semeru, Jalan Retawu dan Jalan Wilis.
"Kendaraan tidak diperbolehkan lewat jalan tersebut, kecuali bagi penghuni atau warga yang tinggal disitu dan umat nasrani yang akan beribadah ke gereja. Karena kebetulan pelaksanaannya, digelar sama-sama hari Minggu," ungkapnya.
Terkait pelaksanaan rekayasa lalu lintas tersebut, ia menyebut telah dilaksanakan mulai Sabtu (7/2/2026) siang. Hal ini sebagai antisipasi kedatangan jemaah yang memilih berangkat lebih awal.
Baca juga: Simbol Toleransi, Gereja di Malang Dibuka untuk Transit Jemaah Harlah 1 Abad NU
"Acara akan dimulai pukul 01.00 WIB dinihari, dan kami mengantisipasi jemaah yang datang lebih awal dengan maksud dapat masuk ke dalam Stadion Gajayana. Sehingga, penutupan dan rekayasa lalu lintas dilakukan lebih awal," terangnya.
Saat ditanya perihal kehadiran Presiden Prabowo dalam kegiatan tersebut, Widjaja belum bisa menyampaikan secara detail. Namun, langkah kesiapan telah dilakukan termasuk menyiapkan rekayasa jalur secara khusus.
"Apabila bapak Presiden hadir, maka akan dilakukan rekayasa tersendiri tetapi tidak terlalu signifikan. Misalnya, Jalan Semeru harus steril dan parkirnya harus mendekati area dalam Stadion Gajayana," tambahnya.
Terkait jumlah anggota yang terlibat dalam pengamanan dan pengaturan jemaah, dengan rincian sebanyak 120 personel dari Dishub Kota Malang dan dari Banser sebanyak 1.500 personel.
"Ini belum ditambah personel dari pihak kepolisian. Kami juga meminta masing-masing Polres untuk melakukan pengawalan bus peserta," tandasnya.