Viral Demo Pengusaha Kapal Ikan Keluhkan Penumpukan di Pelabuhan Muara Angke, Ini Duduk Perkaranya
January 29, 2026 09:08 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Aksi demonstrasi pengusaha kapal ikan di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, viral di media sosial.

Mereka menyoroti parahnya penumpukan kapal di kolam dermaga yang menghambat aktivitas pelayaran.

Keluhan tersebut disampaikan pengusaha kapal ikan melalui media sosial, di mana dalam salah satu unggahan disampaikan sulitnya kapal keluar dan masuk kolam labuh akibat kepadatan yang sudah melampaui kapasitas.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo membenarkan adanya keluhan masyarakat terkait kepadatan kapal di Pelabuhan Muara Angke.

"Kami sampaikan bahwa ada keluhan dari masyarakat terkait kepadatan kapal di Pelabuhan Muara Angke. Saya sudah meminta Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa untuk berkomunikasi langsung secara proaktif kepada pemberi informasi," kata Aris di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (29/1/2026).

Menurut Aris, pengusaha kapal yang bersangkutan telah dihubungi dan menyampaikan sejumlah keluhan, termasuk lamanya waktu pengisian bahan bakar akibat sulitnya akses kapal.

Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa Kompol Hitler Napitupulu kemudian berkoordinasi langsung dengan Kepala UP3 Pelabuhan Muara Angke untuk mendalami permasalahan yang terjadi di lapangan.

Dari data yang diterima kepolisian, diketahui bahwa kolam dermaga Pelabuhan Muara Angke memiliki luas sekitar 1.200 meter dengan kapasitas ideal sekitar 1.000 unit kapal.

Namun, jumlah kapal yang saat ini bersandar mencapai 2.564 unit, sehingga menyebabkan kondisi overload dan mengganggu olah gerak kapal.

Kapolres menyebut, kepadatan ini juga disebabkan oleh beberapa faktor.

Salah satunya cuaca buruk yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, sehingga banyak pengusaha kapal menunda keberangkatan.

"Selain itu, ada juga pengusaha kapal yang sengaja menunda pelayaran dan baru akan berlayar setelah perayaan Imlek, karena menurut kepercayaan mereka akan lebih berkah," ungkap Aris.

Faktor lain yang memperparah kondisi adalah keberadaan kapal-kapal rusak yang telah lama terbengkalai di kawasan pelabuhan dan belum dipindahkan.

"Ada kapal-kapal yang rusak sudah menahun dan masih berada di kolam pelabuhan. Ini tentu mengurangi kapasitas kolam labuh," kata Aris.

Pihak kepolisian bersama UP3 dan dinas terkait telah melakukan sejumlah langkah untuk mengurai kepadatan kapal dalam beberapa hari terakhir.

Aris menambahkan, rapat koordinasi lanjutan juga telah dilakukan untuk merumuskan solusi jangka pendek dan jangka panjang, termasuk penanganan kapal-kapal rusak.

Ia juga mengimbau para pemilik kapal agar lebih tertib dalam memarkirkan kapalnya demi kepentingan bersama.

"Kami mengimbau pemilik kapal untuk parkir secara tertib, tidak egois, dan memberikan ruang bagi kapal lain agar tidak terjadi penumpukan dan kemacetan saat bongkar muat maupun pengisian BBM," pungkas Aris.

Berita terkait

  • Baca juga: Heboh Kemunculan Buaya Raksasa Sepanjang 3 Meter di Pelabuhan Muara Baru, Pekerja & Pedagang Resah
  • Baca juga: Kawasan Pelabuhan Muara Baru Terendam Banjir Setengah Meter, Akses Keluar Masuk Terganggu
  • Baca juga: ABK yang Tenggelam saat Hendak Mandi di Laut Pelabuhan Muara Baru Ditemukan Meninggal Dunia
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.