TRIBUNWOW.COM - Raheem Sterling resmi meninggalkan Chelsea dengan pemutusan kontrak secara mutual.
Sehingga Raheem Sterling berstatus bebas transfer dan bisa bergabung dengan klub mana pun.
Dikutip dari laporan BBC Sport, Rabu (28/1/2026), disebutkan bahwa keputusan ini mengakhiri masa tinggal Raheem Sterling di Chelsea.
Di Stamford Bridge, Raheem Sterling disebut penuh pasang surut sejak direkrut dari Manchester City.
Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa kedua pihak sepakat untuk berpisah lebih awal dari durasi kontrak awal.
Kabarnya, pemutusan kontrak ini dicapai melalui kesepakatan bersama setelah Raheem Sterling tersisih dari rencana pelatih dan jarang tampil sebagai starter.
Selain itu, pakar transfer kenamaan asal Italia, Fabrizio Romano turut membagikan kabar pemutusan kontrak Sterling lewat akun X nya @FabrizioRomano, Rabu (28/1/2026).
BBC juga menyoroti bahwa performa Sterling di Chelsea tidak pernah benar-benar stabil, baik karena faktor taktik maupun persaingan ketat di lini depan.
Keputusan melepas Sterling diyakini memberi ruang gaji yang lebih longgar bagi klub untuk merombak skuat.
Bagi Sterling sendiri, status bebas agen membuka peluang untuk mencari tantangan baru di level top tanpa biaya transfer.
Dengan demikian, langkah ini dipandang sebagai solusi kompromi bagi kedua belah pihak yang sama-sama membutuhkan perubahan.
Baca juga: Cetak Brace, Ini Sosok Bomber Chelsea yang Pulangkan Juara Liga Italia dari Liga Champions
Lebih lanjut, aspek karier dan nilai pasar Sterling pasca-keputusan ini mengalami penurunan di Chelsea dibandingkan masa keemasannya di Manchester City.
Kegagalan proyek besar Chelsea dalam memaksimalkan pemain berpengalaman seperti Sterling menjadi satu di antara catatan penting.
Statistik penampilan dan kontribusi golnya di Stamford Bridge menunjukkan tren yang tidak sebanding dengan reputasi dan pengalaman di tim nasional Inggris.
Dengan demikian, perpisahan ini bisa menjadi momentum kebangkitan bagi Sterling jika ia menemukan klub yang cocok dengan karakter bermainnya.
Kondisi tersebut terjadi dalam beberapa bulan terakhir sebelum kontraknya resmi diputus.
Ia disebut jarang masuk rencana utama pelatih sehingga lebih sering duduk di bangku cadangan atau bahkan tidak masuk skuad pertandingan.
Mereka juga menyoroti bahwa situasi ini kontras dengan statusnya sebagai pemain tim nasional Inggris yang berpengalaman di turnamen besar.
Kondisi itu memperkuat pandangan bahwa jalan terbaik adalah mengakhiri kerja sama lebih cepat melalui kesepakatan bersama.
Baca juga: Update Transfer Tim Zona Degradasi Liga Inggris: Gelandang Timnas Inggris West Ham Diloan ke Burnley
Keputusan ini sekaligus menegaskan kerasnya persaingan dan dinamika di klub-klub elite Premier League terhadap pemain bintang yang performanya menurun.
Mereka menyebut masa bakti Sterling di Stamford Bridge sebagai "mimpi buruk" yang akhirnya diakhiri lewat pemutusan kontrak.
Serta menekankan bahwa hasil ini jauh dari ekspektasi awal ketika ia didatangkan untuk menjadi figur kunci dalam proyek baru Chelsea.
Meski periode ini tidak berjalan mulus, Sterling masih memiliki nama besar dan pengalaman yang membuatnya tetap menarik bagi banyak klub.
Hal ini menggambarkan secara utuh bahwa keluarnya Sterling dari Chelsea dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Faktor tersebut meliputi performa, strategi klub, serta kebutuhan sang pemain untuk menghidupkan kembali kariernya di tempat lain.
Raheem Sterling berposisi utama sebagai winger kiri dengan kaki dominan kanan.
Ia memulai karier profesional di Inggris bersama Queens Park Rangers di level akademi sebelum direkrut Liverpool pada 2010.
Bersama Liverpool, Sterling naik ke tim utama dan mencatat 129 penampilan kompetitif dengan torehan 23 gol dan 18 assist.
Setelah itu, ia hijrah ke Manchester City pada 2015 melalui transfer besar yang menjadikannya salah satu pemain Inggris termahal saat itu.
Di Manchester City, ia tampil 339 kali, mencetak 131 gol dan 73 assist, serta menjadi bagian penting dalam era penuh trofi di bawah asuhan Pep Guardiola.
Pada 2022 ia bergabung dengan Chelsea, lalu sempat dipinjamkan ke Arsenal pada 2024/2025, dan secara keseluruhan karier profesionalnya di level klub
Ia telah tampil lebih dari 570 pertandingan dengan lebih dari 180 gol dan 110 assist di semua kompetisi.
Dikutip TribunWow.com dari Transfermarkt, berikut profil dari Raheem Sterling:
Nama lengkap : Raheem Shaquille Sterling
Nama di negara asal : Raheem Shaquille Sterling
Tanggal lahir : 8 Des 1994 (31)
Tempat kelahiran : Kingston, Jamaika
Usia : 31 tahun
Tinggi : 1,70 m
Kewarganegaraan : Inggris - Jamaika
Posisi : Penyerang - Sayap Kanan
Kaki : Kanan/Right
Klub Saat Ini : Tanpa Klub
Bergabung : 28 Jan 2026
Kontrak berakhir : -
Harga pasar : Rp86,91 miliar (update 9 Desember 2025)
Dikutip TribunWow.com dari Transfermarkt, berikut statistik dari Raheem Sterling:
Manchester City: 339 pertandingan, 131 gol, 86 assist, 37 kartu kuning, 1 kartu kuning kedua, dan 25.091 menit bermain.
Liverpool FC: 129 pertandingan, 23 gol, 18 assist, 14 kartu kuning, dan 9.305 menit bermain.
Chelsea FC: 81 pertandingan, 19 gol, 15 assist, 13 kartu kuning, dan 5.321 menit bermain.
Arsenal FC: 28 pertandingan, 1 gol, 5 assist, 5 kartu kuning, dan 1.143 menit bermain.
Liverpool FC U21: 22 pertandingan, 8 gol, 9 assist, 1 kartu kuning, dan 1.954 menit bermain.
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret/Alifazahra Avrilya Noorahma)